Berita

Kampus ITS, ITS News — Keterbatasan cadangan bahan bakar minyak (BBM) nasional saat ini akibat adanya krisis global menjadi peringatan penting bagi ketahanan energi Indonesia. Menjawab tantangan tersebut, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) terus berupaya mengembangkan inovasi energi berkelanjutan melalui riset berbasis teknologi. Direktur Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRPM) ITS Fadlilatul Taufany ST PhD […]

Berita Terbaru
Kepedulian sosial mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya memang tak diragukan lagi. Hal itu terbukti dengan salah satu Program Kreatifitas Mahasiswa Karsa Cipta (PKM-KC) yang digawangi Saptian Alfudi Rahman. Dalam proposalnya, Mahasiswa Jurusan Teknik Fisika tersebut menilik sebab-musabab kecelakaan kereta api di Indonesia. Dan dari sana ia pun mencetuskan ide lewat pintu palang kereta api otomatis.
Sabtu (3/10) ITS kembali menghelat salah satu gelaran andalannya, Pasar Malam Minggu ITS (PAMMITS). Bahkan, kali ini diikuti oleh ribuan pengunjung yang tak hanya berasal sivitas akademika ITS, melainkan masyarakat umum dan para pecinta genre musik Jazz di Kota Surabaya.  Hal ini tak lain karena digelarnya konser ITS Jazz bertajuk Jazz Do It yang turut memeriahkan pasar bulanan ini.
Selama ini, stigma santri masih identik dengan anak-anak yang hanya pandai mengaji dan terbelakang dalam sains dan teknologi. Persepsi itu yang coba diubah oleh mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). Sejumlah empat mahasiswa berhasil melatih santri Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Badar Darud Da'wah Wal Irsyad (DDI) di Pare-Pare, Sulawesi Selatan untuk merakit robot. Mereka sengaja membidik santri agar memiliki pengetahuan yang memadai dalam dunia robotika.
Dewasa ini, perkembangan teknologi semakin tak terkendali. Akibatnya, beragam alat dan perangkat lunak untuk memudahkan pekerjaan manusia pun telah banyak tercipta. Salah satu konsep yang digunakan ialah Internet of Things (IoT). Tak ayal, Himpunan Mahasiswa Teknik Informatika (HMTC) ITS mengusung tema IoT dalam National Seminar of Technology (NST), Minggu (4/10).
Tak bisa dipungkiri, kasus penyelundupan barang hingga illegal fishing masih marak terjadi di wilayah perbatasan laut Indonesia. Berbagai upaya telah dilakukan oleh pemerintah seperti pemantauan berkala di beberapa titik rawan menggunakan speedboat. Sayangnya, dalam pelaksanaan upaya tersebut terasa relatif lama dan membutuhkan banyak biaya. Melihat permasalahan itu, lima mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) terdorong untuk menciptakan alat pemantau daerah perbatasan berbasis android, yang dinamakan Seapatdroid.
1...18701871187218731874...4603
Sedang Tren

Kampus ITS, Opini — Indonesia patut berbangga dengan statusnya sebagai negara kepulauan. Alih-alih menjadi batasan, selat dan laut bukanlah pemisah antara satu pulau dengan yang lain. Lebih dari itu, dibalik terwujudnya negara kesatuan dengan wilayah laut yang luas ini, ada perjuangan diplomasi yang harus selalu diingat, yaitu Deklarasi Djuanda. Deklarasi Djuanda yang dilaksanakan pada 13 Desember […]

Kampus ITS, Opini – Peristiwa pemberontakan Gerakan 30 September Partai Komunis Indonesia (G30S/PKI) yang telah terjadi 56 tahun silam masih terus menjadi topik hangat di tengah masyarakat. Bagaimana tidak, baru 20 tahun setelah masyarakat Indonesia berjuang mati-matian, DN Aidit dan pengikutnya yang tergabung dalam PKI melakukan pemberontakan. Hal ini dilakukan untuk merubah ideologi Bangsa Indonesia, […]

Insights

Jelajahi perjalanan riset ITS: dari ide awal hingga dampak nyata yang mengubah dunia.

Jelajahi Cerita Inspiratif ITS

Temukan inovasi, penelitian terkini, dan kisah sukses sivitas akademika ITS dalam setiap edisi majalah kami.

Video Terbaru
×