UNESCO Global Geopark (UGGp) merupakan kawasan geografis yang memiliki warisan geologi bernilai internasional dan dikelola dengan konsep pelindungan, edukasi, serta pembangunan berkelanjutan. Artinya UGGp tidak hanya berfokus pada keindahan alam tapi menghubungkan warisan geologi dengan budaya, sejarah, dan kehidupan masyarakat setempat. Karena itu, kawasan geopark tidak sekadar menjadi destinasi wisata, tetapi ruang edukasi dan konservasi lingkungan.
Pengelolaan kawasan melibatkan masyarakat lokal secara langsung, mulai dari pemerintah daerah, pelaku wisata, komunitas, hingga warga sekitar dengan tujuan dapat berkembang secara berkelanjutan sekaligus memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat. UGGp mendorong kesadaran tentang pentingnya menjaga lingkungan, penggunaan sumber daya alam secara berkelanjutan, hingga mitigasi bencana dan perubahan iklim.
UNESCO Global Geopark berjumlah 229 yang tersebar di 50 negara di dunia. Indonesia mempunyai 12 Geopark Internasioanl dan Jawa Timur menyumbang dua kawasan, yaitu UGGp Ijen dan UGGp Gunung Sewu yang membentang lintas tiga provinsi, yaitu Kabupaten Gunung Kidul Daerah Istimewa Yogyakarta, Kabupaten Wonogiri Provinsi Jawa Tengah, dan Kabupaten Pacitan Provinsi Jawa Timur. Saat ini Indonesia mempunyai 11 geopark nasional dan Jawa Timur ada 2 yaitu, Geopark Bojonegoro dan Geopark Tulungagung. Geopark Bojonegoro sedang menuju geopark internasional.
Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Timur selalu menegaskan komitmen untuk terus memperkuat koordinasi dan kolaborasi dengan pemerintah kabupaten untuk memastikan proses validasi berjalan optimal dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat di kawasan geopark. Selanjutnya pengembangan geopark di Jawa Timur merupakan bagian dari strategi pelestarian warisan geologi, penguatan identitas budaya, serta pengembangan ekonomi berkelanjutan berbasis potensi lokal di berbagai daerah.
Pengenalan Kawasan geopark internasional dan nasional kepada masyarakat umum khususnya akademisi sangat berarti karena sangat diharapkan ada simbiose mutualisme keduanya. Bagi masyarakat bisa muncul ide yang sama untuk mengembangkan wilayahnya menjadi bagian pelestarian warisan geologi, penguatan identitas budaya, serta pengembangan ekonomi berkelanjutan berbasis potensi local. Sedangkan bagi akademisi sangat diharapkan melakukan penelitian di kawasan geopark dan dipublikasikan sehingga bisa menambah nilai internasional kawasan geopark tersebut.
Untuk mahasiswa Geopark (Taman Bumi) berfungsi sebagai laboratorium alam terbuka yang sangat penting, khususnya dari bidang geoologi, geofisika, geografi, teknik pertambangan, biologi, sosial budaya, disain grafis, pariwisata, kuliner dsb. Misalnya sebagai laboratorium Geologi lapangan maka mahasiswa dapat mengamati langsung struktur batuan, lapisan tanah, sesar, lipatan, hingga fosil di alam nyata. Geopark Bojonegoro untuk struktur geologi, atau Geopark Tulungagung bisa belajar manusua purba. Mahasiswa lainnya bisa tertantang mengembangkan geowisata dan ekonomi Kreatif: Mahasiswa dari departemen pariwisata atau manajemen dapat merancang konsep sustainable tourism (pariwisata berkelanjutan) dan strategi branding bagi kawasan geopark.
Kami Departemen Teknik Geofisika ITS dan Kementerian Pariwisata, Geopark Bojonegoro serta Geopark Tulungagung menyelenggarakan webinar bersama:
Keynote Speaker:
Narasumber:
Penanggap:
Moderator:
MC:
Mar bergabung dalam webinar ini yang akan diselenggarakan pada:
Penyelenggaraan webinar ini menjadi bentuk komitmen Teknik Geofisika ITS terhadap SDG 4 (Quality Education)
UNESCO Global Geopark (UGGp) merupakan kawasan geografis yang memiliki warisan geologi bernilai internasional dan dikelola dengan konsep pelindungan, edukasi,
SURABAYA, Teknik Geofisika ITS – Suasana haru dan suka cita menyelimuti Selasar Gedung Departemen Teknik Geofisika, Fakultas Teknik Sipil,
SURABAYA, Teknik Geofisika ITS – Departemen Teknik Geofisika, Fakultas Teknik Sipil, Perencanaan, dan Kebumian (FTSPK) Institut Teknologi Sepuluh Nopember