Kelompok Bidang Minat (KBM) Instrumentasi Pengukuran adalah salah satu entitas penting yang dimiliki oleh Departemen Teknik Instrumentasi. KBM ini membawahi Laboratorium Instrumentasi Pengukuran yang berfokus pada pendidikan, pengembangan pengetahuan, riset, dan aplikasi praktis dalam bidang instrumentasi pengukuran. Profil kelompok ini meliputi beberapa aspek kunci sebagai berikut:
Kelompok Bidang Minat Instrumentasi Pengukuran bertujuan untuk menjadi pusat unggulan dalam Pendidikan, penelitian, pengembangan, dan penerapan teknologi instrumentasi pengukuran. Visi kelompok ini adalah untuk meningkatkan pemahaman dan kemampuan di bidang instrumentasi pengukuran serta memberikan kontribusi positif pada perkembangan industri dan teknologi.
Kelompok ini berfokus pada pengukuran yang melibatkan penggunaan sensor, instrumen, dan sistem yang tepat. Beberapa area utama yang menjadi fokus kelompok ini antara lain:
Kelompok ini aktif dalam melaksanakan kegiatan riset dan pengembangan untuk memajukan bidang instrumentasi pengukuran. Beberapa kegiatan yang dilakukan antara lain:
Kelompok ini menjalin kerja sama dan kolaborasi dengan institusi, industri, dan pemangku kepentingan terkait. Hal ini bertujuan untuk mengoptimalkan pertukaran pengetahuan, berbagi sumber daya, dan mengembangkan proyek bersama yang relevan dengan bidang instrumentasi pengukuran.
Dengan profil tersebut, Kelompok Bidang Minat Instrumentasi Pengukuran diharapkan dapat menjadi penunjang Pendidikan Vokasi di Institut Teknologi Sepuluh Nopember, dan juga sebagai pusat unggulan dalam penelitian, pengembangan, dan aplikasi praktis dalam bidang instrumentasi pengukuran.
KBM Instrumentasi Pengukuran secara rutin menyelenggarakan berbagai kegiatan untuk menunjang dan mengembangkan wawasan serta kompetensi mahasiswa dalam bidang instrumentasi pengukuran. Beberapa kegiatan yang umumnya diselenggarakan adalah sebagai berikut:
KBM Instrumentasi Pengukuran menyelenggarakan kuliah reguler yang melibatkan dosen dan instruktur yang ahli di bidangnya. Kuliah ini memberikan pemahaman teoritis dan konseptual yang kuat tentang prinsip-prinsip instrumentasi pengukuran. Selain itu, juga dapat diadakan diskusi terbuka yang melibatkan mahasiswa dan dosen untuk membahas topik-topik terkini dan kasus-kasus praktis dalam instrumentasi pengukuran.
Praktikum dan kegiatan di laboratorium sangat penting dalam KBM Instrumentasi Pengukuran. Mahasiswa diberikan kesempatan untuk melakukan pengukuran praktis, kalibrasi, dan pemrograman alat pengukuran. Kegiatan ini membantu mahasiswa untuk mengembangkan keterampilan praktis dalam penggunaan instrumen, pengukuran, analisis data, dan penyelesaian masalah.
KBM Instrumentasi Pengukuran dapat mengadakan seminar dan konferensi dengan mengundang pembicara tamu dari industri, akademisi, dan praktisi yang berpengalaman di bidang instrumentasi pengukuran. Seminar dan konferensi ini memberikan wawasan terkini tentang tren dan inovasi dalam instrumentasi pengukuran serta memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk berinteraksi dengan para ahli.
KBM Instrumentasi Pengukuran dapat memberikan tugas studi kasus atau proyek kepada mahasiswa. Melalui tugas ini, mahasiswa akan mengaplikasikan pengetahuan dan keterampilan yang mereka peroleh dalam menghadapi situasi nyata dalam instrumentasi pengukuran. Studi kasus dan proyek ini membantu mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan analisis, pemecahan masalah, dan kreativitas.
