News

ITS Soroti Jaminan Halal & Daya Saing Global pada ICEFCI 2026

Kam, 23 Jul 2026
11:26 pm
Berita
Share :
Oleh : setiyo.gunawan@its.ac.id   |


[Surabaya, 23 Juli 2026] — Prof. Setyo Gunawan, S.T., Ph.D., IPM, Kepala Pusat Kajian Halal ITS, menyampaikan keynote pada International Conference on Economics, Finance, and Creative Industry (ICEFCI) 2026, yang diselenggarakan oleh Program Magister Ekonomi Islam dan Industri Halal, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Negeri Surabaya (UNESA). Konferensi ini secara resmi dibuka oleh Dekan, Prof. Dr. Anang Kistyanto, S.E., M.Si., dan dihadiri oleh peneliti, akademisi, mahasiswa, dan praktisi industri dari berbagai negara.

Prof. Gunawan memaparkan “From Halal Assurance to Industrial Innovation: Strategies for Global Competitiveness”, menyoroti bagaimana jaminan halal dan standar halal dapat mendorong inovasi industri dan meningkatkan daya saing global. Ia menekankan bahwa Indonesia menyadari potensi besar industri halal setelah laporan Thomson Reuters “State of the Global Islamic Economy Report (SGIER) 2013”, yang dikembangkan bekerja sama dengan Dinar Standard dan didukung oleh Dubai Capital of Islamic Economy.

Sorotan utama yang dibahas meliputi:

  • Ekosistem Jaminan Halal: Integrasi standar halal dari rantai pasok, produksi, hingga sertifikasi untuk pasar domestik dan internasional
  • Ekonomi Halal Global: SGIER memproyeksikan pertumbuhan dari $1,62 triliun pada 2012 menjadi $3,56 triliun pada 2029, membuka peluang besar bagi inovasi industri halal
  • Keterkaitan SDGs: Produk halal, gaya hidup, dan keuangan berkontribusi pada beberapa SDG, termasuk kesehatan yang baik, konsumsi bertanggung jawab, energi bersih, dan inovasi & infrastruktur
  • Wajib Halal 2026: Mulai 18 Oktober 2026, semua produk yang berlaku di Indonesia wajib memenuhi sertifikasi halal sesuai UU No. 33/2014 dan PP No. 42/2024
  • Koordinasi Pemangku Kepentingan: BPJPH berkoordinasi dengan MUI/KFPH, LPH (inspeksi), LP3H (pendampingan proses), LPK (pelatihan), dan LSP-BNSP (badan sertifikasi profesi) untuk memastikan semua pihak berkontribusi pada jaminan produk halal yang efektif

Prof. Gunawan juga menekankan pentingnya sinergi antar institusi nasional dan regional untuk mencapai visi Global Halal Brand Indonesia 2029. KNEKS mengoordinasikan kebijakan ekonomi dan keuangan syariah secara nasional, sedangkan KDEKS mempercepat pengembangan ekosistem halal regional.

Ia menyoroti pencapaian Adinata Syariah Award (Tingkat Nasional) dalam empat tahun terakhir:

  • 2023: Jawa Timur sebagai pemenang keseluruhan, menunjukkan keunggulan dalam pengembangan industri halal dan pertumbuhan ekonomi berbasis syariah
  • 2024: Sumatera Barat, menonjol dalam keuangan syariah, pemberdayaan masyarakat, dan inovasi bisnis halal
  • 2025–2026: Jawa Barat, menunjukkan konsistensi dalam membangun ekosistem halal yang kuat, integrasi inovasi, dan standar kepatuhan syariah tinggi

Secara khusus, KDEKS Jawa Timur adalah satu-satunya komite regional yang memiliki program pemberian anugerah terkait ekonomi syariah ke kabupaten/kota, mengakui kinerja luar biasa dalam implementasi inisiatif berbasis syariah. Penghargaan regional Jawa Timur sebelumnya: Surabaya (2024) dan Mojokerto (2025); hasil 2026 menunggu pengumuman resmi.

Partisipasi Prof. Gunawan menegaskan komitmen ITS dalam literasi ekonomi halal, inovasi industri berkelanjutan, dan daya saing global, mendorong kolaborasi antara industri, regulator, dan akademisi untuk memperkuat ekosistem halal yang berkelanjutan dan terpercaya di Indonesia maupun global.

Latest News

  • ITS Soroti Jaminan Halal & Daya Saing Global pada ICEFCI 2026

    — Prof. Setyo Gunawan, S.T., Ph.D., IPM, Kepala Pusat Kajian Halal ITS, menyampaikan keynote pada

    23 Jul 2026
  • Zero Waste Bertemu Halal: ITS Dorong Strategi Ekonomi Sirkular untuk UMKM Jawa Timur

    — Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) aktif berpartisipasi sebagai narasumber dalam Focus Group Discussion (FGD)

    07 Jul 2026
  • ITS & Pakar Industri Bahas Strategi Retort Tech untuk Pangan Steril Halal

    — Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) ikut berperan aktif sebagai narasumber dalam Focus Group Discussion

    24 Jun 2026