UNIT PUSAT BAHASA GLOBAL

UPBG ITS
09 Juli 2026, 16:07

Academic Writing Center ITS Hadir Wadahi Civitas Akademika dalam Mengasah Kualitas Tulisan Akademis

Oleh : meilisa@its.ac.id | | Source : -

Koordinator sekaligus Tutor Academic Writing Center (AWC) ITS, Ibu Meilisa S.A Ariyanto, memberikan pendampingan penulisan akademik melalui sesi One-on-One Consultation bersama peserta di Self Access Room (SAR) UPBG ITS (Sumber: Dokumentasi UPBG ITS)

Kampus ITS, GLC News — Di tengah meningkatnya tuntutan publikasi ilmiah di tingkat nasional maupun internasional,  kemampuan menulis akademik menjadi salah satu keterampilan penting yang perlu dimiliki sivitas akademika. Namun, tidak sedikit mahasiswa maupun peneliti yang masih menghadapi tantangan dalam menuangkan gagasan menjadi karya ilmiah yang sistematis dan siap dipublikasikan. Menjawab kebutuhan tersebut, Unit Pusat Bahasa Global (UPBG) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menghadirkan Academic Writing Center (AWC) sebagai ruang pendampingan yang membantu mahasiswa, dosen, dan staf mengembangkan kemampuan menulis akademik secara berkelanjutan.

Berbeda dengan anggapan bahwa pusat penulisan akademik hanya berperan memperbaiki tata bahasa atau melakukan proofreading naskah, AWC ITS mengedepankan proses pendampingan yang dapat membantu penulis untuk merefleksikan ide original yang sudah dituangkan dengan kritis dan mengenali sudut pandang pembaca. Selain itu, AWC dapat membantu penulis untuk mengembangkan gagasan, menyusun argumentasi, memahami struktur artikel ilmiah, hingga mengenali standar publikasi internasional. Pendekatan tersebut diharapkan mampu membentuk penulis yang lebih mandiri dan percaya diri dalam menghasilkan karya akademik berkualitas yang merepresentasikan suara orisinal penulis.

Untuk mendukung proses tersebut, AWC ITS menyediakan berbagai layanan, mulai dari konsultasi penulisan ilmiah secara One-on-One, pelatihan tematik, kelas Academic Writing, hingga materi belajar terbuka yang dapat diakses secara daring sebagai sarana belajar mandiri. Seluruh layanan didukung oleh tutor profesional yang berpengalaman dalam penulisan dan publikasi akademik. 

“Kemampuan menulis akademik bukan hanya menjadi bekal untuk menyelesaikan studi, tetapi akan terus dibutuhkan dalam pengembangan karier profesional. AWC membantu penulis untuk berpikir lebih kritis, berargumentasi lebih baik, menyusun ide dengan sistematis, dan menganalisis masalah lebih dalam. Hal ini dapat mengembangkan kemampuan berfikir yang sudah banyak tergantikan oleh Artificial Intelligence (AI). Karena itu, AWC hadir untuk mendampingi setiap penulis agar mampu mengembangkan ide dan menyampaikannya secara efektif sesuai kaidah penulisan ilmiah dan merepresentasikan suara penulis itu sendiri,” ujar Koordinator sekaligus Tutor AWC ITS, Ibu Meilisa Sindy Astika Ariyanto MPd.

Peserta kelas Academic Writing Pra-Doktoral mengikuti diskusi kelompok yang dipandu oleh Koordinator sekaligus Tutor AWC ITS, Ibu Meilisa S.A Ariyanto, di UPBG ITS untuk memperkuat kemampuan menyusun karya ilmiah sesuai standar publikasi akademik (Sumber: Dokumentasi UPBG ITS)

Melalui berbagai bentuk pendampingan tersebut, AWC ITS juga mendorong sivitas akademika untuk membangun kebiasaan menulis secara konsisten. Salah satu layanan yang paling banyak dimanfaatkan ialah One-on-One Consultation, yang memungkinkan peserta mendiskusikan berbagai jenis karya akademik, mulai dari tugas akhir, artikel jurnal, makalah konferensi, esai kompetisi, presentasi akademik, hingga esai beasiswa. Dalam setiap sesi, tutor tidak berperan sebagai penyunting maupun penerjemah, melainkan memberikan umpan balik yang konstruktif untuk membantu penulis mengembangkan ide, memperkuat argumentasi, menyusun struktur tulisan, serta mempersiapkan naskah yang lebih analitis.

Selain konsultasi, AWC juga secara rutin menyelenggarakan Writing Bootcamp dan Drop-in Workshop yang membahas beragam topik penulisan akademik, mulai dari proses menulis, penyusunan abstrak, berpikir kritis, strategi publikasi, hingga pemanfaatan AI secara etis dalam penulisan ilmiah. Sebagian layanan tersebut dapat diikuti secara gratis oleh sivitas akademika ITS pada jam kerja. Sementara itu, layanan konsultasi di luar jam yang ditentukan maupun bagi peserta umum tersedia melalui skema berbayar.

Manfaat pendampingan AWC pun telah dirasakan oleh berbagai peserta. Salah satunya, mahasiswa Doktor Manajemen Teknologi ITS, Anggi Febrianto, yang mengikuti program One-on-One Consultation. “Terima kasih kepada UPBG ITS atas program One-on-One Consultation yang telah membantu mengarahkan dan mendampingi proses penyempurnaan artikel saya hingga akhirnya diterima di jurnal Q1 Elsevier yang terindeks Scopus peringkat empat. Saya bangga dapat menjadi bagian dari keberhasilan ini,” ungkapnya.

Hal serupa disampaikan oleh mahasiswa Magister Manajemen Teknologi ITS, Muh. Aqik Ardiansyah. “Writing Bootcamp AWC memberikan pengalaman berharga dalam meningkatkan kemampuan academic writing secara terstruktur. Materi yang disampaikan sangat aplikatif dan membuka wawasan mengenai strategi menulis karya ilmiah yang efektif serta berstandar internasional,” tuturnya.

Tidak hanya itu, mahasiswa internasional ITS pun merasakan manfaat program tersebut. Mahasiswa Program Doktor Teknik Lingkungan ITS sekaligus penerima Beasiswa Kemitraan Negara Berkembang (KNB), Cyril Bernard Rachman, menyampaikan pengalamannya mengikuti sesi One-on-One Consultation. “Saya sangat menyukai program academic writing ini, terutama sesi One-on-One Consultation yang sangat membantu. Tutor saya memberikan banyak dukungan, dan kesempatan untuk berdiskusi dengan lancar dalam bahasa Inggris membuat proses pembelajaran menjadi lebih menyenangkan. Program ini sangat membantu saya saat ini di semester keempat, tetapi saya berharap telah mengenalnya sejak awal memulai studi doktoral. Saya sangat merekomendasikannya kepada mahasiswa pascasarjana baru karena program ini dapat menjadi bekal awal yang sangat baik dalam menulis akademik,” jelasnya.

Melalui pendampingan, workshop, dan sumber belajar terbuka yang terus dikembangkan, AWC ITS berkomitmen membangun budaya menulis akademik yang kolaboratif dan berkelanjutan. Upaya tersebut sejalan dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke-4, Quality Education, khususnya dalam penguatan literasi akademik dan penyediaan kesempatan belajar yang mendukung pengembangan kemampuan menulis secara berkelanjutan bagi sivitas akademika. (*)

 

Disusun oleh: Alzena Mayla Shabrina
Redaktur: Unit Pusat Bahasa Global, ITS

Berita Terkait