KBM Instrumentasi Pengukuran dapat mengatur kunjungan industri ke perusahaan atau lembaga yang terkait dengan instrumentasi pengukuran. Kunjungan ini memberikan pemahaman langsung tentang praktik dan aplikasi instrumentasi pengukuran di dunia industri. Selain itu, mahasiswa juga dapat berinteraksi dengan profesional industri dan mendapatkan wawasan tentang prospek karir dalam bidang ini.
KBM Instrumentasi Pengukuran dapat menyelenggarakan pelatihan dan workshop untuk mengasah keterampilan mahasiswa dalam bidang instrumentasi pengukuran. Pelatihan ini dapat mencakup pengoperasian peralatan pengukuran, teknik kalibrasi, analisis data, atau penggunaan perangkat lunak khusus dalam instrumentasi pengukuran.
Melalui kegiatan-kegiatan ini, KBM Instrumentasi Pengukuran berupaya untuk memberikan pengalaman belajar yang holistik dan praktis kepada mahasiswa. Tujuannya adalah untuk mengembangkan wawasan, keterampilan, dan kompetensi mahasiswa dalam bidang instrumentasi pengukuran sehingga mereka siap untuk menghadapi tantangan dalam dunia industri dan riset di masa depan.
KBM Instrumentasi Pengukuran menghasilkan berbagai macam karya dan kontribusi dalam bidang instrumentasi pengukuran. Berikut adalah beberapa contoh hasil karya yang mungkin dihasilkan oleh KBM Instrumentasi Pengukuran:
Melalui hasil karya tersebut, KBM Instrumentasi Pengukuran berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi instrumentasi pengukuran. Mereka memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan alat pengukuran yang lebih baik, pengembangan metode dan teknik pengukuran yang lebih canggih, serta berbagi pengetahuan melalui publikasi dan kolaborasi dengan industri.
Modul Praktikum Elektronika Analog 2026
MODUL PRAKTIKUM TEKNOLOGI AKTUATOR 2026
Modul Praktikum Teknologi Sensor dan Transmitter 2026
Dalam rangka menjamin keselamatan dan kesehatan kerja (K3) selama pelaksanaan praktikum di Laboratorium Departemen Teknik Instrumentasi, setiap mahasiswa wajib melengkapi dokumen Job Safety Analysis (JSA) dan Permit to Work (PTW) pada minggu pertama praktikum, sebelum diperbolehkan melakukan aktivitas praktikum di laboratorium.
Job Safety Analysis merupakan dokumen identifikasi bahaya dan pengendalian risiko yang berpotensi muncul selama kegiatan praktikum. Melalui JSA, mahasiswa diharapkan mampu: – Mengidentifikasi potensi bahaya dari setiap tahapan praktikum – Menganalisis tingkat risiko yang mungkin terjadi – Menentukan langkah pengendalian dan prosedur kerja yang aman
Dokumen JSA harus diisi dengan benar, ditandatangani oleh mahasiswa, direview oleh asisten praktikum dan disetujui oleh laboran.
Permit to Work merupakan dokumen izin kerja yang menyatakan bahwa mahasiswa telah memenuhi persyaratan keselamatan untuk melakukan aktivitas praktikum. PTW berfungsi sebagai: – Izin resmi pelaksanaan praktikum di laboratorium – Bukti bahwa aspek K3 telah diperiksa dan disetujui – Alat pengendalian aktivitas berisiko (listrik, tekanan, peralatan instrumen, dsb.)
PTW wajib diajukan dan disetujui oleh laboran sebelum praktikum dimulai.
Ketentuan Tambahan – Mahasiswa tidak diperkenankan mengikuti praktikum apabila belum menyerahkan JSA dan PTW yang telah disetujui – Dokumen dikumpulkan sesuai mekanisme yang ditetapkan oleh laboratorium – Kepatuhan terhadap prosedur K3 merupakan tanggung jawab seluruh civitas akademika