News

Pelabuhan di Pesisir Utara Jawa Tengah Rawan Tenggelam

Kam, 16 Apr 2020
10:38 am
Berita
Share :
Oleh : Sea Transportation   |

Ilustrasi Pelabuhan di Pesisir Utara Jawa Tengah (sumber : dokumentasi pribadi)

Kawasan pesisir merupakan kawasan yang sangat dinamik dan memiliki potensi sumber daya yang cukup besar. Kondisi morfologinya yang relatif datar menyebabkan kawasan pesisir dapat diakses dengan mudah sehingga berkembang menjadi pusat ekonomi suatu daerah dan ditunjang juga dengan potensi wilayah yang besar. Akan tetapi, kawasan pesisir juga merupakan wilayah yang sangat rentan terhadap bahaya seperti banjir, genangan, dan penurunan tanah. Dampak dari bencana tersebut akan semakin meluas apabila tidak segera ditangani dengan tepat.

Aktivitas perekonomian pada daerah pesisir utara Pulau Jawa didominasi dengan pelabuhan. Pelabuhan memiliki peran vital pada suatu daerah karena dapat menjadi support system bagi hinterland di belakangnya . Pelabuhan dapat menjadi pintu gerbang suatu wilayah karena seluruh aliran distribusi barang maupun orang yang melalui jalur laut pasti akan melewati pelabuhan. Pada pesisir utara Provinsi Jawa Tengah terdapat tiga pelabuhan yang sedang beroperasi. Pelabuhan tersebut  meliputi Pelabuhan Tanjung Emas, Pelabuhan Kendal, dan Pelabuhan Batang.

Ketiga pelabuhan tersebut berada di bawah Pelindo 3 cabang regional Jawa Tengah. Satu diantara ketiga pelabuhan tersebut merupakan salah satu pelabuhan utama di Indonesia yaitu Pelabuhan Tanjung Emas. Pelabuhan Tanjung Emas tidak hanya melayani kapal antar pulau, namun juga melayani kapal yang berasal dari internasional. Pelabuhan Tanjung Emas merupakan pelabuhan terbesar ketiga setelah Pelabuhan Tanjung Priok dan Tanjung Perak yang terletak di Kota Semarang, ibu kota Provinsi Jawa Tengah.

Kota Semarang sebagai Ibukota Provinsi Jawa Tengah memiliki karakteristik geografis yang unik dimana wilayah Semarang terbagi menjadi dua, yaitu dataran rendah di bagian utara dan dataran tinggi di bagian selatan. Wilayah Semarang bagian utara merupakan dataran rendah yang berada di pesisir pantai utara Pulau Jawa. Kegiatan industri dan fasilitas umum perkotaan seperti perkantoran, perdagangan, jasa, pendidikan, kesehatan serta sarana transportasi (Bandara Ahmad Yani, stasiun kereta api tawang dan poncol, pelabuhan tanjung emas dan terminal terboyo) berada di wilayah tersebut. Sedangkan wilayah Semarang bagian selatan merupakan daerah perbukitan, yang dimanfaatkan sebagai lahan konservasi, area pemukiman, wisata alam, dan pendidikan

Dalam waktu 40 tahun terakhir, Semarang telah mengalami banjir rob. Banjir ini menggenangi beberapa tempat di pesisir kota Semarang saat terjadi air laut pasang. Telah diketahui faktor penyebab naiknya muka air laut ini dikarenakan adanya factor pemanasan global, perubahan tata guna lahan, buruknya sistem drainase, dan penurunan muka tanah. Penurunan muka tanah merupakan factor yang paling dominan dan menjadi sorotan dalam upaya mitigasi pesisir utara Pulau Jawa, khususnya di Jawa Tengah.

Penurunan muka tanah atau land subsidence merupakan fenomena perubahan ketinggian muka tanah yang berlangsung dalam kurun waktu singkat atau lama yang persebarannya tidak merata di setiap lokasi. Besar laju penurunan tanah yang terjadi di Semarang bervariasi antar setiap wilayah. Secara umum, semakin mendekati garis pantai, maka laju penurunan tanah akan semakin besar. Dimana laju penurunan tanah terbesar berada di kawasan Pelabuhan Tanjung Emas (Semarang Utara) sebesar 4-12 cm/tahun. Kondisi eksisting dari elevasi tanah yang lebih rendah dari muka air laut menyebabkan semakin besarnya laju penurunan muka tanah.

