News

Akselerasi Industri Halal NTB: ITS Bagikan Strategi Sukses dan Keberlanjutan Zona KHAS

Sen, 08 Jun 2026
10:23 pm
Berita
Share :
Oleh : setiyo.gunawan@its.ac.id   |

[Mataram, 8 Juni 2026] –  Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) ikut berperan dalam Focus Group Discussion (FGD) Akselerasi Ekosistem Halal dan Zona KHAS (Kuliner Halal, Aman, dan Sehat) yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia Provinsi NTB. Kegiatan ini berlangsung di Gedung Serba Guna Kantor Perwakilan BI NTB, Jalan Pejanggik 2, Mataram, dan juga menyediakan opsi daring via Zoom.

FGD ini bertujuan mendorong percepatan ekosistem industri halal dan penguatan Zona KHAS di NTB melalui sinergi seluruh stakeholder, mulai dari pemerintah, akademisi, hingga pelaku industri kuliner halal.

Dalam sesi paparan, ITS diwakili oleh Prof. Setiyo Gunawan, S.T., Ph.D., yang membagikan “Success Story dan Strategi Keberlanjutan Zona KHAS Kantin Pusat ITS.” Materi ini menyoroti praktik terbaik pengelolaan kantin sebagai Zona KHAS, termasuk prinsip kuliner halal, aman, sehat, dan berkelanjutan, yang bisa jadi model untuk pengembangan ekosistem serupa di NTB.

Prof. Gunawan juga menekankan urgensi kesiapan pelaku usaha menghadapi kebijakan Wajib Halal Oktober 2026. Menurutnya, semua produk makanan dan minuman yang beredar di Indonesia akan diwajibkan bersertifikat halal, sehingga pelaku usaha harus memastikan sistem produksi dan manajemen kantin atau usaha kuliner mereka telah siap memenuhi regulasi tersebut.

“Kesiapan sejak dini akan memastikan produk tetap kompetitif, aman, dan sesuai standar halal nasional,” ujar Prof. Gunawan.

Selain ITS, FGD menghadirkan narasumber dari:

  • Nuryanti, S.E., M.E. (Kemenaker RI), Implementasi kebijakan industry halal untuk perluasan kesempatan kerja di NTB
  • Prof. Lalu Winengan (UIN Mataram): Implementasi kebijakan industri halal melalui perspektif policy network governance di NTB.
  • Loka PJPH NTB: Percepatan sertifikasi halal yang mendukung Zona KHAS dan pariwisata ramah muslim.
  • Poltekpar Lombok: Strategi akselerasi pariwisata ramah muslim di NTB.

FGD ini diharapkan dapat memperkuat kolaborasi antar-stakeholders dan mempercepat pertumbuhan industri halal dan Zona KHAS di NTB, sekaligus menghadirkan praktik terbaik yang dapat diadopsi oleh pelaku kuliner lokal dan UMKM.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, ITS menunjukkan komitmennya untuk terus mendukung pengembangan industri halal di Indonesia, membangun ekosistem kuliner halal yang aman, sehat, dan berkelanjutan, sekaligus menyiapkan model Zona KHAS sebagai contoh praktik terbaik bagi daerah lain di Tanah Air.

Latest News

  • Zero Waste Bertemu Halal: ITS Dorong Strategi Ekonomi Sirkular untuk UMKM Jawa Timur

    — Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) aktif berpartisipasi sebagai narasumber dalam Focus Group Discussion (FGD)

    07 Jul 2026
  • ITS & Pakar Industri Bahas Strategi Retort Tech untuk Pangan Steril Halal

    — Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) ikut berperan aktif sebagai narasumber dalam Focus Group Discussion

    24 Jun 2026
  • ITS Perkenalkan MCP Server Berbasis AI untuk Tingkatkan Kepatuhan Halal & EUDR di Rantai Pasok Pangan

    — Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) secara resmi memperkenalkan Model Context Protocol (MCP) Server untuk

    17 Jun 2026