Berita

Berita Terbaru
Setelah sukses meraih predikat juara umum dalam ajang Kontes Robot Nasional (KRN) 2012, Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya (ITS) kembali mendulang prestasi. Tim Sapu Angin, mobil irit kreasi para mahasiswa ITS, berhasil mempertahankan gelar juara pertama kontes mobil irit tahunan Shell Eco Marathon (SEM) Asia 2012 di Sepang, Malaysia, yang berlangsung 4-7 Juli 2012.
Orang miskin tidak boleh sakit. Pernah mendengar paradigma tersebut? Pasti pernah. Tapi kalau aktivis tidak boleh sakit? Mungkin masih jarang terdengar di telinga. Terlepas dari semua itu, ketidaksempurnaan dari manusia tentu saja memungkinkan manusia untuk sakit. Wajar dan manusiawi.  Namun ada kondisi-kondisi tertentu di mana seseorang sebaiknya  tidak sakit. Seperti apa?
Gemuruh event akbar Pimnas XXV sudah kental mewarnai perjuangan kontingen Pimnas dari ITS. Tak tanggung-tanggung, sesampainya di lokasi peristirahatan, mereka langsung digembleng layaknya calon juara. Sabtu (7/7), proses penggemblengan itu pun berlanjut hingga larut malam.
Sejumlah ruang pertemuan Hotel Grand Palace Yogyakarta berubah menjadi seperti ruang perhelatan Pimnas XXV. Seluruh peserta berkumpul untuk menunggu giliran simulasi presentasi. Di dalam ruangan sudah menunggu beberapa juri untuk memberikan penilaian, Sabtu (7/7).
Untuk ketiga kalinya, Shell Eco Marahon (SEM) digelar di Sirkuit Sepang, Malaysia. Untuk ketiga kalinya pula, ITS turut serta dalam ajang mobil irit se-Asia Pasifik ini. Prestasi gemilang yang diraih mahasiswa-mahasiswa ITS dalam ajang ini ternyata terus berlanjut. Tahun ini, trofi juara berhasil dibawa pulang tim Sapu Angin. Hasil ini semakin membuktikan eksistensi ITS di kancah internasional.
Setelah beberapa kali terjadi permasalahan, akhirnya Sapu Angin (SA) 6 berhasil melakukan race pada Sabtu (7/7). Mobil yang termasuk dalam kelas prototype ini telah melakukan race dengan hasil yang cukup maksimal. Tidak tanggung-tanggung, setelah dua kali race dilakukan, mobil buatan ITS Team 1 ini berhasil menduduki ranking kelima.
Sudah menjadi tradisi bahwa rombongan ITS tiba sangat awal di kota lokasi perhelatan Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas). Mereka akan menjalani karantina selama dua hari sebelum Pimnas dimulai pada Senin (9/7) mendatang. Pacuan semangat dan strategi baru coba diterapkan oleh tim sukses Pimnas.
Akhirnya, rombongan Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) XXV kontingen ITS telah tiba di Jogjakarta, Sabtu (7/7). Selanjutnya,  41 tim tersebut akan menjalani sejumlah agenda pelatihan untuk persiapan menuju presentasi.
Atmosfer Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) XXV semakin menghangat bagi kontingen ITS sejak mereka dilepas pada Selasa (3/7) lalu. Kini, tidak lebih dari lima hari lagi ajang kelimiahan tersebut akan dimulai. Dengan langkah optimis, akhirnya 41 tim yang terpilih berangkat ke Jogjakarta, Jumat (6/7) malam.
1...473474475476477...1800
Sedang Tren

Kampus ITS, Opini — Indonesia patut berbangga dengan statusnya sebagai negara kepulauan. Alih-alih menjadi batasan, selat dan laut bukanlah pemisah antara satu pulau dengan yang lain. Lebih dari itu, dibalik terwujudnya negara kesatuan dengan wilayah laut yang luas ini, ada perjuangan diplomasi yang harus selalu diingat, yaitu Deklarasi Djuanda. Deklarasi Djuanda yang dilaksanakan pada 13 Desember […]

Kampus ITS, Opini – Peristiwa pemberontakan Gerakan 30 September Partai Komunis Indonesia (G30S/PKI) yang telah terjadi 56 tahun silam masih terus menjadi topik hangat di tengah masyarakat. Bagaimana tidak, baru 20 tahun setelah masyarakat Indonesia berjuang mati-matian, DN Aidit dan pengikutnya yang tergabung dalam PKI melakukan pemberontakan. Hal ini dilakukan untuk merubah ideologi Bangsa Indonesia, […]

Insights

Jelajahi perjalanan riset ITS: dari ide awal hingga dampak nyata yang mengubah dunia.

Jelajahi Cerita Inspiratif ITS

Temukan inovasi, penelitian terkini, dan kisah sukses sivitas akademika ITS dalam setiap edisi majalah kami.

Video Terbaru
×