News

Kuliah Tamu “Geoarkeologi : Studi Kasus Situs Gunung Padang Cianjur dan Kumitir Mojokerto”

Sab, 05 Sep 2026
10:48 am
Informasi
Share :
Oleh : dihein   |

Situs Gunung Padang Cianjur Setelah sempat berhenti lebih dari 10 tahun mengemuka kembali, bahkan kembali melanjutkan penelitan setelah acara diskusi publik “Melihat Kembali Nilai-nilai Penting Cagar Budaya Nasional Gunung Padang: Suatu Upaya Pelestarian Cagar Budaya Berkelanjutan” yang diselenggarakan oleh Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia di Jakarta, Selasa (12/2/2024).

Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia membentuk TIM Peneliti Gunung Padang dan pemugaran dimulai 25 Desember 2025. Rangkaian ekskavasi dan kajian mendalam struktur undakan batu terus dievaluasi secara lintas disiplin ilmu guna meredam perdebatan panjang di ranah akademik internasional. Hasil terbaru Tim peneliti sempat menemukan serpihan atau kepingan perunggu di kedalaman 4 meter yang mengindikasikan jejak peradaban tua. Pendekatan geoarkeologi dengan geofisika magnetik untuk analisis sifat magnetik batuan untuk membedakan struktur alami dan rekayasa manusia secara objektif. Sebelumnya tim BRIN telah melakukan kajian geoarkeologi di Kumitir Trowulan Mojokerto

Geoarkeologi adalah pendekatan multidisiplin yang menggunakan teknik dan disiplin ilmu geografi, geologi, geofisika, dan ilmu kebumian lainnya untuk mengkaji topik-topik yang menginformasikan pengetahuan arkeologi dan kronologis. Geoarkeolog mempelajari proses fisik alami yang memengaruhi situs arkeologi seperti geomorfologi, pembentukan situs melalui proses geologi, dan dampaknya pada situs dan artefak yang terkubur pasca pengendapan (Wikipedia).

Geoarkeologi merupakan bidang studi yang menerapkan metode dari ilmu bumi untuk menjawab pertanyaan arkeologi, sebab semua penyelidikan arkeologi juga bersifat geologis karena sisa-sisa material terkubur dan/atau terawetkan dalam lingkungan geologis. Geoarkeologi menggunakan serangkaian teknik untuk merekonstruksi kondisi lingkungan masa lalu. Alat-alat ini penting bagi penelitian arkeologi modern untuk lebih memahami bagaimana manusia masa lalu berinteraksi dan beradaptasi dengan lingkungan sekitarnya dari waktu ke waktu. Ahli geoarkeologi juga menerapkan teknik untuk mempelajari sisa arkeologi dalam resolusi tinggi di bawah konteks mikro untuk mengidentifikasi jejak mikroskopis peristiwa aktivitas masa lalu (seperti penggunaan api) yang sulit diamati dengan mata telanjang ( https://www.uow.edu.au/).

Suatu kehormatan bagi kami Departemen Teknik Geofisika mendapatkan pembelajaran dari Tim Kementerian Kebudayaan yang sedang meneliti Gunung Padang dan berkenan berbagi ilmu melalui Kuliah Tamu GEOARKEOLOGI : Studi Kasus Situs Gunung Padang Cianjur dan Kumitir Mojokerto yang akan diselenggarakan pada :

  • Hari: Sabtu, 12 September 2026
  • Pukul: 09.00 -11.00 WIB
  • Zoom : its.id/webinargeofisika
  • Narasumber: Prof. Danny Hilman Natawidjaja (Peneliti Ahli Utama BRIN)

Kuliah tamu ini terbuka untuk umum, wajib untuk MK Geofisika Arkeologi, Geofisika Bencana, Geowisata, Mahasiswa Magister. Dengan penyelenggaraan kuliah tamu ini, Teknik Geofisika ITS mendukung tercapainya Sustainable Development Goals 4: Memastikan pendidikan berkualitas yang inklusif dan adil serta mempromosikan kesempatan belajar sepanjang hayat bagi semua.

 

 

Latest News

  • Tingkatkan Kompetensi Mitigasi Bahaya Gerakan Tanah, Teknik Geofisika ITS Gelar Kuliah Tamu “Metode RMR, SMR, dan Q-Slope untuk Kestabilan Lereng Batuan”

    SURABAYA, Teknik Geofisika ITS – Penilaian kestabilan lereng batuan memegang peranan krusial dalam rekayasa geoteknik serta mitigasi bencana gerakan

    23 Okt 2026
  • Perkuat Kompetensi Pemetaan Bawah Laut, Teknik Geofisika ITS Gelar Kuliah Tamu Daring “Survei Batimetri”

    SURABAYA, Teknik Geofisika ITS – Dalam rangka memperdalam pemahaman mahasiswa mengenai metodologi pemetaan dasar laut serta aplikasi teknologi akustik

    20 Okt 2026
  • Buktikan Ketajaman Analisis Kebumian, Tim SUPERNOVA Mahasiswa Teknik Geofisika ITS Raih Juara 3 Seismic Interpretation Competition di PIT HAGI ke-51

    SURABAYA, Teknik Geofisika ITS – Prestasi membanggakan di tingkat nasional kembali ditorehkan oleh mahasiswa Departemen Teknik Geofisika, Fakultas Teknik

    16 Okt 2026