News

Talkshow Kemaritiman TransFest 2019

Rab, 27 Mar 2019
9:54 am
Berita
Share :
Oleh : Admin-Teknik Transportasi Laut   |

 

Departemen Teknik Transportasi Laut Institut Teknologi Sepuluh Nopember dalam perannya untuk membangkitkan maritime Indonesia mengadakan talkshow yang juga merupakan rangkaian acara dari TRANSFEST 2019. Talkshow yang dilaksanakan pada 22 Maret 2019 lalu di ruang auditorium pasca sarjana Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) meengangkat tema ‘Menilik Perubahan Sektor Transportasi Laut di Era Revolusi Industri 4.0’.

Talkshow yang dihadiri para mahasiswa dari berbagai departemen di ITS maupun universitas lain seperti Politeknik Pelayaran Negeri Surabaya, Universitas Hang Tuah Surabaya, Universitas Surabaya, dan lainnya. Ir. Tri Achmadi Ph.D selaku kepala departemen Teknik Transportasi Laut membuka talkshow yang juga mengundang Rumaji, S.Sos., M.Sc, Direktur Operasional Terminal Teluk Lamong, Anita Puji Utami S.T., Wakil Ketua Umum IPERINDO (Ikatan Pengusaha Perkapalan Indonesia), Fredhi Agung Prasetryo, Dr.Eng, Senior Manager Divisi Riset dan Pengembangan Penelitian dan Aplikasi Teknik BKI, dan Triyan Indrawan, S.T.,  Peneliti Divisi Riset dan Pengembangan Penelitian dan aplikasi Teknik BKI.

Foto bersama seluruh peserta dan pembicara Transfest 2019

Perkembangan teknologi dalam setiap bidang tentunya tidak dapat terelakkan. Termasuk perkembangan teknologi dalam sektor Transportasi Laut. Di wilayah pelabuhan sendiri, perkembangan teknologi 4.0 telah diterapkan pada pengoperasian Terminal Teluk Lamong. Terminal Teluk Lamong sendiri telah menerapkan Automatic Pilot (Automatic Identification System), Equipment Automation (Remote Operating System, Crane Management System), dan Integrated Operating System (Terminal Operating System, Docking System, dan Vehicle Booking System). Lebih jelasnya, Pak Rumadji juga menjelaskan bahwa yang faktor yang menjadi obyek penerapan Revolusi Industri 4.0 adalah productivity, safety, efficiency, dan development.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum IPERINDO (Ikatan Pengusaha Perkapalan Indonesia (IPERINDO), Anitas Puji Utami S.T menyampaikan bahwa teknologi terbarukan di era revolusi industri 4.0 diterapkan pada proses produksi kapal. Terlebih sejak tahun 2015 hingga sekarang, industri perkapalan Indonesia telah berhasil memproduksi sebanyak 163 kapal dengan 73 diantaranya didanai oleh APBN dan 90 kapal didanai oleh APBN-P.

Disisi lain, Senior Manager Divisi Riset dan Pengembangan Penelitian dan Aplikasi dari Badan Klasifikasi Indoensia (BKI), Fredhi Agung Utami S.T mengatakan bahwa saat ini, BKI telah melankukan digital transformation yang mengusung konsep digitalization, smart data, dan transformation (full integration). Beberapa sistem yang tengah dikembangkan antara lain, Armada, BKI Mobile App, Potret Checklist, iSee, Green Padma, BKI RMS, BKI Loadline, BKI Dewaruci, dan BKI One Gate System.

Seperti halnya yang dikatakan oleh Peneliti Divisi Riset dan Pengembangan Penelitian dan Aplikasi Teknik dari Badan Klasifikasi Indonesia (BKI), Trivan Indrawan S.T.

Latest News

  • SEATRANS SUPER SAILING REBORN 2022 GOES TO LABUAN BAJO

    Bertajuk Seatrans Super Sailing (Triple S) Reborn, kegiatan tahunan Departemen Teknik Transportasi Laut ini kembali hadir setelah 2 (dua)

    23 Sep 2022
  • Perdana! Kuliah Tamu Luring setelah Pandemi Bersama Praktisi Korea

    Kampus ITS, Seatrans News –  Setelah melewati masa pandemi dengan seluruh kegiatan diadakan daring. Saat ini kegiatan perkuliahan dapat

    08 Jun 2022
  • Peringati Hari Jadi Ke-10, Departemen Teknik Transportasi Laut Luncurkan Buku SEATRANS X

    Kampus ITS, Seatrans News – Sebagai salah satu wujud syukur sekaligus perayaan hari jadi ke-10 Departemen Teknik Transportasi Laut

    11 Jan 2022