Laboratorium Instrumentasi Pengukuran

Profil Laboratorium

Kelompok Bidang Minat (KBM) Instrumentasi Pengukuran merupakan salah satu kelompok keilmuan inti di Departemen Teknik Instrumentasi yang menaungi Laboratorium Instrumentasi Pengukuran. KBM ini berperan sebagai pusat pengembangan pendidikan vokasional, riset terapan, dan inovasi rekayasa instrumentasi pengukuran yang terintegrasi dengan kebutuhan industri, pengabdian kepada masyarakat, serta penguatan kompetensi lulusan Program Studi Sarjana Terapan Teknologi Rekayasa Instrumentasi (S.Tr. TRI).

 

Sebagai program pendidikan vokasional jenjang sarjana terapan yang dilaksanakan selama 8 semester, Prodi S.Tr. TRI menekankan penguasaan rekayasa basic science dan teknologi instrumentasi untuk fungsi pengukuran (measurement), pengendalian (control), dan pengamanan (safety). Dalam konteks tersebut, Laboratorium Instrumentasi Pengukuran menjadi wahana utama implementasi Laboratory-Based Education (LBE), pengembangan purwa rupa (prototype)

  1. Visi

Menjadi pusat unggulan pendidikan vokasional dan riset terapan di bidang instrumentasi pengukuran yang berorientasi pada penguasaan basic science, rekayasa instrumentasi, inovasi teknologi, dan kebutuhan industri nasional maupun internasional.

 

  1. Misi
    Untuk mewujudkan visi tersebut, Laboratorium Instrumentasi Pengukuran memiliki misi:
  • Menyelenggarakan pendidikan vokasional berbasis laboratorium yang menekankan penguasaan basic science terapan dan rekayasa instrumentasi pengukuran.
  • Mengembangkan riset terapan dan purwa rupa instrumen pengukuran yang presisi, andal, dan dapat dimanfaatkan sebagai sarana praktikum serta uji kompetensi.
  • Mengintegrasikan teknologi digital, IoT, kecerdasan buatan, dan digital twin dalam sistem instrumentasi pengukuran.
  • Mendukung pengembangan instrumentasi untuk pengukuran, pengendalian, dan safety berbasis analisis karakteristik objek, proses, dan risiko.
  • Mendorong hilirisasi hasil penelitian melalui kerja sama industri, pelatihan, sertifikasi, dan pengabdian kepada masyarakat.

 

  1. Fokus Utama:

Kelompok ini berfokus pada pengukuran yang melibatkan penggunaan sensor, instrumen, dan sistem yang tepat. Beberapa area utama yang menjadi fokus kelompok ini antara lain:

  • Perancangan dan pengembangan instrumen pengukuran yang presisi dan handal.
  • Pemilihan, kalibrasi, dan karakterisasi sensor yang sesuai dengan kebutuhan pengukuran.
  • Pengembangan teknik pengolahan sinyal untuk meningkatkan akurasi dan keandalan pengukuran.
  • Penerapan teknologi digital, kecerdasan buatan (AI), dan IoT dalam instrumentasi pengukuran.
  • Pengembangan metode pengukuran non-destruktif (NDT) dan evaluasi kualitas produk.

 

 

 

  1. Kegiatan Riset dan Pengembangan

 

Kegiatan riset dan pengembangan pada KBM Instrumentasi Pengukuran berorientasi pada riset terapan (applied research) yang menghasilkan purwa rupa (prototype) dan sistem instrumentasi yang dapat langsung dimanfaatkan sebagai sarana pendidikan vokasi, uji kompetensi, dan hilirisasi.

Bentuk kegiatan riset dan pengembangan meliputi:

  • Studi Literatur dan Perumusan Kebutuhan Sistem

Analisis perkembangan teknologi instrumentasi pengukuran terkini serta identifikasi kebutuhan industri dan masyarakat sebagai dasar perancangan sistem.

