News

WEBINAR “DISKUSI PERADABAN BENGAWAN BRANTAS#1”

Wed, 26 Aug 2026
11:08 am
Information
Share :
Oleh : dihein   |

Kerajaan Majapahit merupakan kerajaan yang diakui berbagai negara di dunia. Namun wujud utuh kerajaan tersebut sangat sedikit, tinggal jejaknya saja dalam berbagai bentuk seperti prasasti, buku, sastra, artefak, struktur, bangunan dll. Wujud fisik bangunan kerajaan sebagian besar terpendam di kedalaman 1-5 meter di bawah tanah dengan beberapa candi dan gapura terlihat jelas. Sementara temuan lama belum selesai ditafsirkan muncul temuan temuan baru yang mungkin akan memperkuat temuan yang lama tapi bisa jadi akan mengubah narasi sejarah peradaban.

Sir Thomas Stamford Bingley Raffles sebagai gubernur jenderal Hindia-Belanda tahun 1811-1816 memiliki kepedulian tinggi terhadap berbagai aspek budaya di Indonesia, negeri jajahan negaranya. Termasuk pada tinggalan arkeologi. Pengetahuan Raffles akan sejarah kerajaan Majapahit tertulus dalam bukunya History of Java. Kala mengunjungi Majapahit pada 1815, Raffles menempatkan pengetahuan tentang Majapahit sebagai salah satu bahasan penting. Buku Raffles mengungkapkan bahwa telah terjadi pembiaran bahkan perusakan atas bangunan, arca–arca, dan peninggalan kerajaan Hindu Budha, padahal pada masa kerajaan Hindu Budha, bangsa Jawa telah mencapai peradaban yang tinggi. Salah seorang ilmuwan Belanda J.L. Brandes telah menulis jurnal “Een Jayapatra of Acte vanEene Rechterlijke uitspraak van Saka 849”, TBG 32/1889 menyebutkan bahwa sejak abad X Indonesia mempunyai paling tidak ada 10 peradaban asli, yaitu (1) Wayang, (2) Gamelan, (3) Tembang, (4) Batik, (5) Teknologi logam, (6) Sistem mata uang, (7) Pelayaran (maritim), (8) Astronomi, (9) Irigasi, dan (10). Sistem birokrasi. Apa yang ditulis Brandes 1889 menjadi inspirasi agar bisa segera mencari tahu seberapa hebat leluhur pada saat itu.

Peradaban asli ini tentunya sangat menarik untuk dikaji karena ini merupakan budaya original dan genuin bangsa Indonesia saat itu. Ada harapan besar bahwa apa yang kita kaji tersebut bisa kita adopsi untuk peradaban saat ini dan yang akan datang.

Untuk itu, Departemen Teknik Geofisika ITS bekerjasama dengan Komunitas Begandring Soerabaia menyelenggarakan Webinar dengan topik:

  • “DISKUSI PERADABAN BENGAWAN BRANTAS#1

bersama Narasumber I:

  • TP Piknik Wijoyo (Peneliti Sejarah Komunitas Begandring Soerabaia)

Narasumber II:

  • Firman Syaifuddin (Dosen Teknik Geofisika ITS)

Narasumber III:

  • Yayan Indrayana (Peneliti Sejarah Komunitas Begandring Soerabaia)

Penanggap I:

  • dr. Sudi Hardjanto (Founder Komunitas Sidoarjo Masa Kuno)

Penanggap II:

  • AH Thony (Pemerhati Sejarah)

Moderator:

  • Eva Nurma (Pemerhati Sejarah)

Pemberi Opening Speech:

  • Amien Widodo  (Dosen Teknik Geofisika ITS)

Pemberi Closing Speech:

  • Ahmad Zaki Yamani (Ketua Umum Komunitas Begandring Soerabaia)

yang diselenggarakan pada:

  • Sabtu, 29 Agustus 2026
  • 13.30-16.00 WIB
  • Zoom: its.id/webinargeofisika

Kuliah Tamu ini terbuka untuk umum,

 

Latest News

  • WEBINAR “DISKUSI PERADABAN BENGAWAN BRANTAS#1”

    Kerajaan Majapahit merupakan kerajaan yang diakui berbagai negara di dunia. Namun wujud utuh kerajaan tersebut sangat sedikit, tinggal jejaknya

    26 Aug 2026
  • Guest Lecture by Pertamina Hulu Energi: “Regional Geology, Structural and Stratigraphic Analysis on HC Exploration: East Java Basin Cas”

    Dalam rangka memperkaya wawasan praktis serta memperkuat pemahaman aplikatif di bidang eksplorasi minyak dan gas bumi, Departemen Teknik Geofisika

    20 Aug 2026
  • “Soroti Potensi Seismik Pasca Gempa NTT, Pakar Geofisika ITS Kupas Mitigasi Megathrust dalam Program Dialog Inspirasi RRI”

    Peristiwa gempa bumi yang melanda wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) baru-baru ini kembali menyita perhatian publik mengenai pentingnya mitigasi

    18 Aug 2026