News

Tim Spektronics ITS Raih Tiga Penghargaan Internasional, Mahasiswa Sistem Informasi Terlibat

Sel, 06 Jan 2026
10:00 am
Berita Terkini
Share :
Oleh : adminelectics   |

Gambar: Tim Spektronics ITS usai meraih Gold Prize serta dua penghargaan khusus pada ajang SIIF 2025.

Surabaya, FT-EIC ITS – Tim Spektronics Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) berhasil menorehkan prestasi di tingkat internasional dengan meraih tiga penghargaan dalam ajang Seoul International Invention Fair (SIIF) 2025 yang diselenggarakan di Seoul, Korea Selatan, pada Jumat, 5 Desember 2025.

 

Kompetisi yang diikuti merupakan ajang inovasi internasional yang diselenggarakan oleh Korean Invention Promotion Association (KIPA). SIIF 2025 merupakan pameran sekaligus kompetisi inovasi yang diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai negara. Hal tersebut disampaikan oleh salah satu anggota tim, Alexander Allan dari Departemen Sistem Informasi ITS.

 

Dalam ajang tersebut, Tim Spektronics ITS berhasil memperoleh Gold Prize SIIF 2025, Special Award from Swiss-Korean Association ASAMCO, serta VIFOTEC Award – The Best International Invention dari Vietnam Fund for Supporting Technological Creations (VIFOTEC).

 

Pada kompetisi ini, Tim Spektronics ITS mengusung inovasi rechargeable zinc–manganese battery yang dibuat dari daur ulang baterai alkaline. Allan menjelaskan bahwa zinc diekstraksi dari baterai bekas, dimurnikan, kemudian diproses melalui metode energy-efficient electroplating untuk membentuk anoda baru yang murah, stabil, dan ramah lingkungan. Anoda tersebut kemudian disusun bersama katoda MnO₂ sehingga menghasilkan baterai yang dapat memberikan output tegangan dan arus serta dapat diisi ulang.

 

Inovasi ini dikembangkan untuk menjawab permasalahan pencemaran lingkungan akibat limbah baterai alkaline. Selain itu, penggunaan limbah domestik sebagai bahan baku serta proses electroplating yang hemat energi dinilai dapat menurunkan biaya pembuatan baterai.

 

Menurut Allan, keunggulan utama inovasi yang dikembangkan Tim Spektronics ITS terletak pada permasalahan yang diangkat. Ia menilai bahwa banyak negara, termasuk Korea, saat ini mengembangkan teknologi kendaraan listrik yang bergantung pada baterai. Seiring meningkatnya produksi baterai, limbah yang dihasilkan juga semakin besar dan menimbulkan berbagai permasalahan, baik dari sisi lingkungan maupun biaya produksi. Inovasi yang dikembangkan tim dinilai lebih ekonomis karena bahan bakunya berasal dari limbah baterai alkaline dan proses produksinya hemat energi.

 

Terkait persiapan kompetisi, Allan menyampaikan bahwa ide inovasi tersebut telah dipersiapkan sejak pertengahan tahun. Tim memerlukan waktu yang cukup panjang untuk mematangkan ide dengan berdiskusi dan meminta masukan dari kakak tingkat, dosen pembimbing, serta sesama anggota tim.

 

Gambar: Momen penganugerahan VIFOTEC Award kepada Tim Spektronics ITS di panggung utama SIIF 2025, Korea Selatan.

Pengalaman paling berkesan bagi tim adalah saat dipanggil ke atas panggung untuk menerima penghargaan. Selain itu, tim juga mendapatkan kesempatan untuk bertukar pendapat dengan institusi dari berbagai negara dan memperoleh inspirasi untuk riset ke depannya.

 

Namun demikian, kompetisi internasional ini juga menghadirkan tantangan tersendiri. Rifki, mahasiswa Teknik Kimia angkatan 2023, menyampaikan bahwa kendala bahasa menjadi tantangan terbesar karena tidak semua juri dapat berbicara dan memahami bahasa Inggris, meskipun telah disediakan penerjemah dari pihak juri.

 

Dari pengalaman tersebut, Allan menilai bahwa kekompakan dan kebersamaan menjadi pembelajaran paling penting selama mengikuti kompetisi internasional ini. Menurutnya, tanpa kedua hal tersebut, tim tidak akan mampu mencapai hasil yang diraih saat ini.

 

Terkait pembagian peran, Allan menjelaskan bahwa setiap anggota tim memiliki peran yang beragam. Selama persiapan, tim melakukan pemetaan metodologi yang digunakan serta menentukan penanggung jawab pada setiap tahapan. Kolaborasi dan sinergi menjadi nilai yang dijunjung tinggi dalam tim.

 

Ke depan, Tim Spektronics ITS berencana untuk terus mengembangkan riset yang telah dilakukan. Azka, mahasiswa Teknik Kimia angkatan 2023, menyampaikan bahwa riset tidak akan berhenti pada kompetisi ini saja, khususnya pada pengembangan baterai rechargeable zinc–manganese.

 

Menutup wawancara, Allan menyampaikan pesan singkat kepada mahasiswa ITS agar berani mengikuti kompetisi internasional. 

“Meski terlihat berat, coba aja dulu,” ujarnya.

Latest News

Institut Teknologi Sepuluh Nopember
Ada yang bisa kami bantu?
Selamat datang, di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).