  • Perancangan dan Pengembangan Purwa Rupa

Desain dan pembuatan prototipe instrumen pengukuran, sistem monitoring, dan smart instrumentation berbasis basic science dan basic engineering.

  • Pengujian, Validasi, dan Evaluasi Kinerja

Pengujian performa alat ukur, validasi akurasi dan keandalan sistem, serta evaluasi kesesuaian terhadap kebutuhan aplikasi dan standar teknis.

  • Integrasi Digital, IoT, AI, dan Digital Twin

Pengembangan sistem instrumentasi berbasis IoT, AI, SCADA, dan digital twin untuk meningkatkan kapabilitas pengukuran, monitoring, dan prediksi sistem.

  • Sinkronisasi dengan Kebutuhan Praktikum dan Tugas Akhir

Hasil riset diarahkan untuk mendukung pengembangan sarana praktikum, tugas akhir mahasiswa, serta persiapan laboratorium sebagai Laboratory-Based Education (LBE) dan Tempat Uji Kompetensi (TUK).

Kegiatan riset dosen dan mahasiswa dalam KBM Instrumentasi Pengukuran diselaraskan dengan roadmap laboratorium serta diarahkan untuk menghasilkan luaran berupa prototipe, publikasi ilmiah, dan sarana pembelajaran berbasis kompetensi.

 

  1. Kolaborasi dan Jaringan Kerja

KBM Instrumentasi Pengukuran menjalin kolaborasi dan jaringan kerja strategis dengan berbagai pemangku kepentingan untuk mendukung pendidikan vokasi, riset terapan, dan hilirisasi hasil penelitian.

Bentuk kolaborasi dan jaringan kerja meliputi:

  • Kerja Sama dengan Industri

Kolaborasi dengan industri di bidang energi, manufaktur, agroindustri, dan pangan untuk pengembangan topik riset terapan, magang mahasiswa, pengujian sistem instrumentasi, serta validasi kebutuhan industri.

  • Kerja Sama dengan Institusi Pendidikan dan Penelitian

Kolaborasi dengan perguruan tinggi dan lembaga penelitian dalam pengembangan keilmuan instrumentasi pengukuran, publikasi bersama, dan pertukaran pengetahuan.

  • Dukungan terhadap Program Magang dan Sertifikasi

Laboratorium berperan aktif dalam mendukung program magang mutualisme serta penyelenggaraan pelatihan dan sertifikasi kompetensi instrumentasi sesuai jenjang jabatan teknisi, lead technician, dan instrument engineer.

  • Kolaborasi Pengabdian kepada Masyarakat

Pemanfaatan hasil riset laboratorium sebagai teknologi tepat guna untuk masyarakat dan UMKM, khususnya pada sektor lingkungan, energi, dan agroindustri.

  • Jejaring Hilirisasi dan Revenue Generator

Pengembangan kerja sama untuk pemanfaatan alat ukur dan sistem instrumentasi sebagai sarana pelatihan, uji kompetensi, dan layanan teknis laboratorium.

 

Melalui kolaborasi dan jejaring kerja ini, KBM Instrumentasi Pengukuran berperan aktif dalam memperkuat relevansi pendidikan vokasi, meningkatkan daya serap lulusan, serta memperluas dampak riset dan inovasi instrumentasi pengukuran.

KBM Instrumentasi Pengukuran secara rutin menyelenggarakan berbagai kegiatan untuk menunjang dan mengembangkan wawasan serta kompetensi mahasiswa dalam bidang instrumentasi pengukuran. Beberapa kegiatan yang umumnya diselenggarakan adalah sebagai berikut:

  1. Kuliah dan Diskusi:

KBM Instrumentasi Pengukuran menyelenggarakan kuliah reguler yang melibatkan dosen dan instruktur yang ahli di bidangnya. Kuliah ini memberikan pemahaman teoritis dan konseptual yang kuat tentang prinsip-prinsip instrumentasi pengukuran. Selain itu, juga dapat diadakan diskusi terbuka yang melibatkan mahasiswa dan dosen untuk membahas topik-topik terkini dan kasus-kasus praktis dalam instrumentasi pengukuran.

