inovasi mahasiswa

Inovasi Mahasiswa

 

Bantu Tunanetra, Mahasiswa ITS Kembangkan Asisten Cerdas Berbasis Suara

 

Mempermudah aksesibilitas penyandang tunanetra dan gangguan penglihatan, tim mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menginovasikan sebuah aplikasi dengan desain pengalaman pengguna (UX Design) yang ramah. Aplikasi bernama Ainetra ini hadir dengan dilengkapi asisten cerdas berbasis Voice User Interface (VUI) dan Realtime Video to Voice Recognition untuk mendampingi keseharian penggunanya.

Tampilan fitur Ainetra, karya tim mahasiswa ITS, yang dilengkapi asisten cerdas dan teknologi voice user interface untuk mendukung kemandirian penyandang tunanetra.

 

KIAD, Aplikasi Ramah Penyandang Disabilitas Garapan Mahasiswa ITS

 

(dari kiri) Daanii Nabil Ghinannafsi Kusnanta, Muhammad Nur Abdurrauf, dan Deka Julian Arrizki yang tergabung dalam tim mahasiswa ITS penggagas aplikasi KIAD

KIAD menyediakan 24 jenis fasilitas yang dipetakan ke dalam sembilan kebutuhan pengguna. Kebutuhan tersebut menyasar pengguna kursi roda, penyandang kemampuan jalan terbatas, kemampuan tangan terbatas, kemampuan gerak terbatas, buta, penglihatan terbatas, tuli, kesulitan mendengar, dan gangguan bicara.
Menurut Deka, penentuan ini didasarkan pada Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tahun 2017 dan penggalian langsung kepada pengguna. Lebih lanjut, mahasiswa asal Madiun ini menyampaikan, aplikasi KIAD terbagi ke dalam beberapa fitur pembantu. Fitur tersebut terdiri dari pencarian tempat, pencarian tempat berdasarkan fasilitas, laporan, pesan, pencarian pengguna, kontribusi, berita dan petunjuk, laporan ulasan, menghapus data, serta memblokir pengguna. Kesepuluh fitur ini memiliki fungsi sesuai dengan namanya masing-masing.

 

Kursi Roda Buatan Mahasiswa ITS Ini Bisa Dikontrol dengan Gerakan Mata, Punya Teknologi Pelacak

 

Tiga mahasiswa dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) berhasil menciptakan teknologi kursi roda yang dapat dikendalikan cukup dengan gerakan mata. Kursi roda yang dinamai MobiAI ini ditargetkan bisa membantu mobilitasi penyandang disabilitas. Terobosan ini memenangkan salah satu penghargaan Pagelaran Mahasiswa Nasional Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (Gemastik) ke-17 yang digelar di Universitas Surakarta (Unnes), pada September lalu.
Dilansir dari laman resmi ITS, Kamis, 17 Oktober 2024, MobiAi dikembangkan oleh Agus Fuad Mudhofa, Sidiq Bimo Pangestu, dan Nabila Mutiara Susetio. Kelompok mahasiswa yang memakai nama ‘Simbal Telur’ ini awalnya tergerak membantu penderita amyotrophic lateral sclerosis (ALS), gangguan pada sel saraf motorik di otak dan sumsum tulang belakang

 

ITS Rumuskan Kebijakan Sistem Pendidikan Inklusif bagi Mahasiswa Disabilitas

 

Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan pendidikan tinggi yang inklusif. Kali ini, dosen ITS merumuskan naskah kebijakan bertajuk Designing a Multiscale Support System for Digital Education to Improve Higher Education Access for People with Disabilities sebagai dasar penyusunan kebijakan pendidikan inklusif di ITS.