News

Ragam Teknologi Informasi untuk Revitalisasi Museum

Sen, 01 Okt 2018
9:23 am
Database Riset
Share :
Oleh : Admin-Komputer   |

Kategori  

Penelitian

Judul Ragam Teknologi Informasi untuk Revitalisasi Museum
Peneliti
  1. Dr. Surya Sumpeno, S.T.,M.Sc
  2. Ahmad Zaini, S.T., M.Sc.
  3. Muhtadin, S.T.,M.T.
  4. Dr. I Ketut Eddy Purnama, S.T.,M.T.

 

Museum sebagai pusat pendidikan sejarah dan budaya nasional sekaligus sebagai tempat penyimpanan koleksi artefak nasional, seharusnya menjadi rujukan dalam mengenal budaya dan sejarah bangsa. Namun, selama ini museum identik dengan suatu area yang sangat serius, tidak menawarkan kesenangan serta keasyikan (joy dan pleasure) dan tempat barang-barang tua tersimpan mirip gudang tua sehingga jauh dari suasana menyenangkan bahkan terkesan membosankan dan suram. Sebagai akibatnya museum semakin dijauhi oleh generasi muda dan tentunya ke depan akan berakibat terkikisnya kelestarian dan kecintaan mereka terhadap budaya dan sejarah bangsa. Teknologi rekonstruksi citra 3D (dimensi tiga) berbasis registrasi citra 3D sebagai teknologi pengolahan citra dijital mampu memberikan nuansa baru dalam pencitraan museum. Teknologi tersebut dapat menghasilkan pemodelan 3D dari artefak koleksi museum sehingga dapat direkontruksi suatu artefak yang sudah tidak utuh, menjadi suatu model virtual 3D yang utuh sebagaimana pada zamannya. Pun citra panoramic sebagai bagian dari teknologi pengolahan citra dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan suatu museum virtual yang dapat menyajikan suasana museum secara utuh dalam kemasan yang bersesuaian. Interaksi alamiah dan penyajian 3D ditambahkan pula sehingga pengalaman eksplorasi museum virtual dari pengguna dapat semakin diperkaya. Kata kunci – HCI, 3D, Museum Virtual, Warisan Budaya, Teknologi Informasi I. PENDAHULUAN Museum sebagai pusat pendidikan sejarah dan budaya nasional sekaligus sebagai tempat penyimpanan koleksi artefak nasional, seharusnya menjadi rujukan dalam mengenal budaya dan sejarah bangsa. Namun, selama ini museum identik dengan area kuno tempat barang-barang tua tersimpan, sehingga jauh dari suasana menyenangkan, bahkan terkesan membosankan. Sebagai akibatnya, museum semakin dijauhi oleh generasi muda dan ke depan akan berakibat buruk melalui terkikisnya kelestarian dan kecintaan terhadap budaya dan sejarah bangsa. Museum budaya mulai dilupakan masyarakat karena kurangnya informasi yang dapat mempromosikan museum dalam bentuk yang menarik. Padahal museum merupakan media yang paling efektif untuk menggambarkan sejarah, budaya atau hasil karya orang generasi pendahulu. Peran museum sangat penting sebagai penjaga sejarah keberadaban manusia. Menurut hasil survei American Association of Museums (AAM) dalam laporannya[1], menegaskan bahwa masyarakat menganggap museum merupakan tempat informasi yang paling dipercaya, kemudian baru diikuti oleh informasi dari buku dan berita televisi. Oleh karena itu, peran museum tidak dapat digantikan oleh peranan media lain.

 

Latest News

  • Spectral-based Features Ranking for Gamelan Instruments Identification using Filter Techniques

    Kategori   Penelitian Judul Spectral-based Features Ranking for Gamelan Instruments Identification using Filter Techniques Peneliti Prof Dr. Ir. Yoyon Kusnendar

    01 Okt 2018
  • An Improved Mean Shift Using Adaptive Fuzzy Gaussian Kernel for Indonesia Vehicle License Plate Tracking

    Kategori   Penelitian Judul An Improved Mean Shift Using Adaptive Fuzzy Gaussian Kernel for Indonesia Vehicle License Plate Tracking Peneliti

    01 Okt 2018
  • Ragam Teknologi Informasi untuk Revitalisasi Museum

    Kategori   Penelitian Judul Ragam Teknologi Informasi untuk Revitalisasi Museum Peneliti Dr. Surya Sumpeno, S.T.,M.Sc Ahmad Zaini, S.T., M.Sc. Muhtadin,

    01 Okt 2018
Open chat
Butuh bantuan?
Selamat datang di Teknik Komputer ITS