
Kampus ITS, ITS News — Mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali menorehkan prestasi membanggakan di kancah kebudayaan dan literasi nasional. Duta ITS 2024 Tangguh Pratama Putra sukses menyabet gelar Pemenang I Duta Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) 2026 di Hotel Lombok Raya, Rabu (20/5) lalu. Kemenangan prestisius ini diraih berkat inovasinya memadukan keilmuan arsitektur dan literasi untuk terapi kesehatan mental.
Mahasiswa Departemen Arsitektur ITS tersebut menggagas program TuturRasa Jiwa, sebuah modul literasi sebagai biblioterapi bagi pasien skizofrenia stabil. Tangguh menjelaskan, inovasi ini terinspirasi dari tugas akhirnya mengenai neuroarchitecture yang memetakan respons sistem saraf manusia terhadap elemen arsitektur. “Saya melihat peluang untuk menjadikan literasi sebagai pengobatan suportif yang berdampingan dengan pengobatan medis definitif,” terangnya.

Karya kolaborasi Tangguh bersama Laveda Luthfiah, Yuna Aulia, dan Yazid Bustomi ini secara jenius mengadaptasi pendekatan medis Cognitive Remediation Therapy (CRT). Menggunakan metode domain to domain transfer gagasan Plowright, tahapan CRT tersebut diterjemahkan secara runut menjadi modul literasi fokus, ingat, rasa, dan ekspresi. Menariknya, inovasi yang telah diuji klinis di Bangsal Flamboyan dan Melati Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Mutiara Sukma, Mataram tersebut resmi mengantongi Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) bernomor 001229542.
Keberhasilan mahasiswa yang juga berasal dari NTB ini tak lepas dari tempaan wicara publik selama menjabat Duta ITS sebagai representasi mahasiswa Kampus Pahlawan. Kemampuan tersebut menjadi senjata utamanya untuk menyosialisasikan sains dan teknologi dari sudut pandang yang lebih humanis serta inklusif. Meski sempat kewalahan membagi waktu antara tugas akhir dan karantina, dukungan penuh dari dosen pembimbing memacu semangatnya untuk terus melangkah.

Bersiap melaju ke ajang nasional pada September mendatang, Tangguh akan mengukur efektivitas modulnya secara kuantitatif menggunakan electroencephalogram. Inovasi kemanusiaan ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke-3 mengenai Kehidupan Sehat dan Sejahtera. “Keberhasilan di masa depan bukan tentang seberapa terang kita bersinar, tetapi seberapa mampu kita berbagi terang untuk sekitar,” pesannya mengakhiri. (HUMAS ITS)
Reporter: Dicka Elkana Putra