News

Singapore, ITS News — Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) has strengthened its global standing through a series of strategic engagements in Singapore and Batam, uniting alumni, industry leaders, and international partners to advance its 2021–2045 World Class University vision and foster impactful collaborations in innovation, talent development, and global competitiveness In pursuit of its 2021–2045 […]

Latest News
Bambang Piscesa tidak membayangkan sebelumnya bahwa ia akan menjadi seorang dosen, lebih-lebih dosen di jurusan yang awalnya tidak disukainya. Bambang, mahasiswa S2 jurusan Teknik Sipil ITS yang akan diwisuda Oktober nanti, saat ini harus memantapkan diri untuk menjadi dosen. Namun tidak menutup kemungkinan lulusan berpridakat cumlaude dengan IPK 3,93 ini akan melanjutkan pendidikan S3 di luar negeri.
Kaum tuna netra di Indonesia dapat menggunakan komputer, itulah keinginan Debi Praharadika dan Eko Wahyu Susilo saat mengerjakan Tugas Akhir (TA) mereka. Berbekal niat tulus dan kesabaran, keinginan kedua mahasiswa semester VI Jurusan D3 Teknik Telekomunikasi Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) ITS tersebut akhirnya kesampaian. Dari buah ketekunan mereka lahirlah karya luar biasa, yakni sistem operasi Linux untuk orang buta.
Usianya baru genap 38 tahun pada 11 November nanti. Namun segudang prestasi akademik telah ia torehkan. Beberapa penghargaan dan paten ia dapatkan, termasuk gelar tertinggi dalam bidang akademik yang dikukuhkan pada Rabu (10/9) di Graha Sepuluh November. Pencapaian ini membuat Gamantyo menjadi guru besar termuda di ITS.
Siapa sangka, Imam Robandi menjadi guru besar berkat kegemarannya mengamati tingkah laku hewan. Bermula dari pengamatannya pada kijang di Kanada bersama profesornya, Imam kini telah banyak mempelajari tingkah laku hewan. Beberapa diantaranya adalah koloni semut, kumpulan burung, dan koloni lebah. Dengan memadukan dengan keahliannya di bidang ilmu kendali listrik, Imam pun meraih gelar guru besarnya.
Tidak banyak mahasiswa yang mampu berpestasi di kancah internasional. Salah satu dari sedikit itu adalah Hanif Santoso, mahasiswa Teknik Geomatika ITS yang mampu menghelat acara bertaraf internasional. Bulan April lalu, ia dan beberapa temannya mengadakan pameran internasional bertajuk Indonesia-Japan Photo Exhibition (IJPE) yang bertempat di Japan Camera Industry Institute, Tokyo. Apa yang dilakukan Hanif, berawal dari kecintaannya terhadap kamera.
1...150151152153154...226
Trending

Kampus ITS, Opini — Indonesia patut berbangga dengan statusnya sebagai negara kepulauan. Alih-alih menjadi batasan, selat dan laut bukanlah pemisah antara satu pulau dengan yang lain. Lebih dari itu, dibalik terwujudnya negara kesatuan dengan wilayah laut yang luas ini, ada perjuangan diplomasi yang harus selalu diingat, yaitu Deklarasi Djuanda. Deklarasi Djuanda yang dilaksanakan pada 13 Desember […]

Kampus ITS, Opini – Peristiwa pemberontakan Gerakan 30 September Partai Komunis Indonesia (G30S/PKI) yang telah terjadi 56 tahun silam masih terus menjadi topik hangat di tengah masyarakat. Bagaimana tidak, baru 20 tahun setelah masyarakat Indonesia berjuang mati-matian, DN Aidit dan pengikutnya yang tergabung dalam PKI melakukan pemberontakan. Hal ini dilakukan untuk merubah ideologi Bangsa Indonesia, […]

Jelajahi Cerita Inspiratif ITS

Temukan inovasi, penelitian terkini, dan kisah sukses sivitas akademika ITS dalam setiap edisi majalah kami.

Latest Videos
×