Penurunan muka tanah telah lama terjadi di Kota Semarang dan telah banyak dilakukan penelitian mengenai fenomena ini. Kota Semarang telah mengalami fenomena ini lebih dari 100 tahun yang lalu. Terbukti dengan terjadinya perluasan wilayah pesisir, retakan bangunan infrastruktur, dan peningkatan intrusi air pedalaman di area terdampak bencana. Bukti lain akibat terdampaknya penurunan muka tanah adalah dengan dilakukannya peninggian badan jalan yang diikuti dengan peninggian bagian lantai rumah yang berada di sekitaran jalan. Jika peninggian dilakukan terus-menerus, maka lama-kelamaan jarak antara lantai dengan atap rumah semakin memendek. Tidak hanya Semarang, penurunan tanah juga terjadi di Kota Pekalongan, Kabupaten Demak, Kabupaten Kendal bagian barat dan beberapa daerah lainnya di sepanjang pesisir utara Pulau Jawa.

Fenomena ini tentunya merugikan masyarakat yang terdampak. Kerugian sosial dan ekonomi akibat penurunan tanah hingga mengakibatkan banjir rob ini tidak sedikit. Secara sepintas, banjir yang menggenangi permukiman warga dan pertokoan di Kota Lama telah mereduksi pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut. Hal ini ditandai dengan semakin banyaknya unit-unit ruko atau bangunan yang ditinggalkan. Rusaknya jejak-jejak historis berupa bangunan-bangunan kuno peninggalan Belanda sebagai situs budaya yang harus dilindungi keutuhannya.

Namun kerugian terbesar akibat fenomena ini dirasakan oleh kawasan pelabuhan, dimana penurunan tanah paling besar berada di wilayah pesisir. Hal ini dapat dilihat pada pelabuhan Tanjung Emas Terminal Petikemas Semarang. Pada area dermaga pelabuhan, dibangun tembok dengan tinggi sekitar satu meter sebagai pembatas antara dermaga dengan laut. Tembok ini dibangun dikarenakan sudah semakin dekatnya jarak antara permukaan air laut dengan dermaga. Jika tidak ada tembok, air laut akan menggenangi dermaga saat terjadi air laut pasang. Tentunya genangan air akan mengganggu kegiatan operasional pelabuhan. Tidak hanya membangun tembok, dermaga dan lapangan penumpukan juga dilakukan peninggian dan pemerataan tanah. Terlihat dermaga baru memiliki tinggi satu meter diatas dermaga lama dan terdapat beberapa lapangan penumpukan yang sudah ditinggikan.

Penurunan tanah mengakibatkan perbedaan ketinggian tanah. Hal tersebut juga menyulitkan pihak operator pelabuhan terminal petikemas dikarenakan untuk meletakkan crane membutuhkan dataran yang datar. Crane akan secara otomatis mendeteksi perbedaan ketinggian tanah. Jika perbedaan ketinggian tanah sangat signifikan, maka alat tidak dapat digunakan. Tidak hanya itu, lapangan penumpukan lama juga sering mengalami banjir rob akibat air laut pasang dan alur pelabuhan terjadi pendangkalan akibat sedimentasi. Fenomena ini sangat merugikan pihak operator pelabuhan karena diperlukan anggaran lebih untuk pembangunan berkala infrastruktur pelabuhan dan pengerukan alur pelabuhan.

Penanggulangan banjir rob dapat dilakukan dalam skala regional, lokal, atau bahkan spesifik pada satu unit bangunan saja. Sebagai contoh, rumah-rumah penduduk di sekitar Pelabuhan Tanjung Mas dan Jalan Ronggo Warsito, yang selalu menjadi langganan banjir, mengantisipasi penurunan muka tanah dan banjir dengan cara menimbun halaman dan membuat tanggul-tanggul sederhana. Meninggikan tanggul sungai untuk mencegah meluapnya air sungai pada saat pasang termasuk untuk mengantisipasi meluapnya sungai akibat debit banjir kiriman dari hulu. Bahkan pengelola Stasiun Tawang – Semarang pun telah menaikkan pelataran parkirnya untuk mencegah terendamnya kendaraan pada musim rob.

