Rektor ITS Prof Ir Bambang Pramujati, ST MSc Eng PhD. (tengah) melepas keberangkatan Tim Kesehatan dan Dukungan Psikososial FKK ITS menuju Aceh di halaman Rektorat ITS, Rabu (08/12). Tim ini membawa misi medis dan dukungan psikososial untuk penyintas bencana banjir di Provinsi Aceh.
SURABAYA – Menjawab panggilan kemanusiaan, Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya menerjunkan Tim Kesehatan dan Dukungan Psikososial Fakultas Kedokteran dan Kesehatan (FKK) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) yang akan bertugas guna membantu merawat luka dampak Bencana Banjir di Provinsi Aceh. Prosesi pelepasan dilaksanakan pada Senin (08/12) di Serambi Rektorat ITS, oleh Rektor ITS Prof Ir Bambang Pramujati, ST MSc Eng PhD.
“Ini adalah panggilan bagi kami untuk bisa berbagi pada saudara-saudara kita yang sedang berada di tempat bencana” ujar Rektor ITS dalam acara pelepasan.
Pesan tersebut menjadi cambuk semangat bagi para relawan untuk memberikan pelayanan totalitas, bukan sekadar menggugurkan kewajiban, melainkan sebagai wujud persaudaraan sebangsa. Pemilihan area Aceh tidak lain dikarenakan salah satu area yang terdampak cukup luas dan pengungsi terbanyak dalam Bencana Banjir Aceh-Sumatera saat ini adalah Provinsi Aceh. Hal tersebutlah yang ingin diselesaikan oleh Tim Kesehatan dan Dukungan Psikososial FKK ITS
Tim Kesehatan dan Dukungan Psikososial yang dilepas terdiri atas dosen, tenaga kesehatan, dan mahasiswa FKK ITS yang tergabung dalam Satgas Kemanusiaan FKK ITS. Program kemanusiaan ini dikemas dalam dua aksi unggulan. Aksi pertama berfokus pada Pelayanan Psikologi dan Dukungan Kesehatan Mental, yang meliputi pelaksanaan Psychological First Aid (PFA) bagi penyintas bencana guna memulihkan rasa aman, menurunkan kecemasan, serta membantu individu menata kembali kepingan semangat hidup yang sempat hancur. Kegiatan ini juga mencakup dukungan psikososial dan play therapy bagi anak-anak melalui aktivitas edukatif seperti permainan, menggambar, mewarnai, bercerita, dan gerak-tari sederhana untuk mengembalikan senyum dan tawa anak-anak di tengah trauma yang mencekam. Selain itu, dilakukan konseling individu serta rujukan layanan kesehatan mental bagi penyintas yang menunjukkan gejala stres berat, kecemasan tinggi, depresi, atau indikasi gangguan stres pascatrauma, disertai pelatihan PFA bagi relawan lokal sebagai upaya penguatan kapasitas komunitas.
Sementara itu, Aksi kedua berupa Pelayanan Kesehatan Terpadu, yang mencakup pengoperasian ITS Mobile Medical Team untuk menembus wilayah yang terkurung banjir dan lumpur demi menghadirkan layanan kesehatan bagi warga yang tak berdaya.. Pelayanan kesehatan ini didukung dengan penyediaan obat-obatan dan perbekalan medis, antara lain antibiotik untuk infeksi bakteri, antipiretik dan analgesik untuk demam dan nyeri, oralit dan zinc untuk penanganan diare, multivitamin untuk meningkatkan daya tahan tubuh, serta salep antiseptik untuk perawatan luka ringan. Tim juga memberikan pelayanan perawatan luka dan tindakan bedah minor guna menangani cedera yang umum terjadi pada situasi banjir, seperti luka terbuka, infeksi kulit, dan cedera jaringan lunak.
Sebelum keberangkatan, Satgas Kemanusiaan FKK ITS telah mengikuti pembekalan intensif selama dua hari yang melibatkan dokter spesialis anak, bedah, anestesi, serta kulit dan kelamin. Pembekalan tersebut mencakup kesiapsiagaan klinis pascabencana, penanganan kegawatdaruratan, serta pendekatan pelayanan kesehatan yang sensitif terhadap kelompok rentan. Selain itu, dilakukan penyediaan dan pengecekan alat kesehatan, obat-obatan, serta logistik pendukung yang disesuaikan dengan kebutuhan lapangan berdasarkan informasi dari mitra dan wilayah terdampak.
Pembekalan relawan FKK ITS ke Provinsi Aceh oleh Dekan, Wakil Dekan, dan Kepala Program Studi Kedokteran, Profesi Kedokteran, dan Teknologi Kedokteran FKK ITS sebagai simbol dukungan dan kepercayaan institusi terhadap misi kemanusiaan.
