News

Habibienomics

Thu, 12 Sep 2019
9:54 AM
Opini-Eng
Share :
Oleh : Admin-Teknik Kelautan   |

Habibienomics

Oleh Prof. Ir. Daniel M. Rosyid, Ph.D

 

Narasi Revolusi Industri 4.0 jelas perwujudan Habibienomics. Homo fabre mendahului homo sapiens. Melalui makership, interaksi manusia dengan material di sekelilingnya, manusia menciptakan nilai tambah. Membuat perahu dari kayu. Membuat pesawat terbang dari aluminium.

Memang produksi saja tidak cukup. Barang-barang itu harus diperdagangkan justru untuk membuktikan manfaat yang dijanjikan dari sebuah karya teknolojik. Perahu itu harus dipakai mengangkut kelapa melalui sungai dan laut ke pulau lain. Persoalan muncul saat manusia hanya mau berdagang tapi tidak mau membuat barang-barang. Persoalan tambah rumit jika melibatkan uang yang nilainya berubah-ubah. Seringkali produsen barang, atau petani dan nelayan, tetap miskin sementara pedagang beras dan ikan kaya raya. Belanda kaya raya karena memperdagangkan rempah-rempah Nusantara. Singapura adalah Belanda di Asia yang memperdagangkan komoditi asal Indonesia.

China adalah raksasa yang tidak saja menjadi maker of the world, kini berusaha menjadi transporter of the world melalui One Belt One Road. Fenomena China adalah fenomena Habibienomics. China sedang menggusur AS sebagai maker of the world dan kini sedang terlibat perang dagang dengan AS yang semakin kehilangan basis industrinya. Gejalanya AS akan dikalahkan karena China memiliki basis sosial yang lebih kuat untuk “berpuasa”.

Agar Garuda tidak ditelan Naga, Indonesia harus mengambil peran makers of maritime products seperti kapal berbagai jenis dan ukuran, serta maricultural produce. Menjadi negara maritim adalah geostrategical default bagi negara kepulauan bercirikan Nusantara ini. Kita perlu mewujudkan Habibienomics namun tidak abai terhadap trade and commerce. Agar terjadi fair trade, maka price and terms of payment harus berkeadilan : satu mata uang dunia berbasis emas. Habibienomics perlu diperkaya dengan blue economics yang dipijakkan pada teknologi konvivial : mendorong kreativitas tapi tidak memperbudak manusia. Untuk Indonesia, Habibienomics juga maritinomics.

Rosyid College of Arts and Maritime Studies, Gunung Anyar, 12/9/2019

 

 

Latest News

  • Kembali Ke Rumah

    Kembali Ke Rumah Oleh Prof. Ir. Daniel M. Rosyid, Ph.Dd – YPTDI     Cukup lama sebelum pandemi Covid19

    24 Mar 2020
  • Virus Profesionalisasi

    Virus Profesionalisasi Oleh Prof. Ir. Daniel M. Rosyid, Ph.D Suatu ketika di sebuah kampus ternama di Thailand, Bennedict Anderson

    18 Feb 2020
  • Politik Teknologi

    Politik Teknologi Oleh Prof. Ir. Daniel M. Rosyid, Ph.D   Sejak Orde Baru, politik nasional RI dicirikan oleh semangat

    08 Nov 2019