Momen penyerahan cenderamata dari Dr.techn. Ir. Raden Venantius Hari Ginardi, M.Sc. (kanan) kepada perwakilan GCC Forum, Kumar Pudashine (kiri), menandai komitmen kerja sama lintas negara dalam menanggulangi ancaman siber.
Surabaya, IT Journalistic — Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) melalui Departemen Teknologi Informasi (DTI) semakin agresif dalam memperkuat benteng pertahanan digital Indonesia. Guna menghadapi masifnya ancaman siber, khususnya dari peretas (hacker) lintas negara, DTI ITS berkolaborasi dengan Asosiasi Pendidikan Tinggi Informatika dan Komputer (APTIKOM) Jawa Timur dan Global Cybersecurity Community (GCC) Forum menyelenggarakan “Cyber Security Talks Collaboration for a Resilient Digital Future” pada Senin (10/8) di Ruang 701, Gedung Tower 2 ITS.
Mengangkat tema utama “Tantangan, Peluang, dan Strategi Kolaborasi Lintas Institusi di Era Transformasi Digital”, forum ini menjadi wadah strategis bagi akademisi, komunitas global, dan praktisi teknologi informasi. Mereka duduk bersama untuk membedah anatomi ancaman siber modern—mulai dari kebocoran data, serangan ransomware, hingga sindikat peretas transnasional yang menyalahgunakan infrastruktur digital krusial.
Kepala Departemen Teknologi Informasi ITS, Dr.techn. Ir. Raden Venantius Hari Ginardi, M.Sc. (kanan), menyerahkan cenderamata kepada perwakilan APTIKOM Jawa Timur, Eko Heri Susanto, S.Kom., M.Kom. (kiri), sebagai simbol penguatan sinergi akademik regional.
Rangkaian diskusi menghadirkan tokoh-tokoh kunci, di antaranya Kumar Pudashine perwakilan dari GCC Forum, Eko Heri Susanto, S.Kom., M.Kom. dari APTIKOM Jawa Timur, serta Kepala Departemen Teknologi Informasi ITS, Dr.techn. Ir. Raden Venantius Hari Ginardi, M.Sc. Ketiganya membedah isu keamanan siber dari tiga sudut pandang yang berbeda: praktik industri global, standarisasi akademik regional, dan inovasi riset perguruan tinggi.
Selain memetakan ancaman global, luaran utama dari kegiatan ini difokuskan pada pembenahan dari sisi hulu, yakni pendidikan. Diskusi diarahkan untuk menghasilkan rekomendasi penyelarasan kurikulum keamanan siber berbasis Outcome-Based Education (OBE). Keselarasan ini ditargetkan mampu memperkuat Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) demi menunjang akreditasi internasional IABEE, sekaligus menyusun peta kompetensi yang link and match dengan standar keamanan siber global.
Jajaran pimpinan dan dosen Departemen Teknologi Informasi ITS berfoto bersama perwakilan GCC Forum dan APTIKOM Jawa Timur usai perhelatan Cyber Security Talks di Ruang 701, Gedung Tower 2 ITS.
Kolaborasi segitiga antara DTI ITS, APTIKOM Jawa Timur, dan GCC Forum ini juga membuahkan komitmen kerja sama jangka panjang di bidang pengembangan kurikulum, kolaborasi riset, serta program sertifikasi keahlian. Langkah proaktif ini dirancang agar lulusan perguruan tinggi tidak gagap menghadapi dinamika serangan siber di dunia profesional yang berubah dalam hitungan detik.
Mendukung Pencapaian SDGs
Inisiatif tanggap darurat dan kolaboratif ini sejalan dengan komitmen ITS dalam mewujudkan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya:
SDG 4 (Quality Education): Melalui penguatan kapasitas pendidik, penyesuaian kurikulum OBE, dan pembelajaran adaptif di bidang keamanan siber.
SDG 9 (Industry, Innovation and Infrastructure): Melalui kolaborasi lintas institusi dan inovasi untuk membangun infrastruktur digital nasional yang tangguh dan tahan terhadap serangan siber lintas negara.
Reporter: Angga Firmansyah
=================================================================
Informasi disediakan oleh :Departemen Teknologi InformasiWebsite: its.ac.id/itInstagram: its_teknologi_informasiYoutube: Teknologi Informasi ITS
Momen penyerahan cenderamata dari Dr.techn. Ir. Raden Venantius Hari Ginardi, M.Sc. (kanan) kepada perwakilan GCC Forum, Kumar Pudashine (kiri),
Dosen Departemen Teknologi Informasi ITS, Dr. Ir. Henning Titi Ciptaningtyas, S.Kom., M.Kom. (kiri), menerima sertifikat penghargaan sebagai narasumber utama
Ketua Forum Larasdikdudi, Drs. Iksir I Thouby, MM., MH., CODP, saat memberikan sambutan dan arahan strategis di hadapan para