News

Anak IT Anti Sosial?

Sel, 30 Jul 2019
12:13 pm
Berita
Share :
Oleh : Admin-Sistem Informasi   |

    

Anggapan ini sering berkembang di kalangan masyarakat yang mengkaitkan anak IT dengan anggapan bahwa anak IT hanya bergaul dengan komputernya di dalam kamar.  Padahal anggapan ini hanyalah mitos karena sekarang ini tidak sedikit yang bergerak dan memajukan gerakan sosial di Indonesia dengan kemampuannya. Hal ini juga disadari oleh HMSI dengan mengadakan SINERGI (Sistem Informasi Mengabdi Untuk Negeri) unntuk semakin membangkitkan jiwa sosial yang ada pada mahasiswa Sistem Informasi. 

 

Tahun ini SINERGI mengusung tema “Be a Social Influencer”. Acara ini berupa pelatihan yang menghadirkan berbagai aktivis di bidang sosial untuk membagikan pengalamannya kepada para peserta pelatihan. Tahun ini SINERGI menghadirkan pemateri dari ITS Mengajar, Komunitas Rumah Belajar Pandhawa, dan pemandu FTIK (Sebutan bagi pengisi materi yang memberikan materi pada pelatihan tingkat fakultas.) Dengan adanya pemateri ini, diharapkan para peserta bisa melakukan pengabdian masyarakat dengan benar dan tetap memelihara hubungan baik dengan masyaraat umum. 

 

Selain itu, pada hari terakhir diadakan Sociotrip yang bertujuan untuk mengajak mahasiswa SI peduli gerakan  sosial, dimana gerakan sosialnya berada di luar kampus. “Jadi ada jalan – jalan alias “trip” yang ada “socio”-nya,” begitu kata Hana Millenia sebagai ketua SINERGI tahun ini.

(Departemen Information Media HMSI)

Latest News

  • Jadwal Evaluasi Tengah Semester Bersama, 18-22 Oktober 2021

    DEPARTEMEN SISTEM INFORMASI Jadwal Evaluasi Tengah Semester Bersama, Sem. Ganjil 2021/2022 | Senin – Jumat : 18-22 Oktober 2021

    14 Okt 2021
  • Departemen Sistem Informasi Akan melakukan akreditasi International ASIIN

    Sesuai dengan Undang-Undang Pemerintah Nomor 54 Tahun 2015, Presiden Republik Indonesia menyatakan bahwa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menjadi

    18 Sep 2021
  • Antisipasi DBD, Dosen Sistem Informasi Ciptakan Aplikasi e-Jatim Sehat untuk Indonesia

    Wiwik Anggraeni menjelaskan, latar belakang dari penelitian tersebut adalah adanya fakta bahwa Indonesia merupakan negara dengan tingkat penderita DBD

    17 Jan 2020