News

Workshop MES 2018 : Memahami Metode Baru Pengukuran Indeks Akses Energi

Jum, 26 Okt 2018
5:16 pm
Berita
Share :
Oleh : tfisikaadmin   |

Bekerjasama dengan Microenergy Systems (MES) Research Group dari Technical University Berlin, Departemen Teknik Fisika ITS bergabung sebagai salah satu tuan rumah The MES 2018 Travelling Conference. Workshop yang telah diselenggarakan di beberapa negara termasuk Singapura, Malaysia, dan Filipina ini diadakan pada 23-24 Februari 2018, di Ruang Pascasarjana Teknik Fisika ITS. Workshop ini mengangkat tema “MicroPerspectives for Decentralized Energy Supply”, dan terdiri dari kegiatan workshop di kelas serta field trip ke pembangkit listrik Micro-Hydro (MHP) yang berlokasi di PPLH Seloliman, Mojokerto.

Kegiatan workshop MES 2018 dipandu oleh beberapa peneliti Technical University Berlin, Jerman dan diikuti oleh mahasiswa pascasarjana dari berbagai departemen di ITS yang memiliki ketertarikan untuk mengembangkan keilmuan di bidang Rekayasa Energi. Salah satu mahasiswa internasional di PascasarjanaTeknik Fisika ITS, Pierre Damien, mengungkapkan bahwa kegiatan ini sangat menarik karena memberikan pengetahuan baru untuk energy assessment matrices.

Diskusi mengenai pemerataan akses energi bukanlah sesuatu yang baru, dimana saat ini telah dikembangkan sistem energi terdesentralisasi, yaitu bagaimana setiap daerah memiliki akses energi masing-masing tergantung potensi daerah tersebut, tidak hanya bergantung pada distribusi energi dari pemerintah pusat. Hal ini menyebabkan metode energy assessment konvensional yaitu penggolongan akan daerah terdistribusi energi (khususnya listrik) dan dearah yang belum memiliki akses energi akan semakin memudar dan tidak lagi relevan. Metode baru Worldbank’s Multi-Tier Framework (MTF) diperkenalkan untuk menggolongkan akses energi dari suatu wilayah, kelompok masyarakat, atau perusahaan kedalam Tier / level yang memiliki kriteria tertentu berdasarkan ketersediaan listrik, air bersih, sumber energi untuk memasak, penerangan, dan lain-lain. Metode ini dapat membantu akademisi, pengusaha, investor, dan pengambil kebijakan untuk mengidentifikasi seberapa baik ketersediaan energi di suatu wilayah.

Ilustrasi tentang MTF ditunjukkan oleh gambar berikut. Alih-alih hanya dipandang sebagai wilayah “dengan akses” atau “tanpa akses”, setiap konsumen dapat dikategorikan dalam tier tertentu untuk identifikasi lebih lanjut.

Menurut Damien, bagian yang menarik dari rangkaian acara workshop ini adalah kunjungan ke Seloliman karena peserta dapat melihat langsung dan memahami seputar akses dan sumber energi di daerah perdesaan (rural area). “It opened our eyes about many things, especially energy access.” Katanya. Pembangkit listrik Micro-Hydro (MHP) sendiri merupakan salah satu contoh nyata sumber listrik terdesentralisasi dan penyumbang energi listrik skala kecil yang banyak digunakan di daerah aliran sungai untuk membantu aktivitas masyarakat sekitar. Proses energy assessment yang dilakukan tentunya harus memperhitungkan keberadaan dan spesifikasi MHP.

Secara umum, penyelenggaraan workshop ini sukses dan membuka wawasan bagi peserta. Selain itu, kesempatan untuk mengadakan kolaborasi dalam riset, proyek, atau workshop yang lain kini terbuka luas antara Departemen Teknik Fisika ITS dan MES Research Group dari Technical University Berlin.

Latest News

  • Lengkapi Skill Alumni Teknik Fisika Melalui Workshop Project Management

    Salah satu dari tiga profil utama lulusan Teknik Fisika adalah sebagai project manager, suatu profesi yang selain membutuhkan ilmu

    28 Agu 2019
  • Kembali, Mahasiswa Teknik Fisika Raih Juara di Lomba Karya Ilmiah

    Suatu kebanggan kembali dirasakan oleh civitas akademika Departemen Teknik Fisika. Pasalnya, sebuah tim dari Laboratorium Rekayasa Fotonika meraih juara

    08 Agu 2019
  • Eksplorasi Ilmu Fotonika ke SPIE Optics + Photonics 2018

    Sekali lagi mahasiswa Teknik Fisika berperan dalam internasionalisasi Departemen dan ITS. Ditemui oleh TF Media pada hari Selasa, 28

    26 Okt 2018