Bertempat di hotel Grand Palace, 41 tim siap menjalani karantina. Tidak ingin membuang waktu, sederet jadwal kegiatan langsung diberikan kepada peserta. ”Pimnas kini tinggal menghitung jam, manfaatkanlah waktu yang tersisa dengan baik,” ungkap Dr Dra Ismaini Zain MSi, dosen pembimbing yang juga merangkap juri dalam ajang bergengsi ini.
Ismaini menuturkan bahwa yang terpenting saat ini adalah strategi untuk bisa menampilkan yang terbaik. ”Kemenangan itu sudah ada yang mengatur,” ujar dosen Jurusan Statistika ini.
Wejangan lain disampaikan oleh Achmad Ferdiansyah. Lelaki yang mendapat julukan Pendekar 1000 PKM ini terlihat sangat antusias memberi semangat. Ferdi bersama enam orang rekannya yang tergabung dalam tim tujuh bertugas menyusun strategi pemenangan Pimnas.
Berbeda dengan tahun sebelumnya, Ferdi membagi kelas pelatihan peserta menjadi tiga. Di antaranya adalah kelas A, B-, dan B+. Kelas A digunakan bagi peserta yang dianggap telah siap baik dari materi, teknis, dan presentasi. Dalam kelas A, bimbingan hanya dilakukan dalam bentuk diskusi dengan pembimbing.
Kelas B+ digunakan bagi peserta yang dirasa kurang dalam segi presentasi. Di sini mereka harus melakukan presentasi juga diskusi sebagai bahan evaluasi. Sedangkan kelas B- diperuntukkan bagi tim yang memang butuh perhatian ekstra.
Menariknya, sistem naik kelas naik kelas diaplikasikan dalam strategi ini. Sistem ini membuat seluruh peserta berkesempatan untuk dapat meraih kelas yang terbaik. Ferdi menegaskan bahwa pembagian kelas ini bertujuan untuk memudahkan sistem pendampingan bagi 41 tim. ”Kita akan berjuang bersama-sama,” tegasnya dengan mantap. (lik/izz)