Seluruh peserta berfoto bersama Direktur Sumber Daya Manusia dan Organisasi ITS, Kepala UPBG ITS, fasilitator, dan co-facilitator setelah pembukaan EMI Training 2026 di Ruang Bhinneka Tunggal Ika (BTI), Senin (3/8) (Sumber: Dokumentasi UPBG ITS)
Kampus ITS, GLC News — Unit Pusat Bahasa Global (UPBG) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menyelenggarakan English as the Medium of Instruction (EMI) Training 2026 untuk meningkatkan kompetensi dosen dan instruktur perguruan tinggi dalam melaksanakan pembelajaran menggunakan bahasa Inggris. Berlangsung selama lima hari pada 3–7 Agustus, kegiatan ini diikuti 21 peserta dari lima perguruan tinggi.
Bertempat di Ruang Bhinneka Tunggal Ika (BTI) UPBG ITS, pelatihan dirancang untuk membekali peserta dengan pendekatan praktis dalam menyampaikan pembelajaran berbahasa Inggris secara efektif dan percaya diri. Peserta berasal dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Universitas Negeri Malang, Universitas Airlangga, Politeknik Negeri Batam, dan Politeknik Elektronika Negeri Surabaya.
Pembukaan kegiatan diresmikan oleh Direktur Sumber Daya Manusia dan Organisasi ITS, Prof Dr Eng Trika Pitana ST MSc, yang turut menyampaikan sambutan. Kepala Unit Pusat Bahasa Global ITS, Ibu Cahyani Satiya Pratiwi SS, juga memberikan sambutan pada pembukaan kegiatan. Dalam kesempatan tersebut, Ibu Cahyani menyampaikan profil UPBG ITS, milestone dan kebutuhan ITS terhadap EMI Training, serta perjalanan penyelenggaraan program tersebut.
Dalam sambutannya, Ibu Cahyani menjelaskan peran EMI Training dalam mendukung peningkatan kompetensi dosen. “EMI Training merupakan program pengembangan kapasitas dosen ITS untuk mendukung perkuliahan berbahasa Inggris yang efektif dan sesuai standar internasional. Program ini memperkuat kompetensi pedagogis dosen sekaligus mendorong penerapan student-centered learning agar pembelajaran lebih interaktif, kolaboratif, dan berpusat pada mahasiswa,” ujarnya.
Direktur Sumber Daya Manusia dan Organisasi ITS, Prof Dr Eng Trika Pitana ST MSc, memberikan sambutan untuk membuka kegiatan EMI Training 2026 di Ruang BTI, Senin (3/8) (Sumber: Dokumentasi UPBG ITS)
Pelatihan ini menghadirkan Bapak John Pierce sebagai fasilitator dan Ibu Meilisa S. A. Ariyanto MPd sebagai co-facilitator. Bapak John Pierce merupakan instruktur bahasa Inggris sebagai bahasa kedua maupun asing serta pengajar persiapan IELTS di ITS. Sementara itu, Ibu Meilisa merupakan alumni EMI Training berbasis MOOC dari Ohio University dan Koordinator Academic Writing Center (AWC) ITS.
Fasilitator EMI Training 2026, Bapak John Pierce, menyampaikan materi kepada peserta di Ruang BTI, Selasa (4/8) (Sumber: Dokumentasi UPBG ITS)
Rangkaian kegiatan mencakup materi Talk Time, Classroom Set-up, Scaffolding, Teacher Reflection, Comprehensible Input, Project-Based Learning, dan Feedback. Peserta juga menyusun Microteaching Planning, serta mengikuti sesi Analyzing EMI Teaching dan Completing Small Group EMI Practice.
Peserta EMI Training 2026 mempraktikkan strategi pengajaran melalui sesi microteaching sebagai bagian dari rangkaian pelatihan (Sumber: Dokumentasi UPBG ITS)
Penerapan materi menjadi bagian penting dalam pelatihan melalui praktik microteaching. Pada hari ketiga hingga kelima, 21 peserta bergiliran melakukan simulasi mengajar dengan durasi sekitar 10–15 menit per orang. Melalui praktik tersebut, peserta berkesempatan menerapkan strategi EMI yang telah dipelajari dalam situasi pembelajaran secara langsung.
Rangkaian pelatihan kemudian ditutup dengan sesi feedback and evaluation, rangkuman materi, sesi foto bersama, dan penyerahan sertifikat. Kegiatan tersebut menjadi penutup rangkaian pembelajaran yang memadukan pembekalan konsep, penyusunan rencana pembelajaran, praktik mengajar, dan umpan balik.
Peningkatan kompetensi dosen melalui EMI Training 2026 turut mendukung Sustainable Development Goal (SDG) 4, yakni Quality Education, khususnya melalui pelatihan pengajar dan pengembangan tenaga pendidik yang berkualitas. Di sisi lain, penguatan keterampilan profesional dosen dan instruktur sejalan dengan SDG 8, yakni Decent Work and Economic Growth, terutama dalam mendukung produktivitas dan kualitas pekerjaan di lingkungan perguruan tinggi.
Kompetensi yang diperoleh melalui pelatihan diharapkan dapat diterapkan dalam pembelajaran berbahasa Inggris sehingga proses pengajaran berlangsung lebih efektif, interaktif, dan mendukung kesiapan akademik dalam konteks internasional. (*)
Disusun oleh: Alzena Mayla ShabrinaRedaktur: Unit Pusat Bahasa Global, ITS
Kampus ITS, GLC News — Bagi mahasiswa, kemampuan berbahasa asing dapat menjadi bekal untuk mendukung proses akademik sekaligus membuka
Kampus ITS, GLC News — Unit Pusat Bahasa Global (UPBG) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menyelenggarakan English as the
Kampus ITS, GLC News — Unit Pusat Bahasa Global (UPBG) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menyelenggarakan Tes English as
Kampus ITS, GLC News — Di tengah meningkatnya tuntutan publikasi ilmiah di tingkat nasional maupun internasional, kemampuan menulis akademik