Departemen Teknik Kimia ITS — National Olympiad of Chemical and Food Engineering (NOPEC) 2026 resmi berakhir dengan sukses pada Jumat (7/2/2026). Kompetisi berskala nasional ini menjadi bagian dari rangkaian besar CHERNIVAL 2026 yang diselenggarakan oleh mahasiswa S-1 Departemen Teknik Kimia dan Teknik Pangan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya.
Malam Puncak NOPEC 2026 Resmi Ditutup, Grand Finalis dan Tamu Undangan Hadiri Closing & Awarding Ceremony
Penyelenggaraan NOPEC 2026 mencatatkan capaian signifikan dengan total 625 tim atau 1.250 peserta yang berasal dari 357 SMA/SMK/MA sederajat di berbagai daerah di Indonesia. Tingginya angka partisipasi ini mencerminkan antusiasme pelajar terhadap bidang Teknik Kimia dan Teknik Pangan, sekaligus menegaskan posisi NOPEC sebagai salah satu olimpiade teknik kimia tingkat nasional dengan jangkauan luas dan berkelanjutan.
Rangkaian kegiatan NOPEC 2026 telah berlangsung sejak November 2025 hingga Februari 2026. Kegiatan diawali dengan proses open registration, kemudian dilanjutkan melalui program C-SHOTS (Chernival Show Off to School) berupa kegiatan roadshow ke sekolah-sekolah secara daring maupun luring.
C-SHOTS NOPEC 2026, Perkenalkan Dunia Teknik Kimia ke Sekolah-Sekolah
Program ini melibatkan mahasiswa Teknik Kimia dan Teknik Pangan ITS serta student ambassador dari berbagai provinsi untuk memperkenalkan kompetisi NOPEC sekaligus memberikan gambaran awal mengenai dunia keilmuan Teknik Kimia kepada siswa sekolah menengah.
Sebagai penguatan edukatif, NOPEC 2026 juga menghadirkan Chemical Engineering Open House yang dikemas dalam bentuk talkshow bersama mahasiswa dan dosen, tur laboratorium secara daring, serta kuis interaktif. Kegiatan ini menjadi sarana pengenalan lebih mendalam terhadap Departemen Teknik Kimia dan Teknik Pangan ITS serta kehidupan perkuliahan di dalamnya.
Memasuki tahap kompetisi, peserta mengikuti Preparation Try Out sebelum menjalani Preliminary Round. Pada tahap ini, peserta diuji melalui seleksi daring yang mencakup mata pelajaran Matematika, Fisika, Kimia, Biologi, serta Tes Potensi Skolastik (TPS).
Peserta terbaik kemudian melaju ke tahap Quarter Final hingga terpilih 25 tim terbaik untuk mengikuti babak Semifinal. Pada tahap semifinal, peserta ditantang untuk menyusun paper berdasarkan studi kasus yang diberikan oleh dosen Departemen Teknik Kimia ITS.
Tahap ini menekankan kemampuan analisis, pemecahan masalah, serta penerapan konsep teknik kimia secara komprehensif. Dari rangkaian seleksi tersebut, lima tim terbaik nasional berhasil melaju ke babak puncak Grand Final NOPEC 2026.
Babak Grand Final dilaksanakan selama dua hari, yakni pada 6–7 Februari 2026. Pada hari pertama, peserta mengikuti kegiatan Company Visit ke PT Petrokimia Gresik, yang memberikan wawasan langsung mengenai proses produksi serta operasional industri kimia.
Peserta Grand Final Kunjungi Industri Kimia Nasional
Kegiatan dilanjutkan dengan presentasi hasil studi kasus di hadapan dewan juri yang diselenggarakan di Aula Oedjoe Departemen Teknik Kimia ITS. Pada hari kedua, peserta mengikuti berbagai kegiatan yang dirancang untuk menguji kemampuan akademik secara menyeluruh.
Peserta mengikuti sesi academic games, simulasi soal mata kuliah Teknik Kimia dengan berbagai tingkat kesulitan, serta praktikum analisis kimia di laboratorium. Melalui tahapan ini, peserta tidak hanya dituntut menguasai teori, tetapi juga menunjukkan ketelitian eksperimen, kemampuan analisis data, serta kerja sama tim.
Presentasi Hasil Analisis Study Case di Hadapan Dewan Juri
Seluruh rangkaian kegiatan NOPEC 2026 ditutup melalui Closing and Awarding Ceremony yang diselenggarakan di Ballroom Pala, Surabaya Suites Hotel, pada Jumat (7/2/2026). Acara diawali dengan penampilan budaya dari Unit Kegiatan Tari Klasik dan Tradisional (UKTK) ITS yang menghadirkan nuansa kebudayaan dalam malam puncak.
