SURABAYA, 8 Juni 2026 — Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya hari ini secara resmi membuka Sidang ke-26 COMSATS Coordinating Council, yang akan berlangsung hingga 9 Juni 2026 di Gedung Rektorat ITS, Surabaya, dilanjutkan Konferensi Internasional Emerging Technologies for Sustainable Development pada 10 Juni 2026. Acara tiga hari ini menghadirkan delegasi dari tujuh negara yang hadir langsung di Surabaya, yakni Pakistan, Kazakhstan, Tiongkok, Suriah, Sri Lanka, Jamaika, Nigeria, dan Tanzania, serta peserta dari Bangladesh, Sudan, Mesir, Gambia, dan Pakistan yang berpartisipasi secara daring. Semuanya tergabung dalam jaringan Commission on Science and Technology for Sustainable Development in the South (COMSATS), organisasi antarpemerintah beranggotakan 27 negara yang mempromosikan solusi berbasis sains dan teknologi untuk pembangunan sosio-ekonomi berkelanjutan, terutama dalam rangka penguatan kerja sama negara-negara berkembang dan Global South.
Ini merupakan pertama kalinya ITS dipercaya menjadi tuan rumah sidang Coordinating Council COMSATS. Kepercayaan ini merupakan pengakuan nyata atas kapasitas riset, kontribusi ilmiah, dan komitmen ITS sebagai Centre of Excellence resmi dalam jaringan COMSATS terhadap agenda pembangunan berkelanjutan Global Selatan.
Dari kiri ke kanan: Konsul Jeneral Ye Su dari Konsul Jenderal Tiongkok untuk Indonesia di Surabaya, Ambasador Muhammad Nafees Zakaria Executive Director COMSATS, Prof. Bambang Pramujati Rektor ITS, dan Prof. Agus Muhamad Hatta Wakil Rektor ITS Bidang Riset, Inovasi, Kerja Sama, dan Kealumnian
Upacara pembukaan pagi ini diawali dengan sambutan selamat datang dari Rektor ITS Prof. Ir. Bambang Pramujati. Direktur Eksekutif COMSATS Duta Besar Dr. Mohammad Nafees Zakaria kemudian menyampaikan sambutan resmi, menegaskan arti strategis pertemuan ini dalam memperkuat kerja sama iptek antarnegara anggota demi mempercepat pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Ketua Coordinating Council Prof. Dr. Ashraf Shaalan, mantan Presiden National Research Centre (NRC) Mesir, turut memberikan sambutan khusus secara daring. Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan hari pertama, pada petang hari para delegasi akan dijamu dalam acara makan malam resmi yang diselenggarakan oleh pemerintah Provinsi Jawa Timur sebagai bentuk penghormatan dan penyambutan.
Sidang ini mencerminkan keragaman jaringan COMSATS. Dari Pakistan, hadir delegasi Sekretariat COMSATS serta perwakilan International Center for Chemical and Biological Sciences (ICCBS) Universitas Karachi, institusi pemegang UNESCO Chair bidang Kimia Bioorganik. Kazakhstan diwakili oleh Al-Farabi Kazakh National University (KazNU), salah satu universitas riset terkemuka di Asia Tengah, dengan delegasi yang mencakup bidang bioteknologi, mikrobiologi, dan kedokteran dasar.
Tiongkok menghadirkan delegasi terbesar, terdiri atas perwakilan Tianjin Institute of Industrial Biotechnology (TIB), institusi yang juga menjadi tuan rumah COMSATS Joint Centre for Industrial Biotechnology (CCIB), serta Alliance of National and International Science Organizations for the Belt and Road Regions (ANSO) sebagai observer. Dari Suriah hadir perwakilan Higher Institute for Applied Sciences and Technology (HIAST) Damaskus, sementara Sri Lanka diwakili oleh Industrial Technology Institute (ITI) Kolombo, lembaga riset di bidang teknologi pascapanen dan keamanan pangan. Jamaika diwakili International Centre for Environmental and Nuclear Sciences (ICENS), University of the West Indies. Nigeria diwakili National Mathematical Centre (NMC) Abuja, lembaga riset matematika terapan di bawah pemerintah federal Nigeria, sedangkan Tanzania mengutus Tanzania Industrial Research and Development Organization (TIRDO), organisasi riset industri multidisiplin yang berdiri sejak 1979.
Ketiga dari kiri, baris depan: Prof. Dr. Jibin Sun, perwakilan dari Tianjin Institute of Industrial Biotechnology dan inisiator COMSATS Joint Center for Industrial Biotechnology (CCIB), yang terpilih sebagai Chairperson dalam the 26th COMSATS Coordinating Council Meeting
Secara daring, sidang ini diikuti oleh perwakilan Bangladesh Council of Scientific and Industrial Research (BCSIR) dari Bangladesh, Industrial Research and Consultancy Centre (IRCC) dari Sudan, serta University of the Gambia dari Gambia. Anggota Kehormatan Seumur Hidup COMSATS Coordinating Council yang juga merupakan mantan Presiden The World Academy of Sciences (TWAS) turut hadir secara daring mewakili Sudanese National Academy of Science, bersama pejabat Sekretariat COMSATS dari Pakistan.
Agenda Sidang Coordinating Council selama dua hari mencakup tinjauan implementasi keputusan sidang ke-25, laporan aktivitas COMSATS periode Oktober 2024 hingga Mei 2026, serta presentasi program dari seluruh 25 Pusat Keunggulan anggota jaringan termasuk ITS yang akan memaparkan capaian risetnya di bidang rekayasa, transformasi digital, mitigasi bencana, dan material maju. Sidang juga akan memilih Ketua COMSATS Coordinating Council untuk masa jabatan tiga tahun ke depan, membahas amandemen Statuta COMSATS, dan mendiskusikan agenda Sidang Umum ke-4 COMSATS.
