SURABAYA, TG ITS — Dalam rangka memperkuat pemahaman praktis mengenai tatanan geologi regional dan sistem petroleum, Departemen Teknik Geofisika, Fakultas Teknik Sipil, Perencanaan, dan Kebumian (FTSPK) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) sukses menyelenggarakan kegiatan lapangan akademis bertajuk “Kuliah Lapangan Cekungan Sedimen Jawa Timur Utara”. Kegiatan intensif ini dilaksanakan pada hari Sabtu, 13 Juni 2026.
Kuliah lapangan ini menyasar dua lokasi geologi strategis di Jawa Timur, yaitu Gunung Pegat di Kabupaten Lamongan dan Kepuh Kelagen di Kabupaten Gresik. Kedua lokasi ini dipilih karena memiliki singkapan batuan yang sangat representatif untuk mempelajari karakteristik serta dinamika pengendapan cekungan sedimen.
Dokumentasi Kuliah Lapangan saat di Gunung Pegat Kabupaten Lamongan
Tujuan utama dari diselenggarakannya kegiatan ini adalah untuk memberikan kesempatan bagi para mahasiswa dalam mempelajari secara langsung potensi hidrokarbon (minyak dan gas bumi) serta tatanan stratigrafi yang ada di wilayah Cekungan Sedimen Jawa Timur Utara. Kawasan ini dikenal secara luas di industri energi sebagai salah satu cekungan matang (mature basin) yang kaya akan cadangan hidrokarbon di Indonesia.
Untuk memberikan wawasan yang komprehensif dan mendalam, Departemen Teknik Geofisika ITS menghadirkan pakar geologi terkemuka sebagai narasumber utama di lapangan, yaitu Salahuddin, Ph.D. Beliau merupakan dosen senior dari Departemen Teknik Geologi Universitas Gadjah Mada (UGM) sekaligus menjabat sebagai Ketua Asosiasi Program Studi Teknik Geologi Indonesia. Di bawah bimbingan beliau, mahasiswa diajak untuk melakukan korelasi data, mengidentifikasi lapisan batuan sedimen, serta menganalisis komponen sistem petroleum (source rock, reservoir, seal, dan trap) secara langsung pada singkapan di lapangan.
Dokumentasi Kuliah Lapangan saat di lokasi Kepuh Kelagen, Kabupaten Gresik
Kegiatan lapangan ini diikuti oleh kombinasi peserta lintas jenjang studi di lingkungan Departemen Teknik Geofisika ITS. Peserta terdiri dari mahasiswa program Sarjana (S1) yang sedang menempuh mata kuliah “Prinsip Stratigrafi”, serta didampingi oleh mahasiswa program Magister (S2).
Integrasi antara mahasiswa S1 dan S2 dalam satu forum lapangan ini sengaja dirancang untuk menghidupkan iklim diskusi akademis yang lebih kaya. Mahasiswa Sarjana dapat mengaplikasikan teori dasar stratigrafi dan sedimentologi yang telah dipelajari di ruang kelas, sementara mahasiswa Magister dapat memperdalam analisis geologi bawah permukaan dengan studi kasus riil yang lebih kompleks.
Melalui komitmen penyelenggaraan kuliah lapangan yang berkualitas dan terpandu bersama pakar di keilmuan yang terkait, Departemen Teknik Geofisika ITS terus berupaya mencetak lulusan sarjana maupun magister kebumian yang kompeten, adaptif, dan siap berkontribusi nyata dalam industri energi serta eksplorasi sumber daya alam nasional. (Humas/TG)
SURABAYA, TG ITS — Dalam rangka memperkuat pemahaman praktis mengenai tatanan geologi regional dan sistem petroleum, Departemen Teknik Geofisika,
SURABAYA, TG ITS — Sebagai bentuk hilirisasi dan diseminasi hasil pembelajaran di kelas, mahasiswa Angkatan 2025 Departemen Teknik Geofisika,
Teori di ruang kelas kini bertransformasi menjadi aksi nyata di lapangan! Mahasiswa Departemen Teknik Geofisika ITS baru saja sukses