Nuansa Budaya Warnai Malam Closing NOPEC 2026
Kegiatan dilanjutkan dengan sambutan dari Annisa Aniqah Rahmatillah selaku CEO CHERNIVAL 2026, diikuti oleh Azhar Dwi Febryan selaku Head of Himpunan Mahasiswa Teknik Kimia (HIMATEKK ITS), serta Prof. Dr. Ir. Lailatul Qadariyah, S.T., M.T., IPM. selaku Kepala Departemen Teknik Kimia ITS.
Sambutan Hangat dari Kepala Departemen Teknik Kimia ITS
Dalam refleksinya terhadap pelaksanaan kegiatan, Annisa menyampaikan bahwa NOPEC bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi juga ruang pembelajaran bagi peserta.
“Bagi saya, NOPEC tahun ini tidak hanya tentang kompetisi, tetapi tentang proses belajar, keberanian untuk mencoba hal baru, dan kesempatan untuk bertumbuh melalui kolaborasi,” ujarnya.
Rangkaian acara dilanjutkan dengan sesi talkshow, pemutaran video profil mitra industri, serta kegiatan gala dinner sebelum akhirnya dilakukan pengumuman pemenang dan penyerahan penghargaan kepada para juara sebagai puncak apresiasi.
Dalam kompetisi ini, Juara 1 diraih oleh Tim CE Fighter dari SMAN 2 Mojokerto yang beranggotakan Reno Saktiawan dan Zahra Salsabila Rhoudatul Rochim. Juara 2 diraih oleh Tim Pejuang Freepass dari MAN 2 Kota Kediri, sedangkan Juara 3 diraih oleh Tim E-Core dari MAN 3 Palembang.
Selain itu, penghargaan Best Study Case diberikan kepada Tim Double Take dari SMAN 1 Kraksaan, serta Best Idea Presentation diraih oleh Tim Chipper dari SMAN 1 Manyar. Capaian ini diharapkan dapat mendorong semangat inovasi serta kompetisi positif di kalangan pelajar Indonesia.
Keberhasilan penyelenggaraan NOPEC 2026 tidak terlepas dari kerja keras panitia di bawah kepemimpinan Annisa Aniqah Rahmatillah selaku Chief Executive Officer CHERNIVAL 2026. Sinergi antar divisi panitia menjadi faktor utama dalam memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan secara terstruktur dan memberikan dampak positif bagi peserta di tingkat nasional.
Dukungan dari berbagai mitra industri juga turut berperan penting dalam kesuksesan kegiatan ini, di antaranya Facetology, PT Pertamina Hulu Energi, PT Semen Gresik, serta PT Petrokimia Gresik. Kolaborasi ini menjadi bukti nyata sinergi antara dunia pendidikan dan industri dalam mendukung pengembangan generasi muda di bidang teknik kimia dan teknik pangan.
Menutup rangkaian kegiatan, Annisa turut menyampaikan evaluasi serta harapan untuk keberlanjutan NOPEC di masa mendatang.
“Di balik kesuksesan NOPEC tahun ini, kami menyadari masih ada ruang untuk perbaikan. Semoga NOPEC selalu menjadi ruang bertumbuh dan belajar bersama, bukan hanya bagi para peserta, tetapi juga bagi seluruh panitia yang terlibat,” ungkapnya.
Melalui penyelenggaraan NOPEC 2026, Departemen Teknik Kimia ITS kembali menegaskan komitmennya dalam meningkatkan citra akademik di tingkat nasional sekaligus menjadi wadah pengembangan potensi, minat, dan prestasi pelajar Indonesia di bidang rekayasa dan teknologi kimia. Kegiatan ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Quality Education) melalui peningkatan akses pendidikan berkualitas, SDG 9 (Industry, Innovation and Infrastructure) melalui penguatan inovasi berbasis teknologi, serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui kolaborasi antara institusi pendidikan dan mitra industri.
Departemen Teknik Kimia ITS — National Olympiad of Chemical and Food Engineering (NOPEC) 2026 resmi berakhir dengan sukses pada
Departemen Teknik Kimia ITS kembali menyelenggarakan kegiatan pengembangan kompetensi mahasiswa melalui Software Course (SC) MATLAB 2026 yang mengusung tema
Kampus ITS, ITS News — Chemical Engineering Entrepreneurship Festival (CHEEF) 2025 kembali menegaskan perannya sebagai ajang technopreneurship terbesar di