News

PBOX, Inovasi Mahasiswa Seatrans untuk Salurkan Logistik Kemanusiaan

Rab, 09 Sep 2020
11:08 pm
Berita
Share :
Oleh : Sea Transportation   |

Wahyu Nur dan Maulidia Putri ketika Pengumuman Juara Lomba Esai Kemaritiman Kompetisi Nasional Kemaritiman (KONKA) 2020, Rabu (9/9).

Kampus ITS, Seatrans News — Keterbatasan di masa pandemi tak membuat mahasiswa Departemen Teknik Transportasi Laut (DTTL) ITS berhenti berkarya.  Pandemi virus Corona yang cukup berdampak pada wilayah kepulauan membuat mahasiswa departemen berjuluk Seatrans ini membuat inovasi berupa Pelra Box (PBOX).

Adalah Wahyu Nur Hidayatun Nisa dan Maulidia Putri Azuningrum, mahasiswa DTTL Angkatan 2017 yang berhasil menyabet Juara 1 Lomba Esai Kemaritiman Kompetisi Nasional Kemaritiman (KONKA) Universitas Hasanuddin 2020.

Mengikuti kompetisi bertema kemaritiman, Wahyu dan Putri membawa sebuah inovasi yang dituangkan dalam karya Esai berjudul Desain Konseptual Pelra Box (PBOX): Alat Angkut Penyaluran Logistik Kemanusiaan di Wilayah Kepulauan.

Wahyu menuturkan, ide untuk membuat inovasi tersebut bermula dari persebaran virus Corona di Indonesia yang tak kunjung reda dan menyebar ke seluruh negeri, tak terkecuali wilayah kepulauan. Kondisi tersebut menjadikan pemerataan bantuan logistik kemanusiaan yang menyeluruh ke pelosok negeri menjadi sangat penting.

Sebelum pandemi terjadi, segala jenis kebutuhan untuk wilayah kepulauan disalurkan melalui jalur laut dari Jawa ke pelabuhan-pelabuhan besar. Kemudian disalurkan dengan kapal yang lebih kecil menuju pulau-pulau kecil. Hal tersebut cukup memakan waktu.

“Bantuan logistik kemanusiaan seharusnya didatangkan dengan cepat, namun tidak semua wilayah dapat disinggahi oleh kapal besar,” ujar mahasiswa yang juga aktif sebagai asisten di Laboratorium Infrastruktur dan Kepelabuhanan DTTL tersebut.

Oleh karena itu, menurut Wahyu, Kapal Rakyat diharapkan dapat menjadi solusi untuk mengatasi masalah tersebut. “Namun masih terdapat beberapa permasalahan, mulai dari ukuran hingga kapasitas alat bongkar muat yang dimiliki,” ujar Wahyu.

“Selain itu, penggunaan kapal rakyat ini juga memiliki peluang kerusakan dan kehilangan muatan yang cukup tinggi,” tambah Putri, rekan satu tim Wahyu. Melihat kondisi tersebut, maka dirancanglah inovasi Pelra Box (PBOX).

PBOX merupakan alat yang terbuat dari kayu dan triplek melamin yang berfungsi layaknya petikemas. “PBOX dapat dilipat ketika tidak berisi muatan, sehingga dapat memudahkan operasional,” urai Putri.

Dijelaskan oleh mahasiswa yang juga aktif sebagai Wakil Ketua Himpunan Mahasiswa DTTL (Himaseatrans) tersebut, PBOX dapat meminimalisir kerusakan dan kehilangan muatan hingga 1,5% serta mempercepat proses bongkar muat 25% dari total waktu eksisting. “PBOX ini diprediksi memiliki umur ekonomis satu tahun,” tambahnya.

Tak hanya dari segi teknis, Wahyu dan Putri juga berharap PBOX dapat berperan dalam mendukung kebijakan protokol kesehatan di masa pandemi COVID-19 dengan minimalisir penularan melalui kontak antara muatan – disinfektan, muatan – Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM), dan sesama TKBM. (Humas Seatrans)

Latest News

  • Mahasiswa Baru Lebih Mengenal SEATRANS ITS lewat OKKBK 2021

    Penyampaian materi Pengenalan Laboratorium dan Kepustakaan oleh salah satu Dosen DTTL ITS, Bapak Hasan Iqbal Nur, S.T., M.T. Kampus

    02 Sep 2021
  • Pengalihan Alur Pelayaran Batu bara Menyelamatkan Karimunjawa

      Karimunjawa merupakan kepulauan yang berada di kabupaten Jepara, Jawa Tengah, yang memiliki wisata Taman Laut yang menjadi primadona

    14 Okt 2020
  • Seatrans ITS Ajak Mahasiswa Baru Keliling Kapal Virtual Bersama PELNI Lifestyle

    Kampus ITS, Seatrans News — Departemen Teknik Transportasi Laut (DTTL) ITS melalui Himpunan Mahasiswa DTTL (Himaseatrans) bekerja sama dengan

    01 Okt 2020