Sejumlah inisiatif strategis baru turut masuk dalam agenda, antara lain pembentukan Divisi Internasional untuk penugasan pakar iptek antarnegara, pemberian status organisasi antarpemerintah (IGO) resmi kepada COMSATS, pengembangan Standar Internasional COMSATS, Program Kendaraan Listrik COMSATS, pendirian Nano Tech Lab berstandar ISO 9001, serta Program TeleHealth antarnegara anggota. Mekanisme pendanaan, termasuk Kontribusi Keanggotaan Tahunan, COMSATS Endowment Fund, dan dana riset & pengembangan untuk proyek percontohan juga akan dibahas dalam sesi tersendiri.
Dalam technical session hari pertama, Dr. Sri Fatmawati selaku PIC ITS untuk COMSATS dan inisiator bergabungnya ITS ke dalam COMSATS mempresentasikan sejumlah peluang strategic partnership antara ITS dan beberapa centre of excellence (COE) di bawah jejaring COMSATS. Bersama Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, Kerja Sama, dan Kealumnian, Prof. Agus Muhammad Hatta, presentasi tersebut menyoroti potensi kerja sama di bidang riset, inovasi, pengembangan sumber daya manusia, pertukaran peneliti dan mahasiswa, serta pengembangan teknologi yang relevan dengan kebutuhan pembangunan berkelanjutan. Inisiatif ini diharapkan dapat memperkuat posisi ITS dalam jejaring ilmiah internasional serta membuka peluang kolaborasi yang lebih luas dengan institusi-institusi unggulan anggota COMSATS.
Dr. Sri Fatmawati mempresentasikan peluang strategic partnership ITS
Rangkaian kegiatan akan ditutup pada 10 Juni 2026 dengan COMSATS–ITS Conference on Emerging Technologies for Sustainable Development yaitu konferensi internasional yang diselenggarakan bersama oleh COMSATS, ITS, dan ANSO. Konferensi ini akan dibuka dengan sambutan dari Rektor ITS dan Direktur Eksekutif COMSATS, dilanjutkan pidato kunci dari Prof. Liu Weidong, Direktur Eksekutif ANSO. Keynote speaker utama adalah Dr. Mohammad Fauzan Adziman, S.T., M.Eng., Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia untuk menegaskan dukungan penuh pemerintah Indonesia terhadap penguatan ekosistem riset dan inovasi berbasis kemitraan internasional.
Sesi teknis paralel konferensi mencakup tujuh tema: Kecerdasan Buatan, Big Data, dan Transformasi Digital; Energi Terbarukan, Penyimpanan Energi, dan Teknologi Hijau; Mitigasi dan Adaptasi Perubahan Iklim serta Teknologi Lingkungan; Material Maju, Biomaterial, Nanoteknologi, dan Inovasi Industri; Bioteknologi, Teknologi Kesehatan, Farmasi, dan Bio-inovasi; Teknologi Air, Pangan, dan Pertanian untuk Ketahanan Sumber Daya termasuk Industri Halal; serta Kebijakan Iptek, Ekosistem Inovasi, dan Tata Kelola Teknologi di Negara Berkembang.
Melalui forum ini, ITS membuka peluang kolaborasi riset, pertukaran pakar, dan transfer teknologi dengan institusi-institusi ilmiah terkemuka dari kawasan Global Selatan di bidang yang menjadi keunggulan ITS. Keberhasilan menjadi tuan rumah sidang ini diharapkan menjadi titik awal kemitraan jangka panjang yang konkret dan berdampak, baik bagi perkembangan iptek Indonesia maupun bagi kemajuan bersama negara-negara anggota COMSATS.
Tentang COMSATS dan ITS
COMSATS (Commission on Science and Technology for Sustainable Development in the South) adalah organisasi antarpemerintah dengan 27 negara anggota di Asia, Afrika, dan Amerika Latin, berkedudukan di Islamabad, Pakistan. COMSATS mengoordinasikan jaringan 25 Centre of Excellence atau Pusat Unggulan bertaraf internasional yang mendorong kerja sama penelitian, alih teknologi, dan penguatan kapasitas ilmiah demi pembangunan berkelanjutan di negara-negara anggotanya.
Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) adalah perguruan tinggi teknik negeri terkemuka di Indonesia yang berdiri sejak 1960, berlokasi di Surabaya, Jawa Timur. ITS menyelenggarakan program studi yang mencakup teknik, sains, teknologi informasi, kedokteran dan kesehatan, kelautan, dan desain, serta aktif menghasilkan riset berdampak di bidang kecerdasan buatan, material maju, mitigasi bencana, energi terbarukan, dan keberlanjutan lingkungan. ITS merupakan Centre of Excellence resmi dalam jaringan COMSATS dan mitra strategis berbagai organisasi ilmiah internasional.
26th CCM 2026 at ITS Surabaya
Penulis: Astria Nur Irfansyah | Nastiti Primadyastuti
#ITSSDGsSmartEcoCampus #SDG9 #SDG17 #SDG4 #SDG13 #SDG3
SURABAYA, 8 Juni 2026 — Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya hari ini secara resmi membuka Sidang ke-26 COMSATS
The IACSC 2025 is set to be hosted by Hasanuddin University (UNHAS) in Makassar, Indonesia. This annual conference serves
Post Views: 4,688