News

Bangkitkan Jiwa Entrepreneurship Mahasiswa Melalui Kuliah Soft Skill “Why I Am Here? Building Entepreneurship”

Sel, 15 Des 2020
12:48 pm
Informasi
Share :
Oleh : Admin-TeknikKimia   |

“Siapa bilang Entrepreneurship cuma milik pengusaha? Entrepreneurship bukanlah profesi apalagi cuma sekedar status. Entrepreneurship adalah cara memandang hidup, pola pikir dan sikap. Karena dengan entrepreneurship anda bukan cuma bisa menjadi entrepreneur pengusaha, tapi juga bisa menjadi intrapreneur, edupreneur bahkan jika anda mengelola negara, anda bisa menjadi statepreneur yang mumpuni.”

Pada kali ini, Departemen Teknik Kimia ITS mengadakan kuliah soft skill sesi ke-3 bertajuk “Why I Am Here? Building Entepreneurship” yang dibawakan oleh Bapak Ir. Sunaryo Suhadi, MBA., Co-Founder dan Presiden Komisioner PT. Arsynergy Resource, Tbk yang juga merupakan alumni Teknik Kimia ITS Angkatan 1977 (K-17). Acara ini diadakan untuk memberikan inspirasi serta wawasan mengenai ilmu dan jiwa entrepreneurship kepada seluruh mahasiswa Teknik Kimia ITS. Dimoderatori oleh Bapak Widyo Rulyantoko, ST. (K-33), acara ini diikuti secara antusias oleh para mahasiswa, dosen serta beberapa alumni yang hadir.

Cak Naryo memberikan gambaran salah satu industrinya yang saat ini berdiri, yaitu PT. Asynergy Resources, Tbk, pabrik pengolahan LPG dengan kapasitas 40 MMSCFD dam PT. Energi Nusantara Perkasa, pabrik pengolahan LPG dengan kapasitas 140 MMSCFD. Alumnus K-17 ini menceritakan kisahnya ketika mendirikan perusahaan EPC pertamanya pada tahun 1986 bersama 5 rekannya, dimana beliau saat itu berusia 33 tahun. Menariknya, beliau juga mengkisahkan pengalamannya ketika menjadi aktivis mahasiswa dan menjadi pegawai di PT. Pupuk Iskandar Muda saat baru lulus dari Teknik Kimia ITS. Pada mulanya, skill entrepreneurship ini juga belum dimiliki ketika menjadi mahasiswa atau pegawai. Hingga setelah masuk menjadi kontraktor perusahaan EPC, skill entrepreneurship ini mulai tumbuh dan berkembang. Saat ini, bersama Prof. Rhenald Kasali (Guru Besar UI) dan Cak Eko, Cak Naryo mendirikan sebuah perusahaan pelatihan entrepreneur “Rhenald Kasali School of Entrepreneur (RKSE)”.

Menurut beliau, entreneurship adalah terus menerus kreatif dan inovatif dalam melihat dan menciptakan peluang, serta mampu merealisasikannya menjadi sesuatu yang lebih berharga secara ekonomis, sosial dan ekologi.  Ada 2 cara menjadi seorang entrepreneur, by accident (kepepet) dan by design (memprogram diri sendiri untuk menjadi entrepreneur). Beberapa faktor untuk membangkitkan jiwa entrepreneur: 1. Kemampuan Internal Energi, 2. Kemampuan Otak Kanan. Kemampuan energi internal diperlukan untuk memaintain motivasi diri dan mengatasi hambatan luar serta mampu merealisasi sebuah usaha. Kemampuan otak kanan dapat mencetuskan intuisi, kreatif, inovatif yang sangat diperlukan untuk membaca dan meraih sebuah peluang.

Sangat beruntung berkesempatan untuk mendapatkan inspirasi, ilmu, wawasan serta kisah-kisah pengalaman mengenai entrepreneurship yang dibuktikan dari beberapa perusahaan yang didirikan Cak Naryo.
Terima kasih banyak Cak Naryo atas sharing yang diberikan. Semoga sehat dan sukses selalu.(RPA)

 

Note: tayangan ulang dapat disaksikan pada link youtube berikut.
https://www.youtube.com/watch?v=p4Hg4f51H2o

Latest News

  • NOPEC 2026 Sukses Digelar, Libatkan 1.250 Peserta dari 357 Sekolah di Seluruh Indonesia

    Departemen Teknik Kimia ITS — National Olympiad of Chemical and Food Engineering (NOPEC) 2026 resmi berakhir dengan sukses pada

    07 Apr 2026
  • Departemen Teknik Kimia ITS Selenggarakan Software Course MATLAB 2026 untuk Tingkatkan Kompetensi Komputasi Mahasiswa

    Departemen Teknik Kimia ITS kembali menyelenggarakan kegiatan pengembangan kompetensi mahasiswa melalui Software Course (SC) MATLAB 2026 yang mengusung tema

    07 Apr 2026
  • Mahasiswa Teknik Kimia ITS Raih Juara 2 CHEEF 2025 Lewat Inovasi Biometanol

    Kampus ITS, ITS News — Chemical Engineering Entrepreneurship Festival (CHEEF) 2025 kembali menegaskan perannya sebagai ajang technopreneurship terbesar di

    17 Des 2025