Tujuan dari Program Studi Sarjana (S1) Matematika adalah untuk menyediakan kesempatan proses belajar bermutu tinggi bagi mahasiswa agar dapat meningkatkan kemampuan, motivasi dan perilaku belajar serta etos kerja yang tinggi. Mahasiswa akan diberikan pemahaman dan pengembangan dasar-dasar matematika , yang terbagi dalam tiga rumpun mata kuliah yaitu analisis dan aljabar, matematika terapan (pemodelan sistem dan simulasi, masalah optimasi, matematika industri) dan ilmu komputer (ilmu komputasi dan Data science).
Menjadi Program Studi Sarjana Matematika yang bereputasi internasional pada bidang analisis, aljabar dan komputasi untuk mendukung pengembangan teori dan terapan terutama dalam industri dan kelautan yang berwawasan lingkungan
Bidang Pendidikan
- Menyelenggarakan pendidikan sarjana matematika untuk menghasilkan lulusan berkualitas internasional dalam bidang analisis, aljabar dan komputasi serta penerapannya
- Menghasilkan lulusan yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa; dan
- Membekali lulusan dengan pengetahuan kewirausahaan.
Bidang Penelitian
Berperan aktif dalam mendukung pengembangan matematika dan penerapannya melalui kegiatan penelitian yang berkualitas nasional dan internasional terutama dalam bidang aljabar, analisis, pemodelan dan komputasi.
Bidang Pengabdian Kepada Masyarakat
Memberdayakan sumber daya departemen untuk berperan aktif dalam menyelesaikan permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat, industri, dan pemerintahan dengan mengintegrasikan analisis, aljabar, pemodelan dan komputasi.
Bidang Manajemen
- Mengembangkan jejaring dan bersinergi dengan perguruan tinggi dalam dan luar negeri, industri, masyarakat, dan pemerintahan dalam penyelenggaraan Tridharma Perguruan Tinggi pada bidang matematika dan terapannya.
- Meningkatkan kompetensi dosen dan tenaga kependidikan agar lebih kreatif dan profesional dalam menjalankan tugas
Kurikulum 2023 Program Studi Sarjana Matematika (PSSM) mengacu pada Kebijakan ITS, kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), rekomendasi IndoMS 2022 , dan kondisi Program studi sarjana Matematika FSAD ITS. Selain itu dalam penyusunan kurikulum juga mempertimbangkan masukan dari ASIIN, AUN-QA, dan BAN PT.
Pada kurikulum 2023, struktur mata kuliah dikatagorikan menjadi 5 mata kuliah yaitu Math dan Basic Science, Inti Program Studi, Penciri ITS, Wajib Kurikulum, Pilihan dan Pengayaan. Mata kuliah Penciri ITS terdiri atas Bahasa Inggris, Kewirausahaan Berbasis Teknologi dan Aplikasi Teknologi dan Transformasi Digital. Sedangkan mata kulia wajib kurikulum terdiri atas Agama, Pancasila, Kewarganegaraan dan Bahasa Indonesia.
Perubahan utama pada kurikulum 2023 dibanding kurikulum 2018 adalah adanya peraturan mengenai kurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Kurikulum memerlukan penyesuaian secara menyeluruh agar hak mahasiswa untuk mengikuti program MBKM dapat difasilitasi. Penyesuaian yang dilakukan adalah meletakkan semua mata kuliah inti program studi pada semester I sampai dengan V, sehingga mahasiswa bisa mengikuti MBKM secara penuh di semester VI dan VII. Dampak lainnya adalah beberapa mata kuliah MKU dari semester 1 dan 2 di Kurikulum 2018 dipindahkan ke semester 6 dan 7 pada kurikulum 2023.
Bidang-bidang keahlian yang disediakan pada kurikulum 2018-2023 adalah:
- Analisis dan Aljabar: menekankan pada pemahaman, pembelajaran dan pengembangan dasar-dasar matematika, analisis dan aljabar sehingga mampu mengikuti dan mengembangkan teori-teori baru matematika dan ilmu yang lain.
- Matematika Terapan: Bidang Matematika Terapan merupakan penggabungan bidang Pemodelan Simulasi dan bidang Matematika industri dan keuangan. Pemodelan dan Simulasi menekankan pada pemahaman dan pengembangan dasar-dasar matematika, pemodelan sistem dan simulasi, sehingga mampu mengembangkan dan menerapkannya dalam permasalahan nyata. Bidang Matematika industri dan keuangan: menekankan pada pemahaman dan pengembangan dasar-dasar matematika, riset operasi, pengolahan data statistik dan proses stokastik sehingga mampu mengembangkan dan menerapkannya dalam permasalahan nyata.
- Ilmu Komputer: menekankan pada pemahaman dan pengembangan dasar-dasar matematika, ilmu komputer dan sains data sehingga mampu membangun dan mengembangkan perangkat lunak secara profesional.
Secara umum, kurikulum program studi berpedoman pada standar DIKTI dan ITS dengan penyetaraan kepada European Credit Transfer and Accumulation System (ECTS). SKS mengacu pada sistem kredit Indonesia. 1 SKS = 36 jam belajar / semester. Mengenai kesetaraan kredit antara SKS (kredit Indonesia) dan ECTS (Sistem Kredit Eropa), dapat dihitung melalui rumus: 1 SKS = 1,6 ECTS
| Komponen |
SKS |
ECTS |
| Beban studi minimum |
144 |
230.4 |
| Publikasi artikel |
2 |
3.2 |
| Kemampuan bahasa inggris |
2 |
3.2 |
| Ekstrakurikuler |
2 |
3.2 |
| Total |
|
240 |