News

Investigasi Jejak Peninggalan Majapahit, Empat Mahasiswa Teknik Geofisika ITS Angkat Survey Geofisika Situs Kumitir Dalam Tugas Akhir

Kam, 05 Agu 2021
10:14 am
Informasi
Share :
Oleh : Admin-Teknik Geofisika   |

Mahasiswa Teknik Geofisika ITS: Rizka Amelia, Dionisius Alfa Amori Kusuma, Isti Faizati Zainiyah dan Jody Maulana

 

Situs peninggalan Kerajaan Majapahit yang sudah ditemukan hingga saat ini diperoleh melalui penelitian yang panjang, namun sejauh ini hasil penelitian tersebut belum memberikan gambaran utuh mengenai keseluruhan Kota Majapahit (Sarwono, 2004).

Situs Kumitir, salah satu situs yang diduga sebagai peninggalan Kerajaan Majapahit, menjadi objek penelitian Teknik Geofisika ITS yang mencoba melakukan investigasi terhadap keberadaan Majapahit yang terpendam oleh. 4 Mahasiswa Teknik Geofisika ITS yang terdiri dari Rizka Amelia, Dionisius Alfa Amori Kusuma, Isti Faizati Zainiyah dan Jody Maulana telah mengeksekusi riset pengukuran geofisika yang dikemas menjadi Tugas Akhir.

Penelitian Situs Kumitir oleh mahasiswa Teknik Geofisika ITS

 

Rizka Amelia, mengangkat topik “Rekonstruksi Aliran Debris Masa Sejarah Gunung Anjasmoro Penutup Situs Kumitir Menggunakan Algoritma Multiple Flow Direction Dan Model Matematis Laharz”. Riset ini bertujuan untuk merekonstruksi aliran yang diduga menutupi Situs Kumitir.

Kemudian dugaan bahwa Situs Kumitir tertimbun oleh adanya aktivitas vulkanik, juga melatarbelakangi riset Dionisius Alfa Amori Kusuma. Mengangkat topik “Identifikasi Litologi Penimbun Situs Kumitir Dengan Menggunakan Metode Ground Penetrating Radar”, Dionisius menjawab dugaan penetrasi kedalaman dan faktor yang mempengaruhinya, litologi penimbun serta kelurusan litologi di wilayah Situs Kumitir.

 

Penelitian Situs Kumitir menggunakan Ground Penetrating Radar (GPR) oleh Mahasiswa Teknik Geofisika ITS 

 

Dengan alat yang sama, Ground Penetrating Radar, Jody Maulana menyelidiki persebaran struktur bangunan kerajaan Majapahit yang terpendam. Topik tugas akhirnya yang berjudul “Pemodelan Pola Persebaran Struktur Bangunan Kerajaan Majapahit Di Situs Kumitir Menggunakan Metode Ground Penetrating Radar (GPR)”, berhasil memodelkan 19 garis dugaan kemenerusan struktur di Situs Kumitir, dengan 13 garis berarah berarah barat daya – timur laut dan 6 garis lainnya berarah tenggara – barat laut.

Identifikasi terhadap pengendapan di area situs Kumitir juga dikerjakan oleh Isti Faizati Zainiyah, yang menginvestigasi dari sisi lingkungan pengendapan, dengan analisis granulometri. Topik tugas akhirnya yang berjudul “Identifikasi Lingkungan Pengendapan Area Situs Kumitir Mojokerto, Jawa Timur Menggunakan Metode Analisis Granulometri”, mengungkap bahwa tekstur sedimen (granulometri) dan didukung oleh data pengukuran sratigrafi, didapatkan jenis lingkungan pengendapannya adalah distal kipas alluvial.

Hasil penelitian ini diharapkan dapat membantu BPCB Jawa Timur dan pihak lain yang terkait, untuk memberikan referensi mengenai rekonstruksi terpendamnya Situs Kumitir, peninggalan Kerajaan Majapahit.

Latest News

  • Air yang Kita Racuni, Krisis yang Kita Warisi : HARI LINGKUNGAN HIDUP SEDUNIA, 5 JUNI 2026

    Air yang Kita Racuni, Krisis yang Kita Warisi Dari sungai-sungai Indonesia hingga laut lepas, pencemaran air telah menjadi ancaman

    19 Jun 2026
  • Lengkapi Rantai Keilmuan Kebumian, ITS Gelar FGD Penjaringan Aspirasi Pendirian Program Studi S1 Teknik Geologi

    SURABAYA, TG ITS — Dalam rangka mewujudkan rencana strategis perluasan kontribusi ilmiah di sektor kebumian, Institut Teknologi Sepuluh Nopember

    18 Jun 2026
  • Pelajari Potensi Hidrokarbon, Departemen Teknik Geofisika ITS Gelar Kuliah Lapangan Cekungan Sedimen Jawa Timur Utara

    SURABAYA, TG ITS — Dalam rangka memperkuat pemahaman praktis mengenai tatanan geologi regional dan sistem petroleum, Departemen Teknik Geofisika,

    17 Jun 2026