News

CV Galang Samudra – Badan Usaha Sukses Bermodal Cangkang Kerang

Kam, 26 Sep 2019
8:25 am
Berita
Share :
Oleh : Admin-Teknik Transportasi Laut   |

Sosialisasi Pembuatan Paving Kerang

Kali ini tak hanya inovasi yang lahir dari mahasiswa Departemen Teknik Transportasi Laut, sebuah badan usaha berhasil didirikan. Adalah Alwi Sina Khaqiqi, Olga Putri Sholicha dan M Bayuni Ilham mendirikan CV Galang Samudra Jaya, penyuplai bahan bangunan mulai dari paving blok, u-ditch, hingga batako. Berdiri secara resmi pada tahun 2019 sesuai dengan terbitnya akta perusahaan, perusahaan ini berlokasi di Banyuwangi, Jawa Timur.

Berbeda dengan penyuplai bahan bangunan konvensional lainnya, CV Galang Samudra Jaya melakukan inovasi produk, memanfaatkan limbah cangkang kerang sebagai salah satu campuran dalam pembuatan paving blok. Hal ini didasarkan atas keresahan ketiganya atas keberadaan limbah cangkang kerang di daerah pesisir pantai yang terus meningkat seiring dengan peningkatan hasil tangkapan nelayan kerang. “Menurut kami, masih belum ada usaha dari pihak manapun untuk memanfaatkan atau mengurangi limbah cangkang kerang tersebut,” jelas Alwi, sapaan akrab ketua penggagas ini.

Inovasi dan bisnis ini bertujuan untuk menjawab permasalahan pencemaran lingkungan akibat limbah cangkang kerang yang ada di Pantai Kenjeran, Surabaya. Dari keseluruhan wilayah Kenjeran, populasi kerang memiliki potensi penghasilan sekitar tiga kuintal kerang per hari per nelayan. Sedangkan jumlah nelayan yang terdapat di desa-desa di sekitar Pantai Kenjeran mencapai 2.100 nelayan.

Dalam tiga kuintal kerang yang dihasilkan, perbandingan antara daging kerang dan kulit kerang adalah 3 : 7. Sehingga apabila kerang berjumlah 2.100 kuintal maka komposisi dari kulit kerang yang terbuang adalah 1.470 kuintal. Jika 300 kg kerang per hari yang dihasilkan oleh satu nelayan, apabila dikalikan selama setahun maka akan terkumpul cangkang kerang sebanyak 229.000 ton per tahun.

Proses penggilingan cangkang kerang

Permasalahan tersebut diperparah dengan tidak adanya lahan untuk pembuangan akhir untuk limbah cangkang kerang. Menurut warga setempat, pembuangan sampah sembarangan ini telah dilakukan secara turun menurun sejak 40 tahun yang lalu. Limbah cangkang kerang ini terakumulasi dan tersebar di sepanjang pantai Kenjeran sehingga menyebabkan terbentuknya tanggul limbah cangkang kerang yang berakibat pada pendangkalan pantai Kenjeran.

Sedangkan bubuk cangkang kerang sendiri diketahui mengandung senyawa kimia yang bersifat pozzolan yang mengandung kalsium (CaO), alumina, dan silika yang cocok digunakan sebagai bahan baku beton. Selain itu bubuk cangkang kerang dapat berfungsi sebagai Accelerate Admixture, yaitu zat semen aditif yang berfungsi untuk mempercepat waktu ikat semen dan mempercepat penyerapan hidrasi semen.

Dari potensi tersebut, muncullah ide untuk mengubah cangkang kerang menjadi campuran bahan pembuat paving blok. Ide ini pertama kali dituliskan dalam sebuah karya tulis yang kemudian diikutkan pada salah satu  kompetisi internasional, Green Wave Environmental Care Competition, dengan judul Shredder and Processing Waste Seashells (SEPROWS).

Paving blok berbahan dasar cangkang kerang ini kemudian mulai diproduksi dan diberi nama WASHERU. Produk ini memiliki harga yang bersaing dengan paving konvensional yang ada di pasaran saat ini. Paving WASHERU dipatok dengan harga jual Rp 70.000/m2 . Harga tersebut cenderung lebih murah dari harga pasar paving blok konvensional, yang berkisar antara Rp 75.000 – Rp 80.000 per m2 .

Jika dilihat dari komposisi bahan yang digunakan , WASHERU lebih unggul dibandingkan dengan paving blok konvensional yang menggunakan bahan dasar bubuk api. Selain lebih murah, WASHERU yang berbahan dasar cangkang kerang ini juga ramah terhadap lingkungan sehingga dapat membuka peluang pasar lebih luas untuk bersaing dan berkembang.

Paving blok berbahan dasar cangkang kerang ini sudah diuji di Laboratorium Beton dan Bahan Bangunan Departemen Teknik Sipil ITS. Uji laboratorium yang dilakukan adalah dengan melakukan pemeriksaaan tekan concrete paving. Dari hasil uji coba, diperoleh bahwa tegangan hancur paving berbahan dasar cangkang kerang yaitu 391,79 kg/cm2, sedangkan tekanan hancur sebesar 81,5 ton. Ini berarti bahwa paving berbahan dasar cangkang kerang ini sangat kuat selain itu juga dapat digunakan secara massal.

Hasil cetak paving cangkang kerang

Kesuksesan yang telah dicapai oleh tiga mahasiswa Seatrans ini tidak serta merta ada di depan mata, berbagai kendala tentunya datang silih berganti, tetapi usaha keraslah yang menjawabnya. “Cobalah mulai dari sekarang membangun atau membuat proposal bisnis, tidak ada salahnya kita belajar bisnis, nantinya bisa kita buat sebagai salah satu pilihan pekerjaan kita setelah lulus dari bangku perkuliahan,” tandas Alwi menyampaikan pesan kepada seluruh mahasiswa Teknik Transportasi Laut.

Penulis: Refiantika Rachma U.
Editor: Yusri Rahmatul I.

Latest News

  • Seatrans Kembali Kunjungan Industri !

    Kampus ITS, SEATRANS News – Dalam menunjang kegiatan pembelajaran di Departemen Teknik Transportasi Laut, diadakan kunjungan kuliah lapangan yang

    01 Des 2022
  • SEATRANS SUPER SAILING REBORN 2022 GOES TO LABUAN BAJO

    Bertajuk Seatrans Super Sailing (Triple S) Reborn, kegiatan tahunan Departemen Teknik Transportasi Laut ini kembali hadir setelah 2 (dua)

    23 Sep 2022
  • Perdana! Kuliah Tamu Luring setelah Pandemi Bersama Praktisi Korea

    Kampus ITS, Seatrans News –  Setelah melewati masa pandemi dengan seluruh kegiatan diadakan daring. Saat ini kegiatan perkuliahan dapat

    08 Jun 2022