Program Doktoral

Visi

Menjadi Program Studi Doktoral (S3) dalam bidang Teknik Fisika, yaitu bidang ilmu rekayasa (engineering) terkini yang berbasis pada keilmuan fisika yang berkualitas, unggul, dan bereputasi internasional.

 

Misi

  1. Melaksanakan pendidikan strata doktoral (S3) dalam bidang keilmuan Teknik Fisika;
  2. Melaksanakan penelitian yang bercirikan: a) aplikasi bidang teknik berbasis Fisika untuk menjawab tantangan akan kebutuhan sains dan teknologi dalam pembangunan nasional; b) antisipasi terhadap trend global pengembangan sains dan teknologi terkini melalui inovasi unggul; dan c) Mampu bersaing (secara sehat, elegan, dan memegang teguh etika akademik yang tinggi) dengan peer mancanegara lainnya dalam pengembangan bidang-bidang keilmuan spesifik terkini yang menjadi fokus pengembangan sebagaimana telah dicanangkan.
  3. Melaksanakan pengabdian kepada masyarakat untuk membantu penyelesaian permasalahan secara nasional dalam bidang interdisiplin;
  4. Melaksanaan pengelolaan pendidikan S3 secara efektif, efisien, dan akuntabel, serta menyebarluaskan semua hasil pengelolaan dalam tridharma.

 

Tujuan

Berdasarkan atas Visi dan Misi yang telah dirumuskan di atas, tujuan dari program studi doktoral dapat dituliskan sebagai berikut:

  1. Mengembangkan bidang keilmuan Teknik Fisika melalui aktivitas pendidikan dan penelitian yang bersifat sinergis, dengan mengoptimalkan ketersediaan sumberdaya yang ada serta terbentuknya jejaring kerjasama akademik dan penelitian dengan institusi sebidang lainnya, baik pada level nasional, regional, dan internasional;
  2. Menghasilkan karya-karya ilmiah yang berkualitas dan bereputasi internasional dan aktif melakukan diseminasinya, serta mampu menterjemahkan hasil-hasil penelitian tersebut dalam bentuk implementasi teknologi yang mempunyai kelayakan penerapan ditinjau dari segi aspek teknis dan ekonomisnya;
  3. Menghasilkan lulusan doktor dibidang Teknik Fisika yang memiliki landasan penguasaan IPTEK terkini yang kuat, dengan kemampuan analisis yang tajam berdasarkan Teknik Fisika dan turunannya, serta ber etika sebagai akademisi. Lulusan yang dihasilkan ini harus mampu berperan aktif dalam upaya penguatan daya saing nasional dalam iklim kompetisi bebas saat ini.

Program Studi Doktor (S3) Teknik Fisika ITS diselenggarakan dengan lama pendidikan 6 sampai 8 semester, dengan beban studi sebesar 42 sks.

A. Penerimaan untuk mahasiswa yang sebidang

Kurikulum pokok program doktor Teknik Fisika ITS yang ditawarkan untuk mahasiswa yang berasal keilmuan yang sebidang, dimana muatan kurikulum yang harus diselesaikan dalam program adalah sebesar 42 (empat puluh dua sks).

 

B. Penerimaan untuk mahasiswa yang tidak sebidang

Untuk calon mahasiswa yang berasal dari program S2 yang tidak sebidang, diwajibkan untuk menempuh terlebih dahulu sejumlah mata kuliah matrikulasi (yang ditetapkan oleh komite disertasi program S3 Teknik Fisika) guna menyamakan tingkat pemahaman dan penguasaan kandidat akan bidang keilmuan Teknik Fisika terkait dengan tema disertasinya.

Jumlah mata kuliah matrikulasi yang harus ditempuh adalah maksimal 12 sks, dengan jenis mata kuliah yang akan ditetapkan oleh komite disertasi. Nilai minimum kelulusan yang harus diperoleh untuk setiap mata kuliah diatas adalah minimal B.

Setelah menyelesaikan tahapan matrikulasi di atas, maka mahasiswa S3 dari jalur ini akan mendapatkan pemahaman yang cukup baik akan keilmuan Teknik Fisika, setingkat dengan pemahaman yang dimiliki oleh calon mahasiswa yang berasal dari program S2 yang sebidang. Kemudian mahasiswa dari jalur ini dapat meneruskan programnya, dan menyelesaikan muatan kurikulum pokok program doktor Teknik Fisika secara utuh.

Untuk lulus dari Program Doktor, mahasiswa harus memenuhi baku mutu sebagai berikut:

