Direktorat Kemahasiswaan

Ditmawa
24 Juli 2023, 21:07

Persaingan Efisiensi Mobil Tim Sapu Angin dan Antasena Berhasil Membawa Empat Gelar Kejuaraan Pada Shell Eco-marathon Asia 2023

Oleh : itskemahasiswaan | | Source : -

Momen Tim Sapu Angin dengan gelar juara

SURABAYA, DITMAWA – Pada 4-9 Juli 2023, Tim Sapu Angin dan Antasena ITS kembali berkompetisi pada ajang Shell Eco-marathon.

Kompetisi keduniaan yang berlangsung di tiga kawasan regional ini, menunjuk Sirkuit Mandalika sebagai lokasi kompetisi regional Asia Pasifik dan Timur Tengah.

Selama 6 hari tersebut, tujuh puluh (70) tim dari 13 Negara bersaing, dimana kedua Tim ITS berhasil memperolah empat gelar kejuaraan.

Pada kategori On-Track, Tim Sapu Angin meraih Juara 1 Urban Concept berbahan bakar Internal Combustion Energy dan Tim Anatasena meraih Juara 3 Prototype berbahan bakar Hidrogen.

Sedangkan pada kategori Off-Track Tim Sapu angin kembali berjaya sebagai Juara 1 Data and Telemetry dan Tim Antasena sebagai Juara 2 Carbon Footprint Reduction.

Berdasarkan perolehan tersebut, Tim Sapu Angin ITS berhasil mengamankan posisi ke-3 sebagai Tim yang akan bersaing mewakili Asia pada kompetisi dunia melawan para juara dari dua kawasan regional lainnya.

Momen Tim Antasena dengan gelar juara

Raihan gelar juara ini disambut dengan suka cita baik oleh Tim Antasena maupun Sapu Angin. Saat proses wawancara General Manager Tim Antasena, Ghani Aqilah, menuturkan

“Tahun ini, kami membawa Antasena Alpha untuk dilombakan pada kategori prototype. Mobil ini mengalami beberapa improvement baik dari segi sistem dan engine­-nya.

Beberapa sistem baru kami hadirkan, yaitu sistem telemetri dengan real-time based data yang dinamai Smart Alpha dan penggunaan clutch sebagai sistem transmisi Antasena Alpha.”

 

Berdasarkan penuturan Ghani, meski telah melakukan banyak persiapan beberapa kendala tentu tidak bisa dihindari.

“Pada perlombaan kemarin, kami mengalami suatu problem yang belum pernah terjadi sebelumnya, sehingga Tim memutuskan untuk membongkar bagian mobil persis pada hari ke-5 perlombaan.”

Meski demikian, perolehan Juara 3 patut diapresiasi, Ghani juga mengakui dengan terjadinnya problem ini akan banyak membantu evaluasi keseluruhan mobil pada tahun berikutnya.

Diwawancarai saat senggang, Nur Affifah R selaku Non Technical Manager Tim Sapuangin menyampaikan

“Kami bersyukur dapat mempertahankan gelar juara pada kategori Urban Concept berbahan bakar Internal Combustion Energy, yaitu pada angka 422,9 km/L.

Perolehan ini merupakan hasil dari kerja keras Tim juga dosen pembimbing. Persiapannya sendiri kami mulai sejak Oktober hingga Juni, jadi kurang lebih sekitar 8 bulan lamanya.”

Mobil milik Tim Antasena “Antasena Alpha”

Afiffah menuturkan, persiapan ini mencakup proses evaluasi dengan membedah kendala-kendala yang terjadi di tahun lalu.

“Berdasarkan hasil evaluasi, akhirnya kami melakukan beberapa perbaikan juga pembaruan pada engine dan sistem lainnya. Selain itu, kami juga melakukan banyak pelatihan untuk merumuskan teknik serta strategi terbaik saat perlombaan berlangsung.”

Selain persiapan mobil pada kategori On-Track, disaat yang bersamaan baik Tim Antasena dan Sapu Angin juga diharuskan untuk menghadirkan sebuah inovasi pada katagori off-track.

Kompetisi Shell Eco-marathon memang terdiri dari 3 bagian kategori, on-track dimana para peserta berlomba di lintasan, off-track dengan keluaran berupa karya tulisan,

dan yang terbaru adalah autonomous Programming and Autonomous Urban Concept Competition. Selain kategori On-track, kedua kategori lainnya tidak diwajibkan.” tutur afifah

Mobil milik Tim Sapu Angin

Tim Sapu Angin sendiri berhasil memperoleh Juara 1 Data and Telemetry dari inovasinya dalam meningkatkan performa lintasan dengan efisiensi energi berdasarkan data kendaraan dan data balapan real-time.

Sedangkan, Tim Antasena berhasil memperoleh Juara 2 Carbon Footprint Reduction atas hasil inovasinya dalam pengurangan emisi karbon.

Menurut keterangan Bapak Dr. Ir. Witantyo, M.Eng.Sc. selaku koordinator kegiatan,

“Sesuai dengan peraturan pada perlombaan, hanya pemenang dari kategori on-track Urban Concept yang melaju pada laga di tingkat Dunia.

Sehingga pada kesempatan ini, Tim Sapu Angin lah yang mewakili ITS, Indonesia, juga kawasan asia untuk berkompetisi di India, Oktober mendatang.

Keberangkatan kali ini, kami upayakan untuk melakukan yang terbaik. Bulan-bulan sebelum keberangkatan banyak kami manfaatkan untuk melakukan perbaikan dan latihan.”

Dituturkan oleh Bapak Witantyo, Tim Sapu Angin harus bersiap untuk kompetisi yang lebih ketat daripada sebelumnya, mengingat di tingkat ini turut hadir perwakilan dari kawasan Amerika dan Eropa. Terakhir beliau menyampaikan

“Tentu ITS akan berusaha semaksimal mungkin untuk memberikan akomodasi terbaik bagi Tim yang mewakili ITS pada perlombaan tingkat Dunia.

Sehingga besar harapan kami, baik dosen pembimbing, dan Tim Sapu Angin ITS dapat membawa kabar baik, berupa kemenangan. Mohon doa dan dukungan dari seluruh civitas ITS.”

Berita Terkait