News

Webinar Potensi dan Pengolahan Logam Tanah Jarang sebagai Mineral Strategis dan Energi Masa Depan, Dr Amien Widodo sebagai Moderator

Ming, 14 Feb 2021
8:54 am
Informasi
Share :
Oleh : Admin-Teknik Geofisika   |

Logam tanah jarang (LTJ), saat ini menjadi komoditas strategis. Pemanfaatan logam tanah jarang erat kaitannya dengan produk industri teknologi tinggi, seperti industri komputer, telekomunikasi, nuklir, dan ruang angkasa. Penggunaan LTJ akan meluas, terutama unsur tanah jarang tunggal, seperti neodymium, samarium, europium, gadolinium. Saat ini energi bukan lagi sekadar berupa bahan bakar fosil, uranium, plutinoum, angin dan air. LTJ bahkan dikategorikan sebagai cadangan energi. LTJ dianggap sebagai material penting di masa depan.

Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melakukan survei dan pemetaan potensi mineral logam tanah jarang (LTJ) atau rare earth element (REE) di Indonesia. Hasilnya, terdapat 28 lokasi yang sudah teridentifikasi memiliki potensi LTJ. Pulau Sumatra menjadi lokasi dengan potensi LTJ terbanyak dengan 16 titik, Disusul, Kalimantan dengan 7 titik, Sulawesi terdapat 3 dan terakhir Jawa dengan 2 titik potensi. Sumber daya hipotetik di Sumatera sekitar 23 juta ton dengan tipe endapan LTJ Laterit, beserta 5 juta ton LTJ dengan tipe tailings. Sedangkan di Kalimantan, sumber daya hipotetik LTJ sekitar 7 juta ton dengan tipe tailings dan di Sulawesi sekitar 1,5 juta ton dengan tipe laterit. Sumber daya tersebut masih bersifat hipotetik dan tereka, jadi perlu eksplorasi lanjut.

Bahkan Kepala Badan Geologi Eko Budi Lelono mengungkapkan, lumpur Lapindo di Sidoarjo, Jawa Timur juga teridentifikasi memiliki potensi kandungan LTJ. Potensi kandungan LTJ juga terdapat sebagai mineral ikutan pada komoditas tambang, termasuk batubara di Kalimantan. Kerangka regulasi dari sisi pengembangan dan pemanfaatan memang diperlukan dan segera dipersiapkan mulai dari regulasi di bawah Kementerian ESDM hingga pengolahan hilir di sektor perindustrian seperti diatur di UU Minerba.

Negara negara penghasil LTJ seperti Cina mulai membatasi dan menurunkan ekspor Logam Tanah Jarang (LTJ). Ini kesempatan bagi peneliti yang ada di perguruan tinggi dan lembaga riset umtuk mengembangkan LTJ, kerena ini diperlukan oleh industri maju saat ini dan yang akan datang.

Dalam rangka mengembangkan misi ITS memberikan kontribusi dalam ilmu pengetahuan dan teknologi untuk kesejahteraan masyarakat melalui kegiatan pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat dan manajemen yang berbasis teknologi informasi dan komunikasi, Pusat Penelitian Material dan Nano Teknologi LPPM ITS menyelenggarakan WEBINAR Potensi dan Pengolahan Logam Tanah Jarang Sebagai Mineral Strategis dan Energi Masa Depan dengan tujuan mempertemukan para stakeholder LTJ dan merancang kesepahaman antar stakeholder.

Webinar Potensi dan Pengolahan Logam Tanah Jarang sebagai Mineral Strategis dan Energi Masa Depan

Bersama Narasumber:

  • Dr. Eko Budi Lelono (Kepala Badan Geologi ESDM)
  • Dr. Sungging Pintowantoro, S.T., M.T. (Dosen Teknik Material dan Metalurgi ITS)
  • Dr. Sabtanto Joko Suprapto, M.T. (Dosen Politeknik Energi dan Pertambangan Bandung)

Bertindak sebagai moderator:

  • Dr Amien Widodo (Dosen Teknik Geofisika ITS)

Acara ini akan diselenggarakan pada:

 

 

Latest News

  • Teknik Geofisika ITS Mendapatkan Akreditasi Unggul dari BANPT

    Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BANPT) memberikan Akreditasi Unggul kepada Teknik Geofisika ITS per 5 Mei 2021. Peringkat tertinggi

    07 Mei 2021
  • Sosialisasi Penerimaan Mahasiswa Baru Jalur Kemitraan Prestasi dan Mandiri

    Untuk kalian yang ingin mendaftar melalui jalur Seleksi Kemitraan Mandiri dan Prestasi (SKMP) ITS dan Sarjana Terapan (Vokasi) ITS,

    05 Mei 2021
  • GeoTraining – Enhancing The Synchronized and Asynchronized Learning-Moving Towards to MOOC of Geophysical Enginering ITS

    Metode belajar dalam jaringan (daring) semakin berkembang dan diminati di dunia pendidikan, sehingga Departemen Teknik Geofisika ITS

    05 Mei 2021