Berdasarkan model stream line, Kali Semarang sudah tidak berfungsi secara optimal untuk mengalirkan air, sehingga perlu dilakukan normalisasi dengan pengerukan dan penanggulan. Penanggulan dimaksudkan untuk mentransformasi fungsi Kali Semarang dari sekedar alur pengaliran air menjadi tempat penampungan air atau long storage. Untuk perencanaan pencegahan rob hingga Tahun 2030, maka tanggul Kali Semarang yang water resistant harus dibangun melewati kawasan Pasar Johar hingga daerah Kembangsari. Konsep long storage ini dimaksudkan agar air laut tidak masuk ke jalur air (sungai) yang kemudian dapat menimbulkan banjir rob akibat laut sama dengan atau lebih tinggi dari daratan. Saat turun hujan, long storage dapat menampung sementara air hujan, kemudian dilakukan pemompaan untuk membuang air sungai ke laut menggunakan diesel.

Sebagai upaya mitigasi bencana penurunan tanah yang terus-menerus terjadi setiap tahun, maka diperlukan survei untuk memonitor penurunan tanah di setiap titik wilayah terutama di sekitar pesisir utara. Survei ini dilakukan dengan bantuan teknologi. Dengan adanya pengukuran ketinggian permukaan tanah secara berkala, kita dapat mengetahui eksisting perbedaan ketinggian daratan dan laut sebagai langkah antisipasi bencana.

Dikutip dari UNOOSA, GNSS (Global Navigation Satellite System) merupakan suatu sistem satelit yang terdiri dari konstelasi satelit yang menyediakan informasi waktu dan lokasi, memancarkan macam-macam sinyal dalam bentuk frekuensi secara terus menerus dan tersedia di semua lokasi di atas permukaan bumi. Metode survei GNSS adalah dengan melakukan pengamatan pada titik titik yang telah di sebar dia area yang akan diamati, kemudian dilakukan pengamatan dengan GNSS selama selang waktu yang telah ditentukan, secara periodik dan berkelanjutan untuk menentukan koordinatnya secara teliti.

Pengamatan yang dilakukan akan menghasilkan koordinat yang berbeda dari waktu ke waktu sehingga dapat dihitung dan dipelajari pola dan kecepatan perubahan koordinat titik pengamatan tersebut. Dengan adanya survei menggunakan teknologi, diharapkan data yang di dapat dan diolah mendekati keakuratan.Selain itu, mitigasi bencana dapat dilakukan dengan menanam bakau sebagai solusi pemecah ombak. Sehingga ketika mendekati garis pantai, gelombang air laut sudah tidak terlalu tinggi dan berpotensi membuat banjir rob.

Sumber. Reza Adzindani Wirawan. Darmo Bambang Yuwono. Sabri L.M..2019.Pengamatan Penurunan Muka Tanah Tanah Kota Semarang Metode Survei GNSS Tahun 2018.Semarang.Jurnal Geodesi Undip

Ditulis Oleh:
Rizka Oktaviana
Mahasiswa Departemen Teknik Transportasi Laut
Angkatan 2017

Latest News

  • Mahasiswa Baru Lebih Mengenal SEATRANS ITS lewat OKKBK 2021

    Penyampaian materi Pengenalan Laboratorium dan Kepustakaan oleh salah satu Dosen DTTL ITS, Bapak Hasan Iqbal Nur, S.T., M.T. Kampus

    02 Sep 2021
  • Pengalihan Alur Pelayaran Batu bara Menyelamatkan Karimunjawa

      Karimunjawa merupakan kepulauan yang berada di kabupaten Jepara, Jawa Tengah, yang memiliki wisata Taman Laut yang menjadi primadona

    14 Okt 2020
  • Seatrans ITS Ajak Mahasiswa Baru Keliling Kapal Virtual Bersama PELNI Lifestyle

    Kampus ITS, Seatrans News — Departemen Teknik Transportasi Laut (DTTL) ITS melalui Himpunan Mahasiswa DTTL (Himaseatrans) bekerja sama dengan

    01 Okt 2020