News

Wujudkan Kemandirian Garam, Departemen Teknik Kimia ITS Gagas Teknologi Membran Modern melalui Workshop Bekerja sama dengan PT Garam

Rab, 20 Mei 2026
12:04 pm
Informasi
Share :
Oleh : maratuss@its.ac.id   |

Foto bersama narasumber dan peserta workshop

Kampus ITS, ITS News — Ketergantungan Indonesia terhadap impor garam industri masih menjadi tantangan besar bagi ketahanan nasional. Menjawab persoalan tersebut, Departemen Teknik Kimia Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) memperkenalkan transisi teknologi produksi garam dari metode konvensional menuju teknologi filtrasi membran khususnya SWRO dan OARO yang lebih efisien dan ramah lingkungan.

Prof Dr Ing Ir Misri Gozan MTech dari BKK PII memaparkan materi mengenai Teknologi Pembuatan Garam

Gagasan ini dikupas tuntas dalam workshop bertajuk Teknologi Membran, SWRO, dan OARO untuk Produksi Garam dan Mineral Air Laut di Aula Oedjoe Departemen Teknik Kimia ITS, Selasa (15/4). Kegiatan ini menyoroti penggunaan sistem Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) dan Osmotically Assisted Reverse Osmosis (OARO) sebagai solusi modernisasi tambak garam tradisional.

Siti Nurkhamidah ST MS PhD memaparkan materi mengenai Garam Mineral Air Laut

Dosen Departemen Teknik Kimia ITS, Siti Nurkhamidah ST MS PhD menjelaskan bahwa teknologi membran menawarkan presisi yang tidak dimiliki metode evaporasi matahari biasa. Dengan integrasi sistem membran dan kristalisasi termal, efisiensi produksi dapat meningkat drastis.

Drs Ook Juwana MT dari PT Moya Indonesia memaparkan materi mengenai Operational & Maintenance OARO

Lebih lanjut, workshop ini menekankan penerapan sistem Zero Liquid Waste (ZLW) dalam ekosistem industri sirkular biru. Dalam sistem ini, seluruh komponen air laut diolah menjadi produk komersial sehingga tidak ada limbah cair yang mencemari laut. Sisa olahan air laut atau bittern tidak lagi dibuang, melainkan diekstraksi menjadi mineral berharga seperti Magnesium dan Kalium.

Dr Ir Susianto DEA memaparkan materi mengenai Teknologi Membran

Sejalan dengan hal tersebut, Dr Ir Susianto DEA  yang juga pakar dari ITS menambahkan bahwa pemahaman mendalam mengenai pemeliharaan membran, seperti pencegahan fouling, menjadi kunci keberlanjutan teknologi ini. Strategi transformasi ini diharapkan dapat menciptakan kemandirian garam nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan petambak garam lokal melalui produk bernilai tambah tinggi.

Agung Widjanjaya ST dari PT Global Mandira Semesta memaparkan materi mengenai Komersialisasi Membran dan Operasional & Maintenance SWRO

Inovasi yang diusung ITS ini secara langsung mendukung pencapaian SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur. Melalui modernisasi proses produksi ke sistem hybrid membrane. Selain itu, penerapan paradigma ZLW juga selaras dengan SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab. Pengolahan limbah menjadi mineral berharga memastikan penggunaan sumber daya laut dilakukan secara efisien dan meminimalkan dampak kerusakan lingkungan akibat penambangan mineral darat.

Sebagian peserta workshop

Workshop yang dihadiri oleh perwakilan PT Garam, akademisi, dan masyarakat umum ini juga menghadirkan narasumber ahli lainnya. Di antaranya Prof Dr Ing Ir Misri Gozan MTech dari BKK PII, Drs Ook Juwana MT dari PT Moya Indonesia, serta Agung Widjanjaya ST dari PT Global Mandira Semesta. Kolaborasi lintas sektor ini diharapkan mempercepat komersialisasi teknologi membran di Indonesia. (ITS News)

 

Reporter: Mar’atus Sholekhah SSi

Redaktur: Dr Yeni Rachmawati ST MT

Latest News

  • Wujudkan Kemandirian Garam, Departemen Teknik Kimia ITS Gagas Teknologi Membran Modern melalui Workshop Bekerja sama dengan PT Garam

    Foto bersama narasumber dan peserta workshop Kampus ITS, ITS News — Ketergantungan Indonesia terhadap impor garam industri masih menjadi

    20 Mei 2026
  • SOFTWARE COURSE: HYSYS ADVANCE 2026 – Departemen Teknik Kimia ITS Bekali Mahasiswa dengan Kemampuan Simulasi dan Analisis Proses Industri

    Departemen Teknik Kimia, ITS News – Pada tanggal 26 April 2026 telah dilaksanakan SC HYSYS yang bertema “SimulAction: Advanced

    13 Mei 2026
  • Software Course HYSYS Basic 2026 Bekali Mahasiswa Teknik Kimia ITS Hadapi Tantangan Industri

    Kampus ITS, Surabaya — Departemen Teknik Kimia Fakultas Teknologi Industri dan Rekayasa Sistem (FT-IRS) Institut Teknologi Sepuluh Nopember kembali

    13 Mei 2026