MEMBANGUN MASYARAKAT TANGGUH INDONESIA
Selama ini sebagian besar masyarakat masih menganggap bencana sebagai sesuatu musibah/takdir yang harus dan layak diterima oleh masyarakat. Usulan upaya penanganan/pencegahan sebelum tejadi bencana masih dianggap suatu upaya yang mengada-ada. Bahkan ada beberapa daerah masih tabu membicarakan bencana takut kuwalat (terjadi sungguhan). Akibat pandangan itu kita terkena bencana yang sama berulang ulang tanpa melakukan apa apa, padahal korban sudah berjatuhan, kerusakan dan kerugian sudah cukup banyak,
Sebuah kenyataan yang harus diingat dan harus diterima oleh seluruh rakyat Indonesia bahwa secara geologis dan klimatologis Indonesia rawan bencana. Sebagian wilayah Indonesia rawan gempa, dan sebagian wilayah pantainya rawan tsunami. Pada saat musim hujan muncul ancaman banjir, longsor, angin kencang, ombak tinggi , saat kemarau ada sebagian wilayah kekeringan dan kekurangan air bersih. Peristiwa itu terus berlangsung dan terus berulang dengan periode tertentu.
Background tersebut yang melatarbelakangi Webinar:
Topik:
Narasumber:
Moderator:
Pelaksanaan:
IKA TG-ITS Present: ALUMNI TALKS: BEYOND THE DEGREE “Skills to Navigate Your Next Chapter” What happens after graduation? The
Laporan Badan Geologi Kementerian ESDM, aktivitas Gunung Anak Krakatau (GAK) sejak 2 Juli 2026 berada pada Level III atau
Situs Gunung Padang Cianjur Setelah sempat berhenti lebih dari 10 tahun mengemuka kembali, bahkan kembali melanjutkan penelitan setelah acara