News

IPONIC, Aplikasi Baru Pantau dan Kontrol Hidroponik

Sen, 05 Mar 2018
11:01 am
Berita Terkini
Share :
Oleh : itsmis

Tim mahasiswa ITS meraih juara di Universitas Udayana, Bali.

Kampus ITS, ITS News – Mahasiswa Teknik Komputer Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) tampil sukses menjuarai Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) yang bertemakan  inovasi dan perkembangan teknologi masa depan di Universitas Udayana, Jumat (9/2). Dengan mengangkat pekerjaan Tugas Akhir (TA) dari salah satu anggota tim , tim ini berhasil menggondol juara satu.

Ialah  Andre Dwi Herdhiyanto, Dian Azmi Habibi, dan Aldiansyah Ramadlan, tiga mahasiswa yang memanfaatkan internet sebagai pemantau sekaligus pengendali sistem hidroponik. Sistem hidroponik yang digunakan ialah jenis Nutrient Film Technique (NFT), dimana akar tanaman terendam pada cairan yang mengandung nutrisi dan air yang bersirkulasi selama 24 jam terus menerus.

“Karena sistem hidroponik ini pemantauannya selama 24 jam terus menerus, kami merasa perlu adanya terobosan baru dengan teknik dan proses secara otomatis serta perlakuan jarak jauh dengan IPONIC (Internet of Things untuk Pemantauan dan Pengendalian Hidroponik). Lebih efisien dan menghemat waktu,” jelas Dian Azmi Habibi, salah satu anggota dari tim.

Diaz, sapaannya menjelaskan, proses kerja IPONIC dalam melakukan pengontrolan yaitu jika suhu hidroponik lebih tinggi atau rendah daripada suhu normal maka sistem akan menyalakan pendingin atau pemanas.

Variabel yang digunakan untuk pengontrolan meliputi ketinggian air, kondisi suhu air, dan kondisi pH air dimana pH idealnya 5.5-6.5 dan suhu normalnya 21◦− 30◦ Celcius. Sementara pada sistem pemantauannya menggunakan sensor pH DF Robot dan sensor suhu DS18B20.

Data-data yang telah diambil dan direkam oleh sensor akan di proses lebih dulu oleh mikrokontroller ATMega328 dengan board Arduino Uno. Kemudian,  server akan mengirim data pada aplikasi smart phone Android pemilik. Alhasil, pengguna hidroponik sayuran dapat melakukan pemantauan serta pengendalian terhadap sistem hidroponik mereka.

Jika kondisi pH tanaman  terlalu basa maka katup pengotrol H3PO4 (asam fosfat) akan terbuka dan sebaliknya. Pengontrolan dilakukan terus-menerus hingga mencapai pH dan suhu yang normal.

“Untuk pengontrolan ketinggian air hanya menggunakan sistem pengiriman data yaitu informasi aman atau tidak aman dengan cara membandingkan data ketinggian sebelumnya,” jelas diaz. Semua sensor dan jenis pengontrolan berada di tandon hidroponik dan telah diuji sebelumnya oleh tim bahwa dengan menggunakan sistem IPONIC, pertumbuhan dan perkembangan sayuran lebih baik dan berkualitas.  (rio/jel)

Latest News