Tim relawan juga mendapat pengarahan dari Dekan FKK ITS yang didampingi oleh Wakil Dekan serta para Kepala Program Studi di lingkungan FKK ITS, sebagai bentuk dukungan institusional penuh terhadap pelaksanaan pengabdian masyarakat di wilayah terdampak. Dekan FKK ITS, dr Lukman Hakim MKes SpU(K) Ph.D, dalam arahannya menegaskan bahwa keberangkatan relawan ini merupakan wujud nyata komitmen FKK ITS dalam menjalankan tridarma perguruan tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat berbasis kemanusiaan dan keilmuan. “Melalui dukungan Ristekdikti, FKK ITS dapat menghadirkan program pengabdian yang terstruktur dan berdampak langsung bagi masyarakat terdampak bencana. Kami melepas para relawan dengan penuh kepercayaan dan tanggung jawab, dengan harapan kehadiran mereka di Aceh mampu memberikan manfaat nyata, baik dari sisi kesehatan fisik maupun pemulihan psikososial,” ujarnya. Wakil Dekan FKK ITS, Prof Dr I Ketut Eddy Purnama ST MT bersama Kepala Program Studi Kedokteran dr Endah Indriastuti SpPK, Kepala Program Studi Profesi Kedokteran dr Rahmah Yasinta Rangkuti, MBiomed SpA, serta Kepala Program Studi Teknologi Kedokteran Dr Shoffi Izza Sabilla SKom, turut memberikan arahan dan pesan penguatan moral kepada para relawan agar senantiasa menjaga profesionalisme, etika, serta keselamatan selama menjalankan tugas di lapangan.
Seluruh kegiatan dilaksanakan melalui koordinasi dan kolaborasi intensif dengan mitra lokal, termasuk Universitas Syiah Kuala dan fasilitas kesehatan setempat, sehingga perencanaan dan persiapan tim Satgas FKK ITS dapat dilakukan secara komprehensif dan tepat sasaran. Dengan perencanaan yang matang dan sinergi lintas institusi, tim relawan diharapkan mampu memberikan pelayanan kesehatan yang optimal dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat di lokasi bencana.
Tim Satgas FKK ITS memeriksa kesiapan logistik obat-obatan dan peralatan medis sebelum diberangkatkan. Bantuan ini disiapkan untuk menembus wilayah terdampak banjir yang sulit diakses fasilitas kesehatan.
Kegiatan kemanusiaan ini sejalan dengan motto Institut Teknologi Sepuluh Nopember yaitu “Advancing Humanity”, yang dimaknai sebagai komitmen institusi dalam menghadirkan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk kemaslahatan manusia. Melalui program relawan kemanusiaan ini, FKK ITS tidak hanya mengedepankan keunggulan akademik, tetapi juga sentuhan penyembuhan nyata, membuktikan bahwa ITS hadir bukan hanya sebagai menara gading ilmu pengetahuan, tetapi sebagai sahabat bagi masyarakat yang sedang terluka, khususnya bagi masyarakat yang terdampak bencana dan berada dalam kondisi rentan. Implementasi motto Advancing Humanity tercermin melalui keterlibatan langsung dosen dan mahasiswa dalam pelayanan kesehatan, dukungan psikososial, serta penguatan kapasitas komunitas lokal. Pendekatan berbasis empati, kolaborasi lintas disiplin, dan pemanfaatan keilmuan secara aplikatif menunjukkan bahwa ITS hadir bukan sekadar sebagai institusi pendidikan, tetapi sebagai agen perubahan yang berkontribusi aktif dalam pemulihan kesehatan fisik dan mental masyarakat. Dengan demikian, program ini diharapkan tidak hanya memberikan dampak jangka pendek, tetapi juga memperkuat ketahanan masyarakat pascabencana secara berkelanjutan.
Baca berita terkait Satgas Tim Kesehatan FKK ITS disini
Fakultas Kedokteran dan Kesehatan Instagram : fkk_its | its_kedokteran| its_teknologikedokteran Website : https://www.its.ac.id/academicmed/ | https://www.its.ac.id/medtech/
Antusiasme Tinggi pada ITS Expo (Kamis–Jumat, 8–9 Januari 2026) Pada pelaksanaan ITS Expo di Graha Sepuluh Nopember ITS, antusiasme
Surabaya, ITS News — Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali menggelar kegiatan Expo Campus melalui agenda Ini Lho ITS!
Surabaya, FT-EIC ITS – Tim Spektronics Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) berhasil menorehkan prestasi di tingkat internasional dengan meraih