Posisi Indonesia yang terletak di kawasan tektonik aktif dan berada di kawasan katulistiwa memberi berkah bagi negara, karena telah membentuk sumberdaya alam geologi yang sangat bermanfaat tapi juga bisa menjadi sumber bencana.
Pengembangan geopark terbukti memberikan konstribusi terhadap ekonomi lokal dan memberikan manfaat terhadap terjaganya warisan alam dan budaya, pengayaan intelektual dan edukasi. Pengembangan geopark berkonstribusi pada pencapaian 10 dari 17 tujuan Sustainable Development Goals (SDGs).
Pengembangan kawasan geopark yang berdekatan atau berada di kawasan bencana memerlukan perhatian khusus bagi semua pihak, seperti geopark kawasan gunung api aktif, geopark kawasan pantai rawan tsunami dsb. Pemerintah sebagai penanggung jawab utama pengembangan kawasan geopark rawan bencana disarankan mempunyai rencana kontingensi yang jelas saat terjadi emergensi bencana dan para stakeholder mengetahui dan memahami rencana tersebut termasuk pemandu geowisata.
Pemandu geowisata yang baik tidak hanya meningkatkan pengalaman perjalanan bagi wisatawan, namun juga bertanggung jawab untuk memastikan perjalanan tersebut berdampak positif pada destinasi dan meminimalkan dampak negatif.
Kami Teknik Geofisika ITS, MAGI, MAGETI, PERPIGI, PPSDM GEOMINERBA, IAGI, Kemenparekraf dan IAGI Pengda Jatim akan menyelenggarakan webinar Karakter Geopark Indonesia dan Kebutuhan Pemandu Khusus Geowisata bersama:
Keynote Speaker :
Pemberi Sambutan :
Narasumber :
Dr. Ir. HERYADI RAHMAT, M.M. (Ketua Perkumpulan Pemandu & Interpreter Geowisata Indonesia – PERPIGI)
Penanggap :
FAISAL, MM.Par, CHE. (Kepala Pusbang SDM Pariwisata dan Ekonomi Kreatif)
Moderator:
pada :
Materi dapat diakses melalui link dibawah ini:
SURABAYA, geofisika.its.ac.id – The Department of Geophysical Engineering at the Faculty of Civil, Planning, and Geo Engineering (FTSPK), Institut
Air yang Kita Racuni, Krisis yang Kita Warisi Dari sungai-sungai Indonesia hingga laut lepas, pencemaran air telah menjadi ancaman
SURABAYA, TG ITS — Dalam rangka mewujudkan rencana strategis perluasan kontribusi ilmiah di sektor kebumian, Institut Teknologi Sepuluh Nopember