Berita

Opini, ITS News – Tahun Baru Imlek merupakan salah satu perayaan tahunan etnis tionghoa di seluruh dunia. Tidak terkecuali di Indonesia, negara yang terkenal akan banyaknya suku bangsa di dalamnya. Perayaan Imlek di Indonesia selalu semarak di berbagai kota dengan adanya pertunjukan barongsai, terpasangnya banyak lampion di beberapa fasilitas umum, hingga banyaknya diskon yang diberikan […]

Berita Terbaru
Dolly, tempat yang cukup familier di tengah masyarakat Surabaya. Belakangan berkembang wacana pusat prostitusi di Surabaya tersebut akan direlokasi ke pinggiran kota. Sementara Keputih, daerah yang sangat dekat dengan kita menjadi satu diantara dua pilihan pemkot Surabaya. Mayoritas menolak, terutama bagi mereka yang hidup dan berkaktivitas di Keputih dan sekitarnya. Haruskah kita bersikap demikian?
Forum Indonesia Bangkit yang digagas oleh pengusaha terkemuka Indonesia merilis wacana "Visi Indonesia 2030". Dalam gagasan tersebut, diproyeksikan bahwa pada tahun tersebut Indonesia akan menjadi negara maju dan sejahtera dengan meraih ranking kelima didunia setelah Tiongkok, India, AS, dan Uni Eropa. Pendapatan rata–rata perkapita kita akan sekitar USD 18.000 dan 30 perusahaan Indonesia akan masuk dalam daftar 500 perusahaan paling top di dunia.
Setelah membolak-balik halaman Kompas hari itu (16/11), saya tertegun sejenak pada sebuah tulisan. Tidak cukup besar. Hanya saja tampaknya persoalan ini akan ramai dibicarakan; Pemerintah Kota Surabaya berencana untuk melakukan relokasi Dolly. Mungkin bukan berita yang special. Tapi yang selanjutnya ditulis adalah Keputih menjadi salah satu dari dua kandidat yang akan dipilih.
Terkejut awalnya ketika saya membaca harian surat kabar Jawa Pos, Sabtu 10 Nopember 2007 kemarin. Pasalnya, pada kolom berita itu ditulis bahwa Bung Tomo, tokoh yang dikenal dengan semboyan rawe-rawe rantas malang-malang tuntas itu hingga kini tidak diakui pemerintah sebagai pahlawan nasional. Padahal beliau sudah berjuang untuk kemerdekaan Indonesia. Bung Tomo adalah penyulut api semangat perjuangan arek-arek Suroboyo...
Kehadiran junta atau diktator dalam sebuah masyarakat adalah sebuah ambiguitas yang membingungkan. Apakah ia harus dikutuk dengan sumpahserapah seluruh rakyat, ataukah harus dirayakan dengan selebrasi sukacita yang luar biasa? Karena bagi saya, hadirnya junta justru adalah awal dari setiap perubahan yang lebih baik.
1...178179180181182...211
Sedang Tren

Kampus ITS, Opini — Indonesia patut berbangga dengan statusnya sebagai negara kepulauan. Alih-alih menjadi batasan, selat dan laut bukanlah pemisah antara satu pulau dengan yang lain. Lebih dari itu, dibalik terwujudnya negara kesatuan dengan wilayah laut yang luas ini, ada perjuangan diplomasi yang harus selalu diingat, yaitu Deklarasi Djuanda. Deklarasi Djuanda yang dilaksanakan pada 13 Desember […]

Kampus ITS, Opini – Peristiwa pemberontakan Gerakan 30 September Partai Komunis Indonesia (G30S/PKI) yang telah terjadi 56 tahun silam masih terus menjadi topik hangat di tengah masyarakat. Bagaimana tidak, baru 20 tahun setelah masyarakat Indonesia berjuang mati-matian, DN Aidit dan pengikutnya yang tergabung dalam PKI melakukan pemberontakan. Hal ini dilakukan untuk merubah ideologi Bangsa Indonesia, […]

Insights

Jelajahi perjalanan riset ITS: dari ide awal hingga dampak nyata yang mengubah dunia.

Jelajahi Cerita Inspiratif ITS

Temukan inovasi, penelitian terkini, dan kisah sukses sivitas akademika ITS dalam setiap edisi majalah kami.

Video Terbaru
×