News

Memperingati Hari Penanggulangan Degradasi Lahan dan Kekeringan Sedunia 17 Juni 2021, Dr Ayi Syaeful Bahri: Studi serta Pengelolaan Karst Secara Berkelanjutan Sangatlah Penting

Kam, 17 Jun 2021
10:41 am
Informasi
Share :
Oleh : Admin-Teknik Geofisika   |

Tahukan anda Tanggal 17 Juni adalah Hari Penanggulangan Degradasi Lahan dan Kekeringan Sedunia?

 

Perihal Degradasi Lahan dan Kekeringan ada beberapa hal yang menyebabkannya karena faktor alami dan manusia (kerusakkan lingkungan akibat aktifitas kehidupan manusia). Kedua hal tersebut kalau disandingkan secara bersamaan (kombinasi keduanya) menyebabkan menjadi pemercepat degradasi dan kekeringan.

 

Ilustrasi Kekeringan Tanah (sumber: National.co)

Selama ini daerah Kapur (karst atau Karbonat) sudah lama terstigma daerah kering kerontang (di permukaan) dan secara sosial sudah lama manusia yang hidup di lingkungannya hidup dengan kondisi yang sangat terbatas dalam ketersediaan air, walaupun kondisi tersebut belum tentu benar. Akuifer karst bertindak sebagai reservoir curah hujan alami yang besar, dan pelepasan mata air mencerminkan periode curah hujan yang tinggi, serta perubahan iklim jangka panjang (Chen et al. 2004) dalam (Entezari et al., 2020).

 

Karst Pacitan, Objek Penelitian Dosen Teknik Geofisika ITS, Dr Ayi Syaeful Bahri)

 

Kompleksitas daerah Kapur secara geologis sangat tinggi. Kawasan Karst memiliki bentuk morfologi dan hidrologi yang unik (keberadaan sungai bawah permukaan); tersusun oleh batuan mudah larut, seperti batuan karbonat dan evaporit, yang dapat mengarah ke pembentukan akuifer (Entezari et al., 2020) (Zaree et al., 2019) (De la Torre et al., 2020). Menurut Basha & Zoghbi (2018) dalam (Yogafanny et al., 2020), yang menarik ternyata Akuifer Karst juga merupakan sumber air utama. Negara-negara yang mempunyai daerah Karst banyak memanfaatkan sumber air dari daerah Karst ini  sebagai sumber penyedia kebutuhan air masyarakat.

 

Karst Pacitan, Objek Penelitian Dosen Teknik Geofisika ITS, Dr Ayi Syaeful Bahri)

 

Oleh karenanya, studi dan pengelolaan karst secara berkenlajutan sangat penting karena kelimpahan dan potensinya dalam membentuk akuifer air bawah tanah. Pengelolaan daerah Karst yang mengabaikan kelestarian akan menyebabkan degradasi lingkungan dan berkontribusi langsung terhadap tingkat kekeringan, hal ini terjadi karena  karena terganggunya siklus hidrologi di daerah tersebut. Salah satu faktor yang harus diperhatikan adalah dengan menjaga tingkat imbuhan akuifer (recharge rate) menjadi salah satu parameter dasar dalam pengelolaan konsumsi dan pemeliharaan sumber daya ini.  Sangat penting melakukan studi untuk memetakan kelimpahan dan potensi akuifer air bawah tanah karst.

 

Latest News

  • Support ITS Goes To TOP 500 World Class University, Teknik Geofisika ITS Himpun Dukungan Alumni

    Di tahun ini, Rektor ITS memasang target untuk ITS menjadi Top 500 dalam ranking World Class University (WCU). Teknik

    07 Agu 2022
  • Bahas Kerjasama di Bidang Pendidikan, Direktorat Panas Bumi Kunjungi Teknik Geofisika ITS

    Teknik Geofisika ITS menerima kunjungan dari Direktorat Panas Bumi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, pada hari Rabu, 27

    29 Jul 2022
  • Selamat Kepada Ester Hotmaria dan Rizka Ayuni Triananda Terpilih dalam Internasional Global Project Based Program “Zero Waste Campus”

    Keterlibatan dalam program internasional telah diikuti oleh mahasiswa Teknik Geofisika ITS dalam sebuah program internasional virtual besar. Ester Hotmaria,

    22 Jul 2022