News

Mahasiswa Sistem Informasi FT-EIC ITS Gagas Audit Investigatif Berbasis Teknologi, Raih Juara KBMK 2025

Rab, 28 Jan 2026
8:00 am
Berita Terkini
Share :
Oleh : adminelectics   |

Gambar: Tim ALME ITS saat menerima penghargaan Juara 3 Nasional KBMK 2025.

Surabaya, FT-EIC ITS – Ketika audit keuangan kerap diasosiasikan dengan angka, regulasi, dan latar belakang akuntansi, sekelompok mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) justru menghadirkan pendekatan berbeda melalui pemanfaatan teknologi dalam audit investigatif. Tim mahasiswa lintas departemen yang didominasi oleh mahasiswa Departemen Sistem Informasi Fakultas Teknologi Elektro dan Informatika Cerdas (FT-EIC) ITS ini berhasil meraih Juara 3 Nasional dalam Kompetisi Mahasiswa Nasional Bidang Ilmu Bisnis, Manajemen, dan Keuangan (KBMK) 2025 pada bidang Keuangan Audit Investigatif.

 

Tim bernama ALME ini terdiri dari Agnes Juliana dan Nailah Azzahra, mahasiswa Departemen Sistem Informasi FT-EIC ITS, bersama Inggit Mutiara Rahma dari Departemen Manajemen Bisnis ITS. Di tengah dominasi peserta berlatar belakang akuntansi dan keuangan, kolaborasi lintas departemen ini tampil menonjol berkat pendekatan analisis audit yang berbasis teknologi.

 

KBMK merupakan kompetisi nasional yang berfokus pada bidang bisnis, manajemen, dan keuangan. Bagi Agnes dan Nailah, keikutsertaan dalam KBMK menjadi langkah yang tidak lazim karena berada di luar rumpun keilmuan utama FT-EIC, bahkan sempat menghadapi kendala administratif.

“Awalnya pengen aja mencoba hal baru dan agak jauhan dikit dari kompetensi yang kita pelajari di FT-EIC,” ujar Agnes.

 

Bidang Keuangan Audit Investigatif kemudian dipilih karena dinilai paling memungkinkan secara administratif, sekaligus memiliki irisan dengan mata kuliah audit di Sistem Informasi, meskipun konteks yang dipelajari lebih banyak berkaitan dengan audit keamanan dan layanan teknologi informasi. Dari titik inilah tim mulai membangun strategi analisis yang menggabungkan perspektif audit dan teknologi.

 

Gambar: Tim ALME ITS (kiri ke kanan), Inggit Mutiara Rahma, Agnes Juliana, dan Nailah Azzahra.

Berangkat dari keterbatasan latar belakang akuntansi tersebut, tim justru mengoptimalkan kekuatan utama yang mereka miliki sebagai mahasiswa FT-EIC, yakni pemanfaatan teknologi dalam proses audit. Dalam karya yang dilombakan, teknologi digunakan sebagai fondasi perancangan program audit, mulai dari penyusunan hipotesis hingga analisis potensi kecurangan.

“Karena background kami berbeda dan berasal dari kampus teknologi, setiap analisis yang kami gunakan berbasis teknologi. Itu justru menjadi kekuatan tim dibandingkan kompetitor yang latar belakangnya sudah linier dengan bidang lomba ini,” jelas Inggit.

 

Setiap tahapan kompetisi menghadirkan studi kasus yang berbeda, menuntut tim untuk cepat beradaptasi, menelaah informasi secara mendalam, serta menyusun program audit yang sistematis. Proses diskusi intens dan pembagian peran yang jelas menjadi kunci dalam menjaga fokus analisis di setiap babak.

 

Pada babak final, tantangan semakin terasa ketika tim hanya memiliki waktu sekitar tujuh jam untuk menganalisis kasus baru, menyusun solusi, dan mempresentasikannya secara langsung. Keterbatasan waktu serta perbedaan latar belakang keilmuan menuntut setiap anggota tim untuk saling melengkapi dan beradaptasi secara cepat.

 

Gambar: Dr. Muhammad Saiful Hakim, S.E., M.M., Ph.D. (kiri) bersama Tim ALME ITS saat bimbingan final.

Dalam menghadapi tekanan tersebut, tim secara intensif melakukan evaluasi dan bimbingan bersama para dosen pembimbing. Pendampingan diberikan oleh Dr. Aang Kunaifi, S.E., M.SA., Ak., Muhammad Saiful Hakim, S.E., M.M., Ph.D., serta Gita Widi Bhawika, S.ST., M.MT., dengan dukungan Reza Aulia Akbar, S.T., M.T., MBA sebagai Pembimbing Umum KBMK. Sinergi antara mahasiswa dan dosen pembimbing berperan penting dalam menjaga arah analisis dan kesiapan tim di setiap tahap kompetisi.

 

“Bangun kepercayaan diri yang positif sejak awal. Justru keyakinan itu yang mendorong kami untuk terus belajar dan memperbaiki apa yang kami kerjakan,” tutup Nailah.

 

Melalui pencapaian ini, tim ALME berharap mahasiswa ITS, khususnya FT-EIC, semakin berani untuk keluar dari zona nyaman dan menembus kompetisi lintas disiplin di tingkat nasional.

Latest News

Institut Teknologi Sepuluh Nopember
Ada yang bisa kami bantu?
Selamat datang, di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).