
Gambar : Prof. Walter Timo de Vries Memaparkan Materi Tentang Pemanfaatan Teknologi Geospasial
Surabaya, FTEIC ITS – Perkembangan teknologi geospasial semakin memainkan peran penting dalam perumusan kebijakan publik yang berbasis data. Hal ini menjadi sorotan utama dalam kegiatan kuliah tamu internasional yang diselenggarakan oleh Departemen Sistem Informasi, Fakultas Teknologi Elektro dan Informatika Cerdas, Institut Teknologi Sepuluh Nopember pada 7 April 2026. Kegiatan ini menghadirkan akademisi dari Jerman, yaitu Prof. Walter Timo de Vries.
Dalam pemaparannya, Prof. Walter menyoroti bagaimana riset geospasial dapat dimanfaatkan untuk menjawab tantangan pembangunan berkelanjutan. Salah satu fokus utama yang dibahas adalah konsep rural walkability, yaitu analisis keterjangkauan dan kenyamanan akses di wilayah pedesaan, yang kemudian dikembangkan lebih jauh ke dalam pendekatan modern berupa urban digital twins. Konsep ini memungkinkan representasi digital dari wilayah perkotaan yang dapat diperbarui secara real-time berdasarkan data spasial.
Pendekatan urban digital twins menjadi salah satu inovasi penting dalam perencanaan kota modern. Dengan memanfaatkan integrasi data geospasial, sensor, dan teknologi komputasi, sistem ini mampu mereplikasi kondisi kota secara virtual. Hal tersebut memberikan peluang bagi pemerintah dan pemangku kepentingan untuk melakukan simulasi kebijakan sebelum diterapkan di dunia nyata, sehingga risiko kesalahan dapat diminimalkan dan efektivitas keputusan dapat ditingkatkan.
Selain itu, Prof. Walter juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas disiplin dalam pengembangan teknologi ini. Integrasi antara sistem informasi, ilmu geospasial, dan kebijakan publik dianggap sebagai kunci utama dalam menciptakan solusi yang adaptif terhadap perubahan perkotaan yang dinamis. Dalam konteks ini, peran institusi pendidikan seperti Technical University of Munich menjadi penting dalam mendorong riset yang relevan secara global.

Gambar : Diskusi bersama Prof. Walter Timo de Vries dalam kuliah tamu internasional FTEIC ITS terkait riset geospasial dan pengembangan kota cerdas.
Antusiasme peserta terlihat jelas sepanjang sesi berlangsung. Mahasiswa dan dosen aktif berdiskusi mengenai penerapan teknologi geospasial di Indonesia, terutama dalam mendukung pembangunan kota yang lebih cerdas dan berkelanjutan. Diskusi ini membuka wawasan baru mengenai bagaimana data dapat menjadi fondasi utama dalam pengambilan keputusan strategis di era digital.
Melalui kegiatan ini, Departemen Sistem Informasi ITS memperkuat komitmennya dalam menghadirkan wawasan internasional bagi sivitas akademika. Tidak hanya sebagai ruang transfer pengetahuan, kuliah tamu ini juga menjadi jembatan untuk memperluas peluang kolaborasi riset global yang berfokus pada pengembangan teknologi berbasis data spasial untuk masa depan yang lebih berkelanjutan.