News

Menuju 20 Tahun Usia Teknik Material ITS, Alumni di Taiwan Gelar Diskusi Tematik

Rab, 16 Okt 2019
9:11 am
informasi
Share :
Oleh : Admin-Material   |

Hampir 20 tahun Teknik Material dan Metalurgi, Fakultas Teknologi Industri, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) berdiri. Sejak gedungnya masih menyatu dengan Teknik Mesin di 1999, hingga akhirnya bermigrasi ke gedung tersendiri di Jl. Teknik Industri di 2006, telah banyak mencetak para pegiat material di Indonesia. Pun alumninya telah banyak yang menduduki posisi yang cukup strategis di berbagai perusahaan nasional maupun multinasional. Tak sedikit pula yang memilih untuk berkarir sebagai akademisi baik di kampus nasional maupun internasional.

Kali ini kabar hangat hadir dari Taiwan, Ikatan Alumni Teknik Material dan Metalurgi (IKAMAT) ITS menyelenggarakan agenda diskusi bertajuk Cangkruk Bareng Materials Society (MATRICE). Diskusi ini merupakan rangkaian lanjutan dari Cangkruk Tematik yang beberapa waktu lalu diadakan oleh IKAMAT ITS di Surabaya. Turut hadir dalam agenda ini adalah dua dosen Teknik Material ITS yang tengah menempuh studi Ph.D., Sutarsis, S.T., M.Sc. (NCU) dan Alvian Toto Wibisono, S.T., M.T. (NTUT). Selain itu agenda ini juga dihadiri oleh Rahmandhika Firdauzha Hary Hernandha, S.T., M.Sc. (NCTU) sebagai pemantik diskusi termuda, juga Dr. Fitri Nur Indah (postdoctoral fellow di kampus NCKU). Dimoderatori oleh Meilati Pasca Muna, S.T. (NTUST), dan dihadiri oleh alumni dari berbagai angkatan, yaitu 2008, 2009, 2010, 2012, 2013, dan 2014.

Diskusi tersebut berlangsung selama hampir dua jam, bertempat di Jiu Si Pavilion, kampus National Chiao Tung University (NCTU), Hsinchu. Diiringi dengan gemericik suara air mancur dari NCTU statue, diskusi berlangsung padat dan berkualitas. Ada beberapa rekomendasi yang berhasil ditelurkan oleh para peserta diskusi, diantaranya:

  • Departemen Teknik Material ITS sudah seharusnya memanfaatkan daya jual positif dan fasilitas yang dimiliki oleh kampus ITS, serta menggandeng mahasiswa dan alumni potensial untuk mendirikan start up di bidang Material, yang berwawasan IPTEK, dan berkearifan lokal dengan mengajak masyarakat untuk terlibat.
  • Ada beberapa riset yang wajib menjadi fokusan utama untuk terus dilanjutkan dan dikembangkan oleh Departemen Teknik Material ITS, yaitu bidang Pemurnian Logam (karena Teknik Material ITS adalah satu-satunya departemen di Indonesia yang memiliki smelter untuk keperluan pembelajaran dan juga bisnis), bidang Pertahanan dan Keamanan seperti yang telah dikembangkan oleh Laboratorium Fisika Material bekerjasama dengan PT. Pindad, serta bidang Biomaterials yang saat ini menjadi proyek gabungan antara laboratorium Metalurgi dan laboratorium Inovasi Material.
  • Selain riset-riset tersebut, para alumni yang tengah melanjutkan studi di Taiwan mengajukan bidang riset lain yang cukup potensial untuk dilaksanakan oleh Departemen Teknik Material ITS, yaitu Teknologi Produksi Karbon sebagai bahan dasar produk advance materials seperti anoda baterai, superkapasitor, paduan dalam metalurgi, pembuatan material keramik, dll. Mengacu pada banyaknya sumber Karbon dari tumbuh-tumbuhan, limbah serbuk kayu, limbah batok kelapa, dsb. Tentunya produk Karbon tersebut harus yang berkualitas tinggi dengan berbagai varian, high purity amorphous Carbon, graphitic Carbon, microporous Carbon, mesoporous Carbon, Hard Carbon, Graphene, Carbon Nanotube, Selain itu, Teknologi Pengolahan Air Laut dan Ekstraksi Mineral untuk menghasilkan unsur-unsur penting yang dibutuhkan oleh industri advance materials masa depan seperti Mg, Na, K, Ca, dll. Sehingga di masa depan akan ada istilah tambahan selain petani garam, juga akan ada petani Mineral atau petani Karbon. Tentunya dengan mengajak masyarakat untuk ikut terlibat bukan hanya sebagai obyek, akan tetapi sebagai mitra riset.
  • Mengacu pada bidang-bidang riset yang dilakukan oleh para alumni Teknik Material ITS di Taiwan berupa Energy Storage superkapasitor dan baterai, conduit penyambung syaraf (biomaterials), solar cell, photo detector, juga ceramic biomaterials, maka dapat direkomendasikan bahwa di masa depan adik-adik mahasiswa S1 di Teknik Material ITS, maupun mahasiswa S2 dan S3, juga bisa diarahkan untuk menyasar bidang biomaterials (sebagai riset jangka menengah) dan bidang energy storage (sebagai riset jangka panjang) untuk menunjang industri baterai yang baru mulai dibangun di Indonesia melalui berbagai konsorsium baterai maupun program canangan pemerintah terkait pabrik baterai di Morowali yang baru-baru ini beredar. Apalagi jika melihat fakta bahwa Nobel prize di bidang kimia untuk tahun 2019 ini jatuh ke tangan para peneliti bidang energy storage, khusunya Li-ion battery.

Harapannya hal-hal yang dirumuskan oleh para alumni Teknik Material ITS di Taiwan bisa menjadi masukan rekomendasi positif, untuk selanjutnya menjadi perhatian demi kemajuan Departemen Teknik Material ITS di masa yang akan datang, juga sebagai trigger untuk alumni-alumni Teknik Material ITS di regional lainnya.

Latest News

  • Bantuan pembiayaan kuota internet untuk mahasiswa ITS

    Bantuan pembiayaan kuota internet telkomsel untuk mahasiswa. Segera daftarkan dirimu. Paling lambat minggu 26 April 2020.   Post Views:

    24 Apr 2020
  • Lowongan Mahasiswa Magang

    Kesempatan magang di Samator Grup selama 5 Bulan. Ayo daftarkan diri anda segera. Untuk informasi dan syarat lebih lanjut

    05 Des 2019
  • Kerja Praktek dari PT. Indonesia Asahan Aluminium (Persero)

    Penerimaan Kerja Praktek dari PT. Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atas nama mahasiswa Departemen Teknik Material yang tersebut di bawah

    18 Nov 2019