News

IAC Fasilitasi Warga Surabaya Saksikan Gerhana Bulan

Jum, 02 Feb 2018
3:28 pm
Berita Terkini
Share :
Oleh : Yoga Ari Tofan   |

 

Pengunjung menikmati gerhana bulan dengan teleskop yang disediakan oleh IAC

Institut Teknologi Sepuluh Nopember Astronomy Club (IAC) berkolaborasi dengan Surabaya Astronomy Club (SAC) memfasilitasi warga Surabaya agar dapat menyaksikan gerhana bulan super blue blood moon di taman Surabaya, Rabu (31/1/2018) malam. Warga Surabaya berbondong-bondong mengantre untuk dapat melihat gerhana bulan melalui teleskop yang disediakan.

Gerhana menampilkan tiga keunikan yaitu supermoon, bloodmoon dan bluemoon. Gerhana itu berhasil menarik antusias ratusan pengunjung. Melihat antusias warga Surabaya, IAC dan SAC menyediakan teleskop dan kamera.

“Teleskop yang disediakan sebanyak sembilan buah yang terdiri dari berbagai spesifikasi. Terdapat pula kamera yang dioperasikan untuk mengabadikan momen melalui teleskop,” ujar M Arifur Rahman, Ketua IAC.

Arifur dan para pegiat astronomi juga memberikan penjelasan terkait gerhana bulan kepada pengunjung.  “Kami menjelaskan secara ringkas bagaimana peristiwa gerhana bulan terjadi serta perhitungan hisabnya,” tutur mahasiswa Departemen Teknik Instrumentasi tersebut.

Gerhana Bulan Total

Setiap ada momen gerhana bulan maupun gerhana matahari, IAC biasa melakukan pengamatan di dalam maupun di luar kampus. “Dua tahun lalu, kami juga melakukan pengamatan gerhana matahari total di taman Surabaya. Dan, kami juga memberikan fasilitas kepada warga seperti saat ini,” jelas mahasiswa angkatan 2015.

Ketika ditanya terkait pemilihan tempat, pria yang mencintai dunia sains itu mengaku memilih taman Surabaya, pasalnya taman ini dekat dengan pantai dan strategis. “Di daerah ini tidak ada gedung pencakar langit dan posisi tepat memandang 30 derajat ketika bulan terbit,” jelas Arifur.

Kedepannya, Arifur mengatakan tim IAC akan menambahkan fasilitas yang diberikan pada saat pengamatan. Ia bersama tim IAC juga akan mengadakan seminar akbar setiap tahunnya guna memberikan wawasan terkait ilmu astronomi.

“Insyaa Allah tahun ini akan diadakan seminar, jadi tidak hanya gerhana saja yang dapat dipahami masyarakat umum, tetapi juga kejadian menakjubkan lainnya,”pungkasnya

Rizky Prameisela, salah satu pengunjung memilih mengabadikan momen gerhana melalui teleskop yang disediakan oleh tim IAC. “Saya memilih melihat gerhana disini karena sudah tau ada teleskop yang tersedia untuk umum,” jelas remaja 19 tahun tersebut.

Tak hanya Rizky, pengunjung lainnya juga antusias menyaksikan gerhana 150 tahun sekali tersebut melalui teleskop yang disediakan. “Anak-anak di sini sampai rela mengantri berulang kali demi bisa melihat bulan melaui teleskop yang disediakan,” tutup Arifur bersemangat(mir/jel)

Latest News