News

Bongkar Muat Jadi Mudah dengan iStow

Kam, 26 Sep 2019
8:18 am
Berita
Share :
Oleh : Admin-Teknik Transportasi Laut   |

Aplikasi Perancangan Stowage Plan By iSTOW

Apakah anda mengetahui atau pernah mendengar aplikasi iStow? Bagi mahasiswa maupun dosen dengan studi yang mendalami perihal pemuatan kapal atau pekerja yang bekerja di pelabuhan mungkin sudah tidak asing lagi dengan aplikasi ini. iStow merupakan sebuah aplikasi yang diciptakan untuk membantu mempermudah proses penataan muatan sesuai dengan standar aturan stabilitas. iStow merupakan hasil penelitian Laboratorium Telematika Transportasi Laut, Departemen Teknik Transportasi Laut (DTTL) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) yang diciptakan oleh Dr-Ing Setyo Nugroho.

Aplikasi ini dilatarbelakangi oleh adanya permasalahan penataan muatan ketika Dosen DTTL ini bekerja di Meratus setelah menyelesaikan pendidikan masternya di negeri kincir angin, Belanda. Saat itu, terjadi kecelakaan dimana sebuah kapal peti kemas di pelabuhan Tanjung Perak tenggelam. Tak hanya sekali, kecelakaan tersebut sudah sering dialami berbagai perusahaan pelayaran di Indonesia.

Setelah dilakukan analisis, penyebab beberapa kecelakaan tersebut merupakan satu hal yang sama, yakni permasalahan stabilitas muatan kapal. “Permasalahan tersebut menjadi sangat serius. Terkadang orang lupa ketika menghitung muatan yang sebenarnya sepuluh ton tetapi diinformasikan hanya lima ton saja”, ujar dosen yang juga terlibat penuh dalam penanganan masalah tersebut.

Ditambah, pengawasan perhitungan muatan yang masih dilakukan secara manual menjadi salah satu penyebab kurang tepatnya data yang diinput. Beliau juga mengatakan bahwa untuk mendapatkan hasil perhitungan yang tepat dan akurat dalam proses bongkar muat barang membutuhkan waktu yang cukup lama, sedangkan yang sudah terjadi selama ini adalah proses bongkar muat terjadi begitu cepat. Akibatnya terjadilah kapal tenggelam karena kelebihan muatan akibat ketidakakuratan perhitungan dan penataan muatan.

Hasil analisis tersebut yang menjadi dasar bagi pakar bidang Telematika Transportasi Laut ini melakukan penelitian dan menciptakan aplikasi iStow. Proses pembuatannya membutuhkan waktu cukup lama, selama satu tahun. Dengan bentuk awal berbasis web, iStow diuji coba pertama kali oleh kapal milik PT Samudera Indonesia. Melalui uji coba tersebut, perusahaan pelayaran nasional tersebut merasakan manfaatnya dan mulai menggunakan aplikasi iStow pada kapalnya yang lain meski pada saat itu iStow masih belum terverifikasi.

Seiring berjalannya waktu, berbagai pihak mulai melirik kualitas dan keunggulan aplikasi ini. Beberapa tahun setelah uji coba perdana, iStow mulai didaftarkan untuk diverifikasi. iStow sendiri merupakan produk dalam negeri pertama yang memenuhi standar kualitas industri nasional dan internasional. Berikut merupakan sertifikasi iStow oleh anggota International Association of Classification Societies (IACS) :

  • Biro Klasifikasi Indonesia / BKI (2017)
  • Nippon Kaiji Kyokai / ClassNK (2018)
  • Registro Italiano Navale / RINA (on going)
  • Indian Register of Shipping / IRS (on going)
  • Lloyd’s Register / LR (dijadwalkan 2019)

Tak hanya diperuntukkan bagi kapal peti kemas, saat ini aplikasi iStow sudah bisa digunakan untuk jenis kapal lain, mulai dari kapal kargo, kapal tanker, kapal LNG, serta kapal LPG. Terus menerus dikembangkan, iStow untuk kapal LCT dan kapal ferry sedang dalam penggarapan.

Dilengkapi dengan beragam fitur mulai dari pencatatan beban muatan, perhitungan otomatis, pengecekan terhadap regulasi International Maritime Organization (IMO), input data fleksibel, dokumen siap cetak, aplikasi yang terintegrasi, serta kolaboratif membuat aplikasi ini sangat layak untuk digunakan. Selain itu, aplikasi ini mudah dipelajari dan digunakan.

Tak hanya untuk menghitung beban muatan pada kapal, iStow juga dapat menghitung pendapatan yang dihasilkan. Sebagai contoh, dalam 1 truk mengangkut beban 10 ton dengan nilai muatan sebesar Rp. 10.000,- /ton, maka pendapatan yang diperoleh dari 1 truk yang diangkut sebanyak Rp. 100.000,. Dengan adanya data inilah, transparansi pendapatan tiap kapal menjadi akuntabel.

Menggunakan metode Artificial Intelligent (AI), aplikasi ini tergolong mudah untuk digunakan. Hanya saja untuk beberapa jenis kapal, perhitungan shear process dan bending moment diperlukan untuk mengoperasikannya. Hingga saat ini, iStow mampu diaplikasikan di berbagai jenis Sistem Operasi seperti Linux, Windows, dan Mac. “Harapannya dapat menjadi aplikasi multiplatform, direncanakan tersedia untuk OS Android,” tambah Pak Setyo.

Aplikasi iStow bukan hanya bermanfaat dalam proses bongkar muat saja, namun juga bermanfaat dalam bidang pendidikan. Hal tersebut didukung dengan adanya peraturan pemerintah yang mewajibkan sekolah pelayaran di seluruh dunia menggunakan tools seperti iStow untuk pembelajaran. Sejak 2009, iStow sudah digunakan sebagai salah satu mata kuliah di Politeknik Maritim Negeri Indonesia (POLIMARIN) Semarang. “Gunanya agar mahasiswa bisa belajar, sebagai pedoman dalam dunia maritim juga, khususnya perihal bongkar muat,” tandas pria berkacamata tersebut. Karena kebermanfaatan iStow inilah, kedepan akan selalu dilakukan penelitian untuk mengembangkan aplikasi ini. “Semoga dapat menjadi lebih bermanfaat dan semakin mudah digunakan oleh banyak orang,” pungkas Pak Setyo.

Penulis: Charisma Ayu M. & Dina Fatimatuz Z.
Editor: Yusri Rahmatul I.

Latest News

  • Perdana! Kuliah Tamu Luring setelah Pandemi Bersama Praktisi Korea

    Kampus ITS, Seatrans News –  Setelah melewati masa pandemi dengan seluruh kegiatan diadakan daring. Saat ini kegiatan perkuliahan dapat

    08 Jun 2022
  • Peringati Hari Jadi Ke-10, Departemen Teknik Transportasi Laut Luncurkan Buku SEATRANS X

    Kampus ITS, Seatrans News – Sebagai salah satu wujud syukur sekaligus perayaan hari jadi ke-10 Departemen Teknik Transportasi Laut

    11 Jan 2022
  • Mahasiswa Baru Lebih Mengenal SEATRANS ITS lewat OKKBK 2021

    Penyampaian materi Pengenalan Laboratorium dan Kepustakaan oleh salah satu Dosen DTTL ITS, Bapak Hasan Iqbal Nur, S.T., M.T. Kampus

    02 Sep 2021