MEMBANGUN MASYARAKAT TANGGUH INDONESIA
Selama ini sebagian besar masyarakat masih menganggap bencana sebagai sesuatu musibah/takdir yang harus dan layak diterima oleh masyarakat. Usulan upaya penanganan/pencegahan sebelum tejadi bencana masih dianggap suatu upaya yang mengada-ada. Bahkan ada beberapa daerah masih tabu membicarakan bencana takut kuwalat (terjadi sungguhan). Akibat pandangan itu kita terkena bencana yang sama berulang ulang tanpa melakukan apa apa, padahal korban sudah berjatuhan, kerusakan dan kerugian sudah cukup banyak,
Sebuah kenyataan yang harus diingat dan harus diterima oleh seluruh rakyat Indonesia bahwa secara geologis dan klimatologis Indonesia rawan bencana. Sebagian wilayah Indonesia rawan gempa, dan sebagian wilayah pantainya rawan tsunami. Pada saat musim hujan muncul ancaman banjir, longsor, angin kencang, ombak tinggi , saat kemarau ada sebagian wilayah kekeringan dan kekurangan air bersih. Peristiwa itu terus berlangsung dan terus berulang dengan periode tertentu.
Background tersebut yang melatarbelakangi Webinar:
Topik:
Narasumber:
Moderator:
Pelaksanaan:
SURABAYA – Kabar membanggakan kembali datang dari mahasiswa Departemen Teknik Geofisika Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). Tim Geothermics sukses
Departemen Teknik Geofisika ITS menyelenggarakan Kuliah Tamu: “DESIGN THINKING AND ITS APPLICATION” bersama Narasumber: Helmi Indrajaya Assistant to The Board
🌍💻 Oh behalf of Department of Geophysical Engineering and HAGI, we