  1. Praktikum dan Open Laboratorium:

Praktikum dan kegiatan di laboratorium sangat penting dalam KBM Instrumentasi Pengukuran. Mahasiswa diberikan kesempatan untuk melakukan pengukuran praktis, kalibrasi, dan pemrograman alat pengukuran. Kegiatan ini membantu mahasiswa untuk mengembangkan keterampilan praktis dalam penggunaan instrumen, pengukuran, analisis data, dan penyelesaian masalah.

  1. Seminar dan Konferensi:

KBM Instrumentasi Pengukuran dapat mengadakan seminar dan konferensi dengan mengundang pembicara tamu dari industri, akademisi, dan praktisi yang berpengalaman di bidang instrumentasi pengukuran. Seminar dan konferensi ini memberikan wawasan terkini tentang tren dan inovasi dalam instrumentasi pengukuran serta memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk berinteraksi dengan para ahli.

  1. Studi Kasus dan Proyek:

KBM Instrumentasi Pengukuran dapat memberikan tugas studi kasus atau proyek kepada mahasiswa. Melalui tugas ini, mahasiswa akan mengaplikasikan pengetahuan dan keterampilan yang mereka peroleh dalam menghadapi situasi nyata dalam instrumentasi pengukuran. Studi kasus dan proyek ini membantu mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan analisis, pemecahan masalah, dan kreativitas.

  1. Kunjungan Industri:

KBM Instrumentasi Pengukuran dapat mengatur kunjungan industri ke perusahaan atau lembaga yang terkait dengan instrumentasi pengukuran. Kunjungan ini memberikan pemahaman langsung tentang praktik dan aplikasi instrumentasi pengukuran di dunia industri. Selain itu, mahasiswa juga dapat berinteraksi dengan profesional industri dan mendapatkan wawasan tentang prospek karir dalam bidang ini.

  1. Pelatihan dan Workshop:

KBM Instrumentasi Pengukuran dapat menyelenggarakan pelatihan dan workshop untuk mengasah keterampilan mahasiswa dalam bidang instrumentasi pengukuran. Pelatihan ini dapat mencakup pengoperasian peralatan pengukuran, teknik kalibrasi, analisis data, atau penggunaan perangkat lunak khusus dalam instrumentasi pengukuran.

Melalui kegiatan-kegiatan ini, KBM Instrumentasi Pengukuran berupaya untuk memberikan pengalaman belajar yang holistik dan praktis kepada mahasiswa. Tujuannya adalah untuk mengembangkan wawasan, keterampilan, dan kompetensi mahasiswa dalam bidang instrumentasi pengukuran sehingga mereka siap untuk menghadapi tantangan dalam dunia industri dan riset di masa depan.

 

KBM Instrumentasi Pengukuran menghasilkan berbagai macam karya dan kontribusi dalam bidang instrumentasi pengukuran. Berikut adalah beberapa contoh hasil karya yang mungkin dihasilkan oleh KBM Instrumentasi Pengukuran:

