Kurikulum

Sesuai dengan peraturan yang berlaku,¬†Prodi Sarjana¬†dirancang untuk dapat diselesaikan dalam¬†8 semester (4 tahun)¬†dengan total beban¬†144 sks¬†(satuan kredit semester). Masa studi (selama 8 semester) ini terbagi dalam 2 tahap yaitu¬†TAHAP PERSIAPAN¬†dan¬†TAHAP SARJANA. Tahap persiapan mencakup semester 1 dan 2 dengan total beban¬†36 sks, sedangkan tahap sarjana mencakup semester 3 ‚Äď 8 dengan total beban¬†108 sks.

Pada tahap persiapan, mahasiswa dibekali mata kuliah dasar umum, mata kuliah basic science, mata kuliah dasar perkapalan dan dasar ilmu ekonomi. Sementara pada tahap sarjana, mahasiswa dibekali pengetahuan dasar teknik transportasi laut dan mata kuliah khusus serta keahlian yang menjadi ciri pokok bidang transportasi laut.

Disamping mata kuliah yang bersifat tatap muka di kelas, juga terdapat mata kuliah yang bersifat Tugas dan Praktik, serta mata kuliah pilihan tentang Pelayaran (Shipping), Pelabuhan, dan Logistik Maritim.

Berbeda dengan program studi teknik lain yang lebih bersifat product oriented, teknik transportasi laut lebih bersifat function and demand oriented. Fungsi yang menjadi fokus teknik transportasi laut merupakan turunan dari kebutuhan pengguna jasa dalam proses angkutan laut, baik pada level makro maupun mikro. Sedangkan produk yang terkait dengan bidang ilmu teknik transportasi laut adalah kapal dan pelabuhan, sehingga terdapat keterkaitan antara teknik transportasi laut dengan ilmu teknik lainnya, khususnya teknik perkapalan dan teknik sipil.

Body of Knowledge Departemen Teknik Transportasi Laut

Oleh karena itu, Prodi Sarjana Teknik Transportasi Laut didirikan dengan tujuan untuk mencetak tenaga profesional dengan kualitas global yang memiliki kompetensi khusus di bidang transportasi laut sehingga diharapkan dapat mengelola sektor transportasi laut di Indonesia secara lebih optimum. Secara umum terdapat 3 (tiga) sektor industri yang terkait dengan pendidikan di Teknik Transportasi Laut, yaitu: industri pelayaran, industri kepelabuhanan dan freight forwarder.

Mahasiswa Teknik Transportasi Laut disiapkan untuk menjadi lulusan yang mampu menyelesaikan permasalahan di bidang rekayasa transportasi laut, mencakup perancangan konseptual kapal, perencanaan dan manajemen jaringan transportasi laut, armada kapal laut, pelabuhan dan terminal serta transportasi alih-moda (multimoda).

Untuk saat ini Departemen Teknik Transportasi Laut hanya menyediakan Program Studi Sarjana (S1) untuk saat ini, sementara Program Studi Magister (S2) dan Doktoral (S3) dikelola oleh Departemen Teknik Perkapalan FTK – ITS.

Roadmap Pendidikan

Dalam penyusunan rancangan kurikulum periode 2018-2023 Prodi Sarjana Teknik Transportasi Laut didasarkan pada Peraturan Presiden (Perpres) No. 8 tahun 2012 tentang KKNI (Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia), Peraturan Menteri Ristek Dikti No. 44/2015 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi dan Peraturan Rektor ITS No. 18/2017 tentang Pedoman Evaluasi Kurikulum di lingkungan ITS. Selain itu, penyusunan kurikulum saat ini juga merupakan evaluasi kurikulum periode 2014-2019 yang telah dikembangkan secara komprehensif dengan mempertimbangkan karakteristik dan body of knowledge Prodi serta mengakomodasi hasil dari tracer study (studi pelacakan).

Berikut adalah struktur kurikulum yang disusun sedemikian rupa sehingga Capaian Pembelajaran Lulusan yang telah ditentukan dapat tercapai.

Piramida Kurikulum Teknik Transportasi Laut

Detail penyusunan kurikulum Prodi Sarjana Departemen Teknik Transportasi Laut hingga rumusan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) dapat dilihat disini.

Penyusunan struktur mata kuliah pada rancangan kurikulum 2018-2023 ini didasarkan pada Peraturan Rektor ITS No 18/2017. Dengan mengacu pada peraturan tersebut maka komposisi mata kuliah Prodi Sarjana Teknik Transportasi Laut dengan total 144 sks adalah sebagai berikut:

Dengan mengacu pada aturan tersebut di atas, maka struktur mata kuliah Prodi Sarjana Teknik Transportasi Laut dapat dilihat disini.