News

Life as a DevOps Engineer: DTI ITS Hadirkan Praktisi dari CSG dan Ajaib, Bahas Peluang Karier & Realita di Lapangan

Kam, 14 Mei 2026
1:25 pm
Berita
Share :
Oleh : agnes   |

Dokumentasi bersama narasumber dan peserta Kuliah Tamu Life as A DevOps Engineer di Auditorium Lantai 2 Tower 2 ITS.

Surabaya, IT Journalistic — Pada Rabu pagi, 13 Mei 2026, suasana Auditorium Lantai 2 Tower 2 ITS terlihat lebih ramai dari biasanya. Hal tersebut bukan tanpa alasan, mengingat Departemen Teknologi Informasi (DTI) ITS kembali menyelenggarakan kuliah tamu spesial bertajuk “Life as a DevOps Engineer“. Berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 10.00 WIB, acara ini mendapat antusiasme tinggi dari mahasiswa DTI yang mengambil mata kuliah Pengembangan, Blockchain, dan Big Data Lakehouse, serta mahasiswa umum yang tertarik mendalami profesi DevOps—yang disebut-sebut tidak akan tergantikan oleh kecerdasan buatan.

Kegiatan ini menghadirkan dua pemateri praktisi berpengalaman: Muhammad Faris Didin Andiyar (DevOps Engineer, CSG International) dan Cahya P. Hikmawan (Senior Site Reliability Engineer, Ajaib). Dalam format talkshow yang diselingi review mini project mahasiswa, para pemateri membuka wawasan peserta tentang budaya kerja, tantangan, dan prospek karier DevOps.

Dokumentasi saat Muhammad Faris Didin Andiyar dan Cahya P. Hikmawan sedang memaparkan materi.

Dalam pemaparannya, kedua narasumber menekankan bahwa inti dari DevOps adalah kolaborasi, bukan saling lempar tanggung jawab. Mereka menjelaskan pentingnya pengukuran dan monitoring agar aplikasi dapat terukur dengan baik. Selain itu, dalam praktik DevOps, setiap pekerjaan yang dilakukan lebih dari satu kali wajib diotomasi, bukan manual. Mahasiswa juga diperkenalkan dengan konsep continuous loop DevOps yang terdiri dari: BuildTestDeployMonitor FixUlang. Konsep inilah yang membuat aplikasi dapat dirilis lebih cepat dan lebih aman dibandingkan metode tradisional.

Potret para peserta Kuliah Tamu yang sedang aktif untuk menyimak dan mendengarkan materi dari narasumber. 

Salah satu sesi yang paling menarik perhatian adalah ketika pemateri membahas disparitas antara ekspektasi mahasiswa saat masih menempuh pendidikan dengan realita yang dihadapi di dunia kerja. Para pemateri menyampaikan bahwa faktor utama yang membuat seseorang diterima bekerja bukanlah nilai Indeks Prestasi Kumulatif (IPK), melainkan kemampuan belajar yang cepat. Lebih lanjut, mereka menjelaskan bahwa sekitar 80% proses pembelajaran sesungguhnya terjadi secara on the job, dan diperlukan waktu 3 hingga 6 bulan bagi seorang pegawai baru untuk benar-benar memahami alur pekerjaan. Selain itu, pemateri juga membandingkan dua lingkup pekerjaan yang berbeda, yakni CSG sebagai perusahaan IT konsultan dan Ajaib sebagai perusahaan fintech. Perbandingan ini memberikan perspektif baru bagi mahasiswa dalam mempertimbangkan jenjang karier mereka ke depan.

Pemateri juga meluangkan waktu untuk mereview mini project DevOps yang telah dikerjakan oleh mahasiswa DTI. Beberapa project yang ditinjau antara lain: High Availability Load Balancer, High Availability Database + ProxySQL, CI/CD Pipeline + DevSecOps, serta Observability Stack. Dari keempat project tersebut, pemateri memberikan masukan langsung dan perspektif industri, misalnya tentang apa saja yang perlu ditambahkan seperti dokumentasi video atau aspek keamanan. Hal ini menjadi bekal berharga bagi mahasiswa sebelum benar-benar terjun ke dunia kerja.

Potret saat salah satu peserta sedang mengajukan pertanyaan dalam sesi tanya jawab.

Sesi penyerahan apresiasi kepada kedua narasumber Kuliah Tamu Life as A DevOps. 

Menjawab rasa penasaran peserta tentang masa depan, pemateri menegaskan bahwa Artificial Intelligence tidak akan menggantikan DevOps engineer. Mengapa? Karena AI tetap membutuhkan decision maker manusia, terutama saat terjadi chaos seperti insiden downtime, koordinasi dengan stakeholder, hingga komunikasi teknis yang kompleks. Justru saat ini trennya bergeser ke arah Platform Engineering. Sementara itu, kondisi Indonesia sedang dalam masa fintech boom, digitalisasi bank BUMN, serta pertumbuhan startup ecosystem yang pesat. Alhasil, demand terhadap DevOps engineer di Indonesia masih sangat tinggi. Pemateri juga memaparkan skill yang wajib dikuasai, seperti Kubernetes, Terraform, AWS/GCP, CI/CD, Docker, Python, dan Security. Faktor-faktor yang dapat menaikkan gaji antara lain: cloud certification, pengalaman di bidang fintech, kemampuan bahasa Inggris, serta penguasaan Kubernetes.

Sepanjang acara, mahasiswa tampak antusias mengikuti diskusi dan sesi tanya jawab. Banyak dari mereka yang penasaran tentang bagaimana mempersiapkan diri dari sekarang, serta perbedaan tantangan di perusahaan konsultan versus perusahaan produk.

Tidak hanya itu, penyelenggaraan kuliah tamu ini sejalan dengan komitmen DTI ITS dalam mengakselerasi Sustainable Development Goals (SDGs) . Kontribusi nyata diberikan pada Pendidikan Berkualitas (SDG 4) melalui interaksi langsung mahasiswa dengan praktisi, serta pada Industri, Inovasi, dan Infrastruktur (SDG 9) melalui pengenalan terhadap teknologi-teknologi terdepan di bidang DevOps.

Reporter : Diva Aulia Rosa

==============================================================

Informasi ini disampaikan oleh:

Departemen Teknologi Informasi

Website: its.ac.id/it 

Instagram: its_teknologi_informasi

Youtube: Teknologi Informasi ITS

Latest News

  • Life as a DevOps Engineer: DTI ITS Hadirkan Praktisi dari CSG dan Ajaib, Bahas Peluang Karier & Realita di Lapangan

    Dokumentasi bersama narasumber dan peserta Kuliah Tamu Life as A DevOps Engineer di Auditorium Lantai 2 Tower 2 ITS.

    14 Mei 2026
  • DTI ITS Gelar Kuliah Tamu Bersama Andy Surya Pranata: Bahas Cloud Transformation di Industri Nyata

    Mahasiswa Departemen Teknologi Informasi ITS berfoto bersama pembicara, Andy Surya Pranata, S.Kom, usai kegiatan kuliah tamu.  Surabaya, IT Journalistic

    23 Apr 2026
  • Workshop E-Resource dan Reference Manager Perkuat Kualitas Penulisan Ilmiah Mahasiswa DTI ITS

    Kegiatan Kuliah Tamu Workshop E-Resource dan Reference Manager yang diselenggarakan di Auditorium Lantai 2 Perpustakaan ITS pada Senin (2/3).

    04 Mar 2026