News

Perluas Wawasan Global, Mahasiswa DTF ITS Jajaki Negeri Sakura

Rab, 17 Des 2025
8:18 pm
Berita
Share :
Oleh : erikokresna@its.ac.id   |
Riva Rizkiana Ramadhani (dua dari kiri) setelah menyelesaikan proyek bersama mahasiswa internasional di Jepang

Riva Rizkiana Ramadhani (dua dari kiri) setelah menyelesaikan proyek bersama mahasiswa internasional di Jepang

Kampus ITS, DTF News — Pengalaman belajar lintas budaya menjadi bekal penting bagi mahasiswa di era global. Hal tersebut dirasakan langsung oleh Riva Rizkiana Ramadhani, mahasiswa asal Departemen Teknik Fisika (DTF) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) yang mengikuti program Global Project Based Learning di Shibaura Institute of Technology (SIT), Jepang.

Mahasiswa DTF ITS angkatan 2022 tersebut menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk melatih mahasiswa bekerja dalam kelompok multikultural. Hal ini penting untuk mempersiapkan diri mahasiswa menghadapi dunia karier internasional. Menurutnya, pengalaman bekerja bersama mahasiswa dari berbagai negara menjadi modal krusial dalam beradaptasi dengan lingkungan profesional global yang memiliki tantangan budaya berbeda. 

Selama mengikuti program bertajuk Cross-cultural Engineering Project (CEP) ini, Riva menjalani berbagai kegiatan akademik dan nonakademik. Salah satunya adalah mengerjakan proyek nyata dari industri Jepang dan mempresentasikan hasilnya di hadapan profesor asal Negeri Sakura tersebut. “Hasil kerja kelompok kami mendapat penilaian baik yang menunjukkan kurikulum inovasi ITS relevan untuk diaplikasikan di tingkat global,” ujarnya.

Kebersamaan Riva Rizkiana Ramadhani dengan rekan-rekannya saat mengikuti GPBL di SIT Jepang

Kebersamaan Riva Rizkiana Ramadhani dengan rekan-rekannya saat mengikuti GPBL di SIT Jepang

Selain proyek industri, program ini juga menawarkan pengalaman kunjungan ke salah satu desa wisata di Jepang. Dalam kegiatan tersebut, Riva bersama tim diminta mengidentifikasi permasalahan lokal dan mengembangkan solusi dari sudut pandang wisatawan internasional sebagai pengguna. Pengalaman ini memperkuat pemahamannya bahwa solusi rekayasa harus selaras dengan budaya masyarakat setempat.

Terkait budaya akademik, Riva menuturkan bahwa mahasiswa ITS yang aktif mengikuti proyek mahasiswa sebenarnya cukup siap untuk beradaptasi dengan sistem akademik di Jepang. Meski demikian, ia menyoroti kuatnya etika kerja dan budi pekerti yang mendukung proses akademik di Jepang. Menurutnya, nilai-nilai tersebut berperan besar dalam mendorong lahirnya inovasi kreatif.

Dalam interaksi sehari-hari, perbedaan bahasa menjadi tantangan tersendiri bagi lelaki asal Pontianak ini. Untuk mengatasi hal tersebut, Riva memanfaatkan teknologi penerjemah daring sebagai alat bantu komunikasi. Menurutnya, keterbatasan bahasa bukan penghalang selama ada kemauan untuk saling memahami. Pengalaman ini sekaligus melatihnya untuk lebih adaptif dan solutif dalam menghadapi hambatan komunikasi lintas budaya.

Riva Rizkiana Ramadhani bersama rekan-rekannya saat mengikuti GPBL di SIT Jepang

Riva Rizkiana Ramadhani bersama rekan-rekannya saat mengikuti GPBL di SIT Jepang

Riva juga menilai terdapat sejumlah praktik di Jepang yang dapat diadopsi di ITS, seperti pemanfaatan inventaris kelas yang kreatif. Menurutnya, pendekatan tersebut dapat meningkatkan kualitas lingkungan belajar sekaligus mendorong inovasi mahasiswa. Ia berharap gagasan dan praktik serupa dapat lebih banyak diterapkan untuk mendukung pengembangan ekosistem akademik di Kampus Pahlawan.

Terkait dukungan institusi, Riva mengapresiasi fasilitasi administratif dari ITS serta dukungan beasiswa dari SIT selama mengikuti program. Ke depan, ia berharap ITS dapat memperluas dukungan pendanaan agar semakin banyak mahasiswa memperoleh kesempatan belajar ke luar negeri. Ia percaya bahwa pengalaman internasional sangat krusial untuk pengembangan diri mahasiswa. “Kesempatan belajar di luar negeri memberikan bekal berharga untuk membangun kompetensi global,” tutupnya lugas. (*)

 

Reporter: Shafa Annisa Ramadhani

Latest News

  • Tim Abmas ITS Bekali Siswa SMA dengan Pelatihan Biodiesel Jelantah

    Kampus ITS, DTF News — Tim Pengabdian kepada Masyarakat (abmas) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) senantiasa berkomitmen mendukung peningkatan

    18 Des 2025
  • Mahasiswa Teknik Fisika ITS Pamerkan Karya Rekayasa Interdisiplin

    Kampus ITS, DTF News — Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) terus mendorong pengembangan keilmuan mahasiswa melalui pembelajaran berbasis proyek.

    18 Des 2025
  • Perluas Wawasan Global, Mahasiswa DTF ITS Jajaki Negeri Sakura

    Kampus ITS, DTF News — Pengalaman belajar lintas budaya menjadi bekal penting bagi mahasiswa di era global. Hal tersebut

    17 Des 2025
Open chat
1
Need Help?
Hello, Can I help you?