  1. Lulus mata kuliah wajib, ujian kualifikasi, ujian tertutup, dan ujian terbuka.
  2. Telah mengikuti seminar kemajuan disertasi yang diselenggarakan program studi minimal satu kali setiap semester setelah lulus ujian kualifikasi. Jika tidak mengikuti satu kali seminar kemajuan disertasi, maka dianggap mengundurkan diri.
  3. Telah menyelesaikan semua beban studi minimal 42 sks termasuk disertasi dan ditempuh paling lama 14 semester bagi lulusan program magister sebidang.
  4. Telah menyelesaikan semua beban studi minimal 70 sks termasuk disertasi dan paling lama 14 semester dari lulusan sarjana.
  5. Lulus seluruh beban studi yang disyaratkan sesuai dengan program studi masing-masing dengan nilai minimal B.
  6. Nilai ujian disertasi minimal B.
  7. Telah mempublikasikan hasil penelitian yang berkaitan dengan disertasinya minimal satu makalah yang telah diterbitkan di jurnal internasional bereputasi atau satu makalah yang telah diterima di jurnal internasional bereputasi dan satu makalah yang telah dipresentasikan secara oral di seminar internasional bereputasi. Jurnal Internasional bereputasi adalah jurnal internasional yang terindeks scopus dengan kualifikasi Q1, Q2, Q3, atau Q4, atau jurnal internasional yang terindeks Thomson Reuters dengan impact factor lebih dari 0,01.
  8. Telah memenuhi persyaratan kemampuan bahasa Inggris dengan nilai TEFL ≥ 500. Nilai TEFL (hasil test di UPT Bahasa ITS) yang diperoleh ketika test masuk pada jenjang yang sama dapat diakui sebagai syarat lulus.

 

Mahasiswa program magister dan doktor kerjasama dengan perguruan tinggi mitra dinyatakan lulus program gelar bersama apabila telah memenuhi persyaratan sebagai berikut:

  1. Telah menempuh dan dinyatakan lulus minimal 50% dari total beban sks yang disyaratkan ITS, tidak termasuk tesis/disertasi.
  2. Telah menempuh dan dinyatakan lulus seluruh mata kuliah yang dipersyaratkan di perguruan tinggi mitra melalui proses ekivalensi dengan sistem kurikulum ITS.
  3. Telah memenuhi syarat publikasi ilmiah dan nilai bahasa asing.

Proses Banding (soon)

Mitra Internasional: yaitu dengan beberapa peneliti dari berbagai Universitas yang berada dalam negara-negara di luar kawasan ASEAN, baik di benua Asia, Eropa, Australia, Amerika, maupun Afrika. Beberapa partnership yang telah terjalin dapat dituliskan sebagai berikut:

Di Benua Asia:

  1. Dept of Physics Jazan University , Jazan University, Arab Saudi. (Prof Ali A Kamli)
  2. Arai-Nishiyama Laboratory, Quantum Nanoelectronics Research Center, Tokyo Institute of Technology, Japan
  3. Dept of Information and Communications Engineering, School of Engineering, Tokyo Institute of Technology, Japan (Prof. Takao Kobayashi)
  4. Graduate School of Science and Technology, Faculty of Advanced Science and Technology, Kumamoto University. (Prof. Tsuyoshi Usagawa)
  5. Graduate School of Engineering, Tohoku University, Tohuku, Japan. (Prof. Takashi Nose)
  6. of Applied Chemistry and Biochemistry, Kumamoto University, Bidang Solar Cell
  7. Department of Physics, National Taiwan University (NTU), Taipei, RoC. (Prof Shi-Wei Chu)
  8. National Taiwan University of Science and Technology (NTUST), Taipei, RoC
  9. Department of Electrical Engineering National Tsing Hua University, Hsinchu City, RoC. (Prof Shang-Hua Yang)
  10. Central Scientific Instruments Organisation (CSIO) – CSIR, Chandigarh, India. (Dr.Ing Rajesh Kanawade)

 

Di Benua Eropa:

  1. Leibniz-Institut für Photonische Technologien (IPHT), Jena, Jerman (Prof Benjamin Dietzek)
  2. Institut für Photonik und Quantenelektronik (IPQ), Karlsruhe, Jerman (Prof Christian Koos)
  3. Claude Bernard Lyon 1 University France, Bidang Instrumentation and Nanotechnology
  4. Post Graduate Program Renewable Energy (PPRE), Oldenburg University (OU). (Dr Michael Golba)
  5. Acoustics Research Unit, School of Architecture, University of Liverpool, (Dr. Pyeung-Jik Lee)
  6. Department of Engineering and Technology, School of Computing and Engineering, University of Huddersfield, UK. (Prof. Andrew Ball)
  7. School of Allied Health Sciences, De Montfort University, UK (Prof Parvez Haris)

 

Di Benua Australia:

  1. Photonics and Optical Physics group, School of Physics, the University of Sydney (Dr David Marpaung)
  2. School of Electrical, Computer and Telecommunications Engineering (SECTE), University of Wollongong, Australia, (Dr Ginu Rajan)

 

Di Benua Amerika:

  1. The University of Northern California, Petaluma, California
  2. Center for Biomedical Engineering (CBME), University of Kentucky, Lexington, Kentucky
  3. Department of Physics, Applied Physics & Astronomy, Rensellaer Polytechnic Institute (RPI), Troy, New York
  4. The McGovern Institute for Brain Research, Massachusetts Institute of Technology, Cambridge, MA, USA. (Prof. Josh McDermott & Prof. Louis Braida )
  5. Universidad Quintanaa Roo – Mexico
  6. Universidad Central de las Villas, Cuba

 

Di Benua Afrika:

  1. Nelson Mandela Metroplitan University (NMMU), Faculty of Science
  2. Institute Marine Science (IMS) – University Dar Er Salaam (UDSM), Zanzibar –Tanzania

Graduate Program of Engineering Physics

(CP : Martha Hardiyah, S.Pd.)

ITS Sukolilo campus, Surabaya 60111

Telp.        : +62 82334081716

E-mail     : pascasarjanatf@gmail.com

Media Sosial