News

Virtual Trip “Mlaku Mlaku Nang Borobudur Ndelok Kapal Leluhur” – 8th Dies Natalis Series

Tue, 23 Jun 2020
8:52 am
Agenda
Share :
Oleh : Admin-Teknik Geofisika   |

Candi ini berbentuk tapak persegi ukuran panjang ± 123 m, lebar ± 123 m dan tinggi ± 42 m. Andesit yg digunakam sekitar 60.000 meter kubik dan berjumlah 2.000.000 balok batu dipotong, dipahat dan dirangkai saling mengunci (interlock) menutupi sebuah bukit kecil. Kalau zaman sekarang kita sebut BANGUNAN LEGO, artinya si peracang LEGO meniru cara membangun Borobudur. Ukuran Dimensi balok batuan berkisar 25 x 10 x 15 cm dengan berat jenis 1,6-2,0 t/m3 maka berat per potongan batu sekitar 7,5 – 10 kg.

Candi Borobudur merupakan bangunan yang kompleks terdiri dari 10 tingkat dimana tingkat 1-6 berbentuk persegi dan sisanya bundar. Dinding candi dipenuhi oleh gambar relief sebanyak 1460 panel. Terdapat 505 arca yang melengkapi candi. Jelas untuk bisa melihat seluruh panel tiap lantai butuh waktu lama. Sejarah penemuan Candi Borobudur juga spektakuler sebab ditemukan lagi setelah 1000 tahun terkubur tanah dari abu letusan G.Merapi dan sudah tertutup hutan lebat
Pada tahun 950 M candi ditemukan dan, C terkubur oleh letusan G. Merapi dan baru ditemukan kembali oleh Raffles pada tahun 1814

Berdasarkan tulisan yang terdapat di beberapa batu di Candi Barabudur, para ahli berpendapat bahwa candi ini mulai dibangun sekitar tahun 780 M, pada masa pemerintahan raja-raja Wangsa Sanjaya. Pembangunannya memakan waktu berpuluh-puluh tahun dan baru selesai sekitar tahun 830 M, yaitu pada masa pemerintahan Raja Samaratungga dari Wangsa Syailendra (www.candi.perpusnas.go.id)

Ada satu relief yang fenomenal tentang kapal yang menunjukkan leluhur kita seorang pelaut. Ada tujuh relief bergambar perahu layar yang telah menggunakan layar ganda dan bedcadik (out rigger). Kapal tersebut sudah dibuat replikanya diber nama “Samudra Raksa,”, perahu yang memiliki panjang sekitar 19 m dan lebar 4,25 m. Ekspedisi Perahu Borobudur (Borobudur Ship Expedition) di tahun 2003, Beale membuktikan pelayaran dari Indonesia ke Afrika menggunakan perahu sederhana, berlayar ganda dan bercadik. Berangkat dari Jakarta sampai ke Accra di Afrika Barat, menempuh total jarak layar sejauh 27.000 km dengan butuh waktu hampir enam bulan.

Masa pandemi saat ini, banyak tempat wisata yang tutup atau buka dengan jumlah pengunjung dibatasi.
Untuk itu dalam rangka Dies ke 8 Departemen Teknik Geofisika menyenggarakan kegiatan Mlaku Mlaku Virtual nang Borobudur Sinau Kapal Leluhur

Materi Narasumber bisa diunduh di sini:

Materi

Latest News

  • WEBINAR-18 Geophysical Engineering ITS: “Perubahan Iklim dan Perubahan Garis Pantai”

    WEBINAR-18 DEPARTEMEN TEKNIK GEOFISIKA ITS “Perubahan Iklim dan Perubahan Garis Pantai” Para ahli menyebutkan bahwa perubahan iklim yang terjadi

    10 Aug 2020
  • [Online Seminar #15] Bencana Alam dan Jejak Peradaban di Jawa Timur di Abad 12-14 M

    Seminar Daring #15 Bencana Alam dan Jejak Peradaban di Jawa Timur Abad 12-14 Masehi Kita harus respek atas TEKNOLOGI

    24 Jul 2020
  • Tasyakuran + Launching Ikatan Alumni Teknik Geofisika ITS – Series of 8th Dies Natalis Geophysical Engineering ITS

    #Geophysical Engineering ITS #Teknik Geofisika ITS #Fakultas Teknik Sipil Perencanaan dan Kebumian ITS #Faculty of Civil, Planning and Geo

    04 Jul 2020