News

SERI LAPORAN KE-3 KUNJUNGAN KE ISTANBUL, TURKI

Mon, 03 Dec 2018
10:35 AM
News
Share :
Oleh : Admin-Teknik Kelautan   |

SERI LAPORAN KE-3

KUNJUNGAN KE ISTANBUL, TURKI

14 – 17 November 2018

Agenda Utama:

  1. Yücel Odabaşi Colloquium Series

3rd International Meeting

Progress in Propeller Cavitation and Its Consequences –

Experimental and Computational Methods for Predictions

(AYO-COL 2018)

Penulis: Eko B. Djatmiko

Editor: Rudi W. Prastianto

 

Di hari kedua Kolokium Ilmiah A. Yücel Odabaşi Colloquium Series, 3rd International Meeting (AYO-COL 2018) di Istanbul Turki ini, disajikan 8 makalah yang terbagi dalam 3 Sesi. Ditambah satu paparan Keynote Speech. Selain mendapatkan manfaat atas ilmu dan wawasan baru dari pemaparan makalah-makalah, di hari kedua ini dari komunikasi yang dibangun juga terbuka peluang kerja sama akademis/riset yang sangat baik antara DOE-FTK-ITS dengan (FNAOE) – ITU. Paling memungkinkan adalah sandwich program dengan joint supervision untuk mahasiswa S2 dan S3 dari FTK-ITS.

Hari kedua Pelaksanaan AYO-COL 2018 dilaksanakan pada Jumat 16 November 2018, di kampus Faculty of Naval Architecture & Ocean Engineering (FNAOE) – ITU mulai pukul 09.15 hingga 15.30. Pada hari kedua dipresentasikan 8 paper yang terbagi dalam 3 Sesi yaitu Sesi 5 (1 makalah), 6 (4 makalah) dan Sesi 7 (3 makalah) ditambah 1 paparan Keynote Speech di Sesi 5.

Acara hari kedua diawali dengan Keynote Address #3 oleh Prof. Y.L. Young dari University of Michigan, USA, yang memaparkan adanya tantangan pemahaman tentang Cavitating and Ventilating Flows dalam kaitannya dengan struktur laut dengan multi-fungsi.

Saya mempresentasikan paper pada Sesi #6, berjudul An Investigation of Underwater Ship Noise Utilizing Circulating Water Channel, dengan penulis Dr. Endang Widjiati (BPH-BPPT), Prof. Eko B Djatmiko (DOE-ITS), Dr. Wisnu Wardhana (DOE-ITS), dan Dr. Wirawan (FTE-ITS). Sesi ini dimoderatori oleh Prof. P. Brandner. Sementara 3 paper lainnya di Sesi ini lebih membahas hasil-hasil dari studi numerik terhadap persoalan sistem propulsi untuk meminimalkan efek kavitasi. Acara AYO-COL 2018 hari kedua ini berakhir jam 15.30. Sebelumnya telah diawali dengan pemaparan 3 makalah di Sesi 7 yang dimoderatori oleh Prof. N. Sasaki.

Gambar 1. Saya mempresentasikan paper pada AYO-COL 2018

Pada sekitar jam 16:00 saya berkesempatan bertemu dengan Dekan FNAOE-ITU, Prof. Ahmet Ergin bersama Prof. Ismail Helvacioglu. Dalam pertemuan tersebut pada awal­nya dibahas tentang rencana pengembangan kerjasama antara FNAOE-ITU dengan FTK-ITS. Namun kemudian Prof. Ergin mengusulkan sebaiknya kerjasama diperluas dalam bentuk MoU pada tingkat Perguruan Tinggi antara Rektor ITU dan ITS, sehing­ga akan memayungi peluang kerjasama antara fakultas-fakultas dan departemen-departemen secara lebih luas.

Gambar 2. Foto bersama Prof. Ahmet Ergin (kiri), Dean FNAOE-ITU, dan Prof. Ismail Helvacioglu

Salah satu kesempatan kerjasama antara FTK-ITS dengan FNAOE-ITU yang pada saat ini saya lihat paling memungkinkan dan praktis adalah sandwich program dengan joint supervision untuk mahasiswa S2 dan S3 dari FTK-ITS. Pertimbangan utama sandwich program di ITU adalah karena fasilitas laboratorium yang relative lengkap, berkelas Eropa, dan para dosennya yang berkualitas. Sebagai catatan ITU adalah universitas tua, yang didirikan pada tahun 1773.

Pertimbangan penting lainnya adalah biaya yang cukup terjangkau bagi mahasiswa S2 atau S3 dari FTK-ITS jika akan belajar 1 atau 2 semester di FNAOE-ITU. Sebagai gambarannya adalah, menurut informasi yang diperoleh dari mas Yoga, mahasiswa Indonesia di Istanbul, dan juga pak Nurhadi, dosen muda Departemen Teknik Sistem Perkapalan ITS yang sedang studi di Universitas Elkişehir, kurang lebihnya adalah sebagai berikut:

  • Tuition Fee S2 dan S3 di ITU per semester adalah sekitar Rp. 1,000,000,-
  • Biaya hidup per bulan di Istanbul akan cukup dengan Rp. 2,500,000,- dan sangat baik bila dengan anggaran Rp. 3,000,000,-.
  • Biaya tiket Jakarta-Istanbul pp bisa diperoleh sampai dengan harga serendahnya Rp. 7,000,000,-
  • Biaya settling down untuk tinggal bulan pertama di Istanbul, untuk kebutuhan sejumlah uang tanggungan (apartemen, listrik, gas, dll) perlu dipersiapkan sebesar Rp. 10,000,000,-.

 

Sementara itu peluang untuk joint supervision masih harus dibahas lebih lanjut, khususnya menyangkut aspek administratif resmi kedua pihak, antara ITU dan ITS (@EBeDe&eRWePe).

Latest News

  • Bantu Penanggulangan Covid-19, Mahasiswa DTK ITS Salurkan Sembako dan Menyemprotkan Disinfektan di Desa Jatigedong, Kabupaten Jombang

      JOMBANG – DTK ITS:  Mahasiswa Departemen Teknik Kelautan, Fakultas Teknologi Kelautan, Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya (ITS) yang

    01 Aug 2020
  • Ocean Engineering Webinar Series #2

    Ocean Engineering Webinar Series #2 merupakan webinar kedua yang diselenggarakan oleh Departemen Teknik Kelautan. Webinar Series kedua ini mengangkat

    24 Jul 2020
  • Ocean Engineering webinar series

    Pada hari Rabu 1 Juli 2020, Departemen Teknik Kelautan Fakultas Teknologi Kelautan Institut Teknologi Sepuluh Nopember telah menyelenggarakan acara

    07 Jul 2020