  1. Penelitian dan Publikasi Ilmiah: Mahasiswa dan dosen KBM Instrumentasi Pengukuran dapat melakukan penelitian dalam berbagai bidang instrumentasi pengukuran, seperti pengembangan sensor baru, teknik pengukuran canggih, atau metode kalibrasi inovatif. Hasil penelitian tersebut dapat dipublikasikan dalam jurnal ilmiah yang relevan untuk berbagi pengetahuan dan kontribusi mereka dalam bidang ini.
  2. Pengembangan Alat Pengukuran Inovatif: KBM Instrumentasi Pengukuran dapat berperan dalam pengembangan alat pengukuran baru yang inovatif. Misalnya, mereka dapat merancang dan membangun sensor baru dengan sensitivitas yang lebih tinggi, perangkat pengukuran yang lebih akurat, atau sistem pengukuran yang lebih efisien. Alat-alat pengukuran inovatif ini dapat digunakan dalam berbagai industri dan aplikasi.
  3. Kolaborasi dengan Industri: KBM Instrumentasi Pengukuran dapat menjalin kerja sama dengan perusahaan industri untuk mengembangkan solusi pengukuran yang disesuaikan dengan kebutuhan mereka. Misalnya, mereka dapat berkolaborasi dalam pengembangan sistem pengukuran khusus, melakukan kalibrasi alat pengukuran industri, atau memberikan konsultasi dalam implementasi teknologi pengukuran terkini.
  4. Proyek Inovatif: Mahasiswa KBM Instrumentasi Pengukuran dapat mengembangkan proyek inovatif dalam lingkup tugas akhir atau tugas kelompok mereka. Proyek-proyek ini dapat mencakup pengembangan prototipe sistem pengukuran baru, perancangan alat pengukuran khusus, atau implementasi teknologi sensor terkini dalam aplikasi nyata. Proyek-proyek ini mendorong mahasiswa untuk berpikir kreatif dan mengaplikasikan pengetahuan mereka dalam solusi praktis.
  5. Partisipasi dalam Kompetisi dan Konferensi: KBM Instrumentasi Pengukuran dapat mendorong partisipasi mahasiswa dalam kompetisi atau konferensi di bidang instrumentasi pengukuran. Mahasiswa dapat mengikuti kompetisi pengembangan alat pengukuran, presentasi poster atau paper dalam konferensi ilmiah, atau berpartisipasi dalam forum diskusi dan pertukaran pengetahuan dengan mahasiswa dan akademisi lainnya.

Melalui hasil karya tersebut, KBM Instrumentasi Pengukuran berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi instrumentasi pengukuran. Mereka memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan alat pengukuran yang lebih baik, pengembangan metode dan teknik pengukuran yang lebih canggih, serta berbagi pengetahuan melalui publikasi dan kolaborasi dengan industri.

Standar Operasional Prosedur

Praktikum

Keamanan, Keselamatan, Kesehatan, dan Lingkungan Hidup

Kewajiban Pengisian Dokumen K3 untuk Kegiatan Praktikum

Dalam rangka menjamin keselamatan dan kesehatan kerja (K3) selama pelaksanaan praktikum di Laboratorium Departemen Teknik Instrumentasi, setiap mahasiswa wajib melengkapi dokumen Job Safety Analysis (JSA) dan Permit to Work (PTW) pada minggu pertama praktikum, sebelum diperbolehkan melakukan aktivitas praktikum di laboratorium.

Job Safety Analysis merupakan dokumen identifikasi bahaya dan pengendalian risiko yang berpotensi muncul selama kegiatan praktikum. Melalui JSA, mahasiswa diharapkan mampu:
– Mengidentifikasi potensi bahaya dari setiap tahapan praktikum
– Menganalisis tingkat risiko yang mungkin terjadi
– Menentukan langkah pengendalian dan prosedur kerja yang aman

Dokumen JSA harus diisi dengan benar, ditandatangani oleh mahasiswa, direview oleh asisten praktikum dan disetujui oleh laboran.

Permit to Work merupakan dokumen izin kerja yang menyatakan bahwa mahasiswa telah memenuhi persyaratan keselamatan untuk melakukan aktivitas praktikum. PTW berfungsi sebagai:
– Izin resmi pelaksanaan praktikum di laboratorium
– Bukti bahwa aspek K3 telah diperiksa dan disetujui
– Alat pengendalian aktivitas berisiko (listrik, tekanan, peralatan instrumen, dsb.)

PTW wajib diajukan dan disetujui oleh laboran sebelum praktikum dimulai.

Ketentuan Tambahan
– Mahasiswa tidak diperkenankan mengikuti praktikum apabila belum menyerahkan JSA dan PTW yang telah disetujui
– Dokumen dikumpulkan sesuai mekanisme yang ditetapkan oleh laboratorium
– Kepatuhan terhadap prosedur K3 merupakan tanggung jawab